keping 8; kemurahan hati🍁

690 31 1
                                        

Happy reading...

Azka terbangun dari tidur nya dan menoleh ke arah samping dimana alisya tertidur. Mata nya mengerjap tak menemukan gadis itu. Kemana kiranya alisya sepagi ini.

Dia menyikap selimutnya dan beranjak dari tempat tidur dan mencari keberadaan alisya. Pertama dia mencari di kamar mandi yang berada di dalam kamar.

"Al?"

"Al, kamu di dalam?"

Setelah mengetuk, Azka membuka pintu perlahan dan ternyata tidak ada. Di beralih ke ruang tamu tak ada pergerakan apa pun. Hanya ada mbok dini yang sedang memasak, dan pak Slamet yang sedang asik menyiram tanaman di halaman sambil bernyanyi.

"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya mbok dini.

Azka menoleh, "alisya dimana ya?"

"Saya kira tuan sedang mencari sesuatu, ternyata non Al."

Mbok dini menggeleng tak habis pikir saat sejak tadi melihat Azka yang mondar-mandir mencari sesuatu. Sampai dia cari di kolong kasur, di bawah meja. Seakan mencari benda bukan manusia. Dia kira alisya sekecil itu.

"Nona Al sedang di kamar mandi tuan"

"Kamar mandi?" Beo Azka.

Mbok dini mengangguk," iya. Non Al sedang memandikan Koko tuan."

Azka mendelik. Sejak kapan alisya menjadi baby sister tetangga nya. tunggu! Memang nya tetangga di samping memiliki anak kecil. Setahu nya tidak ada.

"Koko?"

Mbok dini tertawa halus, "haha, iya tuan. Koko kucing baru nya non Al."

"Oh kucing. Kucing?"

Mata Azka membulat saat mendengar kata kucing. Sejak kapan istrinya memiliki seekor kucing. Dia lupa memberitahu alisya bahwa sebenarnya azka sangat geli dengan kucing. Tanpa memberitahu alisya sudah lebih dulu membawa hewan berbulu itu.

"Haha, iya tuan. Non Al minta saya bawa kucing dari kampung." Info mbok dini.

Selang beberapa menit, alisya keluar dari kamar mandi yang tak jauh dari dapur. Tangannya kini tengah sibuk membawa seekor kucing berwarna putih dengan totol hitam dekat hidung nya yang menambah kesan manis. Dan jangan lupakan bulu lebat nya yang menutupi mata, mbok dini sengaja membawa kucing jenis anggora.

 Dan jangan lupakan bulu lebat nya yang menutupi mata, mbok dini sengaja membawa kucing jenis anggora

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Eh mas? Udah bangun?"

"Sudah"

Alisya hanya menoleh sekilas tanpa mau menatap lama suaminya itu yang kini sedang melongo. Ini pertama kali nya dia melihat alisya yang sibuk mengurus kucing ketimbang dirinya. Bahkan dulu saat bersama haylan, gadis itu sama sekali tidak menyukai kucing.

"Itu apa?"

Azka menghampiri alisya yang berada di luar. Mata nya menangkap benda asing yang berada di genggaman alisya.

"Ini?"

"Ini parfum,"

Alisya menunjukkan parfum itu di depan Azka.

"Wangi kan?"

Azka mengangguk. Bahkan parfum Koko lebih wangi dari parfum nya.

"Kok masih di sini. Sana mandi!"

Suruh alisya pada suaminya yang sibuk melihat kucing peliharaan nya. Azka menoleh dan dengan tiba-tiba mengusap ujung kepala alisya dengan halus.

"Iya, sayang."

Setelah itu Azka melesat pergi tanpa mau melihat alisya yang sekarang sedang tersipu malu. Apa katanya sayang? Sejak kapan suaminya menjadi semanis ini.

***
"Al?"

"Hmm"

Azka berkacak pinggang melihat alisya yang sedang asik menonton tv dengan Koko kucing baru nya. Alisya terus mengusap kucing sambil sibuk menonton tv.

"Pus,pus. Kamu bikin aku iri"

Azka menatap nanar kucing yang sekarang masih di pangkuan istrinya itu. Seakan kini kucing itu menjadi pemecah Diantara mereka, lihat saja sekarang alisya bahkan mencium kucing nya dengan gemas. Kapan terakhir ia di Elus seperti itu, seperti nya tidak pernah?

"Al!"

"Hmm"

Azka mulai geram, dia menghampiri mereka dan duduk di sebelah sofa dengan alisya. Tangannya menyentil kuping kucing yang berada di pangkuan alisya, kerena kaget kucing itu langsung loncat dan berlari keluar.

"Mas. Ih, kasian" runtuk alisya.

"Kali-kali gantian aku yang kamu Elus."

Kepala nya ia sandarkan di pangkuan alisya, dia memegang tangan kiri alisya dan meletakkan nya di kepala. Azka mengelus kepalanya sendiri dengan tangan alisya. Mencontoh kan cara mengusap kelapa orang yang benar.

Alisya tersenyum geli saat melihat suaminya ternyata cemburu hanya karena seekor kucing. Tumben sekali suaminya ini melendoti nya , biasanya ia selalu sibuk dengan laptop dan berkasnya.

"Kamu gak kerja?"

Azka menoleh ke atas, melihat wajah alisya dari bawah. Hati nya merasakan kesejukan yang sesungguhnya. Bahkan tangan alisya sangat lembut di atas rata-rata orang yang selalu bekerja. Ditambah alisya sering sekali mencuci baju dengan tangan meski sudah ada mesin cuci, tapi tangan nya tak kasar. Ia sangat senang melihat alisya sedekat ini.

"Aku ambil cuti."

"Cuti? Kenapa?"

Azka sedikit terkekeh, "hari ini aku ingin menghabiskan waktu dengan mu."

Gombal. Alisya langsung menutup mata Azka yang kini menatap nya, dia tidak bisa lagi menahan getaran dalam hatinya. Rasanya jantung alisya tidak bisa terkontrol lagi, dia selalu berdentum di saat Azka mengatakan hal manis untuk dirinya.

"Kok di tutup?" Ucap nya seraya menepis tangan alisya dan kemudian menggenggamnya.

"Biar mata kamu gak keluar. Habis liatin aku gitu banget,"

Azka terkekeh dan sekarang tangannya memegang pipi kanan alisya, membuat wanita itu ingin pergi secepat nya dari hadapan suaminya itu. Dia benar-benar malu.

"Kamu cantik sih, jangan salahin aku."

"Ekhem!!"

Mbok dini datang menghampiri mereka, dengan cepat Azka membenarkan posisinya jadi duduk. Malu dengan tingkah nya sendiri, bahkan sampe lupa bahwa mbok dini sejak tadi masih ada di dapur melihat mereka. Udah kek dunia memiliki mereka sendiri, dan yang lainnya hanya mengontrak.

"Mbok?"

"Maaf ganggu tuan, hehe. Mbok mau kasih tau non Al kalau bahan-bahan dapur habis."

Alisya tersenyum, dia ingin sekali tertawa. lihat saja sekarang Azka tertunduk malu dengan tangan yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jadi, impas kan sekarang.

"Ekhem. Iya, nanti biar saya dan alisya yang membeli bahan-bahan dapur mbok." Ucap nya dengan deheman, mengontrol rasa malu nya itu.

"Baik tuan." Ucapnya lalu kembali lagi ke dalam. Tanpa menoleh lagi ke arah mereka yang sekarang saling berpandangan tak karuan dengan tawaan kecil. Mbok dini juga pernah muda, dia juga tau bagaimana rasanya jatuh cinta saat bersama suami nya dulu. Mbok dini jadi malu sendiri saat membayangkan masa Muda nya.

"Kenapa, Bu?" Tanya pak slamet yang datang dengan tiba-tiba. Sebenarnya bukan tiba-tiba, mbok dini nya saja yang tak melihat suaminya itu melewati nya sejak tadi.

"Bukan apa-apa,pak." Katanya seraya terkekeh.

***

Jangan lupa vote and comen 👌
Salam rindu; pecinta halu 🦋

SecretCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang