Part 28

444 70 28
                                        

Duduk di balik meja kerja nya dengan memasang ekspresi serius di wajah, Oh Sehun tengah berpikir keras sekarang. Tapi, bukan perihal pekerjaan. Ini tentang kehidupan pribadi nya. Perihal hubungan nya. Tentang kisah cinta nya. Sehun berpikir bagaimana cara dia akan meminta Yuri untuk kembali dengan nya.

Sementara dia melakukan itu, tiba-tiba saja kejadian masalalu teringat kembali oleh nya.

Flashback :

Oh Sehun berdiri menatap bayangan nya sendiri di depan kaca, dia merapikan krak kemeja nya yang tadi keliatan miring. Walau memang terbiasa tanpa ekspresi di wajah, kali ini wajah yang tanpa ekspresi itu terlihat gugup. Beberapa kali dia juga mengambil nafas dalam.

" hubungan kita sudah berjalan lama, haruskah kita menikah sekarang? ", kata Sehun sambil membuka kotak kecil berwarna hitam yang di pegang, menunjukan isi nya yang adalah sebuah cincin. Sehun berkata sambil terus menatap bayangan nya di cermin, seperti itu adalah lawan bicara nya. Dia sedang mempraktekan bagaimana cara dia akan melamar kekasih nya yang akan bertemu nanti.

" tidak, itu tidak terdengar tulus ", Sehun menolak kalimat nya sendiri.

Sehun kemudian mencoba untuk mengubah posisi nya jadi berlutut, tapi dia begitu kaku hingga tidak jadi.

" Aishh! Ini tidak akan berhasil ",

Melihat kembali pada kaca, Sehun melihat dengan begitu serius. Beberapa saat diam, sampai dia membuka kotak cincin yang sudah tertutup itu.

" menikahlah dengan ku ", kata nya.

Senyuman kecil pun akhir nya muncul di wajah pria tampan itu, dia sudah puas juga sudah menentukan kalimat apa yang akan di ucapkan.

" oke ", kembali merapikan kerak kemeja nya sembari menarik nafas dalam, kemudian segera berangkat.

Tiba di kafe yang mana mereka berjanji akan bertemu disana, orang yang membuat janji belum ada bayang nya disitu. Bukan terlambat, tapi Sehun mungkin yang terlalu bersemangat. Mereka berjanji akan bertemu jam enam, dan ini baru jam empat.

Sehun memilih untuk menunggu di luar. Dia tidak langsung masuk, pada hal sekarang ini adalah musim dingin. Sebenar nya pria itu begitu gugup. Kalau duduk diam, rasa nya dia tidak bisa. Jadi Sehun menunggu sambil berjalan di tempat nya, sembari menghilangkan rasa gugup.

Bukan hanya lumayan lama Sehun menunggu, tapi sangat lama. Wanita itu terlambat dari jam janjian mereka. Ini sudah jam delapan, arti nya dia terlambat dua jam. Bayangkan Sehun yang terus berdiri di luar dalam cuaca dingin seperti ini, tubuh nya seperti membeku. Sehun terus saja menggosokan kedua telapak nya, juga meniup supaya merasa hangat.

Karna tak tahan lagi, Sehun berniat untuk menelpon wanita itu menanyakan keberadaan nya. Baru akan mengeluarkan ponsel, tepat saat itu yang di tunggu datang. Sehun yang melihat nya pun merasa lega, penantian nya usai sudah. Tapi wanita itu datang dengan berlari dan langsung masuk begitu saja ke dalam kafe melewati nya, bahkan mungkin dia tidak menyadari kehadiran Sehun.

Dari tempat nya Sehun melihat ke dalam kafe yang dinding nya terbuat dari kaca itu hingga tembus pandang pemandangan nya, terlihat jelas air wajah wanita itu panik. Sehun tertawa kecil ketika memperhatikan nya yang bertanya pada karyawan-karyawan disana, sudah pasti dia menanyakan tentang nya. Mendapat gelengan kepala dari para karyawan, terlihat wanita nya itu frustasi.

Tak ingin membuat nya frustasi lebih lama, Sehun segera melangkah untuk masuk mendatangi nya. Tapi kaki nya tidak bisa di gerakan, seperti membeku. Bersusah payah menggerakan kaki nya, akhir berhasil. Namun, tubuh nya langsung menggigil. Seluruh tubuh nya merasa dingin dua kali lipat dari tadi. Seperti rasa dingin itu menyebar ke seluruh tubuh nya dengan cepat.

Scars Deeper Than LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang