Mau kasih warning dulu! Mungkin akan ada beberapa readers yang kecewa di part ini, tapi ya sudah begitu jalan nya. Langsung saja!!
__
Sepulang kerja Yuri bukan nya langsung pulang, tapi dia memilih untuk mampir di sebuah bar untuk minum. Bukan karna merasa frustasi atau apa tapi jujur saja setelah mengeluarkan isi hati dan menangis banyak , Yuri merasa lebih ringan sekarang. Memang keadaan nya belum langsung berubah, tapi Yuri merasakan beban nya berkurang.
Yuri sangat menikmati minuman nya, walaupun hanya sendiri. Beberapa pria yang memang datang mencari mangsa di tempat itu datang menggoda Yuri karna dia hanya sendiri, tapi di tolak tanpa basa-basi oleh nya. Terus menuang minuman dalam gelas membuat nya sudah dalam pengaruh alkohol, di lihat dari dia yang sudah merancau dan tertawa sendiri.
Merasa sudah puas minum, Yuri berniat untuk pulang. Dia memutuskan untuk berjalan sedikit supaya bisa mendapatkan kesadaran nya kembali, baru pulang. Karna Yuri membawa mobil dan tidak suka kalau orang asing masuk dalam mobil nya, jadi dia tidak memanggil supir pengganti.
Membayangkan orang mabuk berjalan, dia tidak bisa berjalan dengan benar ataupun lurus. Ada kala nya Yuri menabrak pejalan kaki lain yang berjumpa dengan nya. Dan pasti bukan salah mereka, jelas salah Yuri. Ketika mereka mempermasalahkan dan Yuri meminta maaf dengan bau alkohol dari mulut nya, mereka langsung memilih pergi saja. Tidak ada guna berdebat dengan orang mabuk.
" Akhh!! ", Yuri meringis saat merasakan tubuh nya menyentuh tanah, dia jatuh.
Kali ini tidak menabrak tapi dia terjatuh karna dia yang memakai sepatu hak tinggi tidak sadar ada lubang kecil di depan nya, hingga membuat nya jatuh. Untung Yuri jatuh di tempat yang sepi atau mungkin ada orang namun mereka terlalu sibuk dengan orang urusan nya, kebanyakan orang yang berjalan di malam hari seperti ini bersama dengan pasangan nya.
Pun sebenar nya ada orang melihat atau tidak, bukan masalah untuk Yuri. Dia dalam keadaan antara sadar dan tidak sekarang.
" Aishh! Lubang sialan! Tidak sepatu sialan! Apa kau tidak punya mata? ", marah Yuri sambil menunjuk sepatu nya.
" tidak bisa, kau harus di beri pelajaran ", Yuri berniat melepaskan sepatu nya untuk di berikan hukuman, tapi saat dia menyentuh kaki kanan nya dia merasakan perih disana dan ada cairan merah menempel di tangan nya.
" apa ini? Darah? Aku terluka!! ",
" ibu tolong aku ", Yuri merengek sendiri.
Saat ini hanya ada satu nama yang muncul di benak Yuri, dia langsung mengeluarkan ponsel dan menghubungi orang itu.
" dimana kau? ", tanya Yuri begitu panggilan tersambung.
" aku terluka dan tidak bisa berjalan, tolong aku ",
.
.
.
Sehun baru saja pulang di tempat nya. Dia niat nya ingin mandi kemudian akan makan ramen yang baru saja di beli nya, saat pulang Sehun menyempatkan mampir di minimarket membeli beberapa makanan instan yang akan menjadi makanan nya.
Belum sempat melakukan yang di rencanakan, panggilan masuk menggagalkan rencana nya yang baru akan mandi.
Melihat nama Yuri yang tertera, Sehun cukup terkejut di buat nya. Tapi, dia sudah meduga kalau wanita itu pasti mabuk. Karna tidak mungkin kalau dia sadar dan menghubungi nya, sedang bertemu Sehun di suruh pergi. Sehun pun menjawab panggilan Yuri, dan seperti dugaan nya kalau wanita itu memang mabuk. Dari suara nya bertanya kentara sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Scars Deeper Than Love
FanfictionHampir empat tahun menikah, Kwon Yuri mendapati diri tidak bahagia dengan pernikahan nya. Perasaan bahagia dan debaran yang di rasakan sewaktu berpacaran, tidak di rasakan lagi oleh nya. Yuri menginginkan perceraian dengan alasan ingin bahagia. Sete...
