keping 3; sepucuk surat🍁

865 43 0
                                        

Happy reading...

Flashback on.

"ini apa?" Tanya alisya seraya menatap amplop yang disodorkan oleh Azka.

"Bukalah saat kamu sudah masuk" jawab Azka datar.

Alisya menerima amplop itu, lalu keluar dari mobil. Azka tak menatapnya lagi, kini pandangannya hanya fokus ke depan. Mobil nya mulai melaju menjauh dari perumahan itu.

Alisya memasuki rumah, segera menuju kamarnya.
Alisya membuka perlahan amplop yang diberikan oleh Azka. Hatinya berdegup kencang, kini keringat dingin mulai menjalar di tangannya.

Dalam surat itu, Azka menuliskan semua isi hatinya kepada alisya. Tanpa memperdulikan apakah surat itu akan membuatnya terluka, "ini maksudnya apa?" Tanya nya.

Surat itu berisi bahwa Azka ingin membatalkan pernikahan mereka. Meminta alisya untuk bicara pada Monik. Azka kini sedang menanti kedatangan seseorang yang ia cinta. Lalu kenapa harus ia? Tanpa di sadari buliran air mata turun membasahi pipi, hati nya sakit. Untung saja Azka membicarakan nya lewat surat, entah apa yang ia rasakan jika Azka sendiri yang bicara. Hatinya mungkin sudah hancur menjadi kepingan kecil.

"Mafii qolbi gairullah" alisya bergumam. Menyadarkan nya bahwa hati ini hanya milik Allah,

Menetralkan napasnya yang kini terasa sesak, apakah pernikahan nya akan berakhir disini?
Bahkan pria itu menuliskan dengan jelas, bahwa dirinya tak di inginkan.

Flashback off.
_ _ _

"Kenapa tidak sekalian buat toko bakery saja, nak Al?" Suara Pram membuyarkan lamunan nya. Baru saja alisya mengingat kembali keputusan nya tiga hari lalu sebelum pernikahan. Hal yang tak pernah alisya duga.

"Belum kepikiran yah," jawab alisya ramah.

"Iya Al,kue kamu ini enak. Pasti ramai jika kamu buka toko" Monik mencoba kue buatan alisya untuk kesekian kalinya.

Alisya hanya tertawa kecil, sekilas menatap Azka yang kini sedang memakan kue buatannya. Azka akui kue buatan Alisya memang enak.

"Kita pamit dulu, mah" Azka berdiri dari kursi.

"Loh, gak sekalian makan malam di sini aja?" Tawar Monik.

"Nanti aja mah, alisya terlihat lelah hari ini" azka menatap alisya yang kini sudah ikut berdiri di sampingnya.

Mata alisya terlontar kaget, sejak kapan dia bilang bahwa dirinya lelah? Apakah ini alasan Azka saja agar bisa segera pulang.

"Ya sudah, hati-hati di jalan"

Azka berpamitan kepada Monik dan Pram, di susul oleh alisya. Mereka sudah masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan rumah berwarna abu itu.

Azka memasukkan mobil nya ke dalam garasi, mematikan mesin mobil dan keluar di susul oleh alisya yang kini mengikuti Azka. Pintu rumah terbuka, Azka menyalakan lampu ruang tamu dan segera menuju kamarnya yang berada di lantai atas.

"Aku ingin kamu berhenti melakukan pekerjaan selayaknya istri. Aku tidak ingin terbiasa dengan semua itu" ucap Azka penuh penekanan.

Kini dalam pikirannya hanya menanti sosok perempuan itu kembali ke tanah air.
Alisya mendongkak, kaget dengan apa yang dilontarkan suaminya.
Azka berbalik dan melangkah kan kaki menuju tangga, sebelum langkah nya di hentikan oleh alisya.

"Aku tau kamu masih menunggu perempuan itu. Tapi, izinkan aku untuk membuatmu jatuh hati dalam satu Minggu ini." Alisya menatap Azka dengan penuh harapan.

Azka tak berbalik, dia melanjutkan langkah nya menuju kamarnya dan menutup pintu. Di balik pintu, Azka memikirkan apa yang baru saja dia dengar. Apa keputusan Azka selanjutnya? Apakah dirinya memang sudah mulai menyukai alisya?

Alisya memasuki kamar nya, membersihkan diri dan mengambil wudhu sebelum kembali ke kasur.
Apa yang akan di lakukan nya besok, apakah keinginan Azka akan dilakukan alisya? Atau kah keinginan alisya yang akan terpenuhi oleh Azka?

Kini mereka saling memikirkan satu sama lain, berbaring di kasur bersamaan dan mendesah bersamaan pula. Alisya menatap foto pernikahan nya yang kini dipajang di lemari, Azka tersenyum. Apakah dulu Azka memang benar-benar tidak ingin pernikahan ini terjadi?

***

"Ada yang bisa mbok bantu, non?" Tanya Bu dini yang selalu membantu nya di rumah.

Jauh sebelum mereka menikah, Bu dini dan suaminya sudah lama bekerja di rumah Azka. Tidak enak jika harus memecat mereka setelah Azka menikah, mereka juga bisa membantu alisya saat ingin di antar oleh pak Slamet.

"Enggak ada mbok, semua makanan nya tolong di taruh di meja makan saja." Alisya tersenyum ramah. Menunjuk makanan dengan mata nya. Dan tangan yang sudah memegang kantong sampah.

"Baik non"

Alisya melenggang pergi, melewati Azka yang kini tengah menonton film.

"Kamu mau kemana?" Tanya nya.

"Buang sampah," Seraya kembali berjalan.

Alisya membuang sampah sisa makanan kemarin ke tempat sampah yang berada di depan rumah.
Lalu kembali berjalan ke dalam.

Di saat akan mengunci pagar, mobil sedan hitam berhenti di depan rumah. Alisya memastikan siapa yang datang berkunjung sepagi ini.

"Assalamualaikum"

"Wa'alaikumsalam" alisya menautkan alis saat pria yang berada di mobil itu turun menghampiri nya.

"Siapa ya?"

"Kamu tidak akan mengenaliku, namun aku sangat mengenal betul siapa dirimu"

"Saya Azzam, sepertinya Allah merestui kita berjodoh," alisya masih bingung.

"Jangan terlalu banyak berkhayal. Dia istriku, cari saja wanita lain yang bisa kau ganggu." Lontar Azka dari belakang punggung alisya.

Azka mengampiri mereka dan menggenggam erat tangan alisya di hadapan pria tersebut.

Pria itu hanya tersenyum ramah.

Azka menarik tangan alisya menjauh dari pria asing itu yang kini sedang membuat istrinya bingung.

"Apa kamu mengenal nya?" Tanya Azka melepas tangannya.

"Bagaimana aku mengenalnya, jika wajahnya saja tak pernah ku lihat" singkat alisya.

Azka berjalan ke meja makan meninggalkan alisya yang masih bingung. "Cepat makan. Kalau tidak makanan nya akan dingin" ucap Azka yang sudah duduk di kursi.

Alisya mengangguk dan berjalan menghampiri sang suami. Alisya menyendok kan nasi ke piring Azka beserta lauknya. Alisya tertegun melihat sang suami, kini dirinya memiliki kesempatan untuk makan di meja yang sama.

Apa kini Azka mulai membuka hati untuk alisya? Jika benar, jangan sakiti dia dengan tulisan mu lagi? Rasanya sakit meski hanya sebatas surat.

See you next part.

SecretCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang