keping 5; percakapan sore🍁

727 35 0
                                        

05, September 2021

Assalamualaikum semua👋
Ada yang nunggu secret up gak nih??
Maaf ya aku baru sempet sekarang 😁

Teteh ku nikah hari ini, minta doa nya dari kalian ya💐🤗

Happy reading...

"Sedikit ke sebalah kanan, Don"

"Di sini mbak"

Aliya mengangguk saat bingkai foto pernikahan nya di pajang di kantornya. Sebenernya alisya yang tadi akan menggantungkannya, namun saat karyawan nya Doni masuk. Akhirnya Doni menawar kan diri.

"Makasih Don"

"Iyah mbak, Sama-sama,"

Doni karyawannya langsung keluar dari ruangan alisya setelah selesai mengerjakan nya.

"Bagus."

Alisya menatap bingkai yang sudah terpasang. Pernikahan mereka mungkin karena di jodohkan, namun tidak ada yang tau kapan dan dimana cinta itu tumbuh. Setelah merasa cukup puas memandangi foto pernikahan nya, ia memutuskan untuk keluar. Dan menemui Naira

"Ada kemajuan, nai"

Naira menoleh ke arah sumber suara itu, "makasih mbak."

Alisya mengedarkan pandangannya. Baju pernikahan yang berbeda model kini terpampang di jendela butik nya. Ditambah butik alisya akan mengeluarkan model baju yang baru lagi setiap Minggu nya.

"Nai, ke kafe yu?" Ajak alisya.

Naira masih sibuk menggambar sketsa baju nya, "kenapa mbak?"

"Temenin ke kafe. Mau gak?" Ajak alisya kembali.

" Hehe. Enggak deh mbak. uang saku Naira habis," ucap Naira cengengesan Karena malu.

"Gak apa-apa. Biar saya yang teraktir"

Mata Naira membola, "beneran mbak?" Tanya nya memastikan.

Alisya mengangguk. Mendengar kata traktir membuat senyum Naira mengembang hebat. Di berdiri dari kursi, membereskan pekerjaan nya dan menggandeng tangan Alisya keluar. Alisya terkekeh dengan perilaku karyawan nya ini.

Setelah sampai di cafe. Naira segera memanggil waiters untuk membawakan buku menu. Dia memesan kopi latte dan nasi goreng seafood karena dia tidak sempat makan dan memesan kan jus jeruk bersama roti bakar rasa coklat untuk alisya.

"Silahkan di tunggu, mbak." Ucap waiters masuk kembali ke dalam.

"Trus itu gimana mbak? Tentang model baju pengantin. Beneran mau di pajang yang warna purple dulu?" Tanya Naira memulai obrolan.

"Iya, rencananya gitu. Tapi bagus kan untuk warna nya?"

"Bagus kok mbak,"

"Kalau saya nikah, saya mau pake baju rancangan mbak sendiri boleh?"

Alisya menoleh, "boleh. Emang udah punya calon nya?"

Naira menggaruk pelipisnya yang gatal, "belum sih mbak. Jaga-jaga aja"

Alisya mengangguk masuk akal. Lalu mengambil selembaran kertas dari dalam tas nya. Dan manaruh nya di meja. "Kalau model yang ini. Kamu mau?"

Naira melirik selembar kertas itu. Ternyata selembar an itu adalah sketsa baju pengantin yang alisya buat. "Iiih. Bagus mbak, bagus baget" Naira antusias.

Sebenernya sketsa baju yang alisya buat adalah rancangan nya sendiri untuk baju pernikahan nya. Namun, karena tidak sempat untuk menjahit nya alisya memutuskan untuk mencari baju pengantin di toko yang lain.

Suara bel di dekat pintu kafe berbunyi. Alisya menoleh melihat siapa yang datang. Mata nya bersinar dan kini tangannya melambai untuk menarik perhatian nya.

"Haylan!"

Wanita itu yang ternyata haylan menoleh ke arah suara itu, "alisya?. Hai" haylan melambaikan tangannya dan menghampiri meja mereka.

"Sini gabung," tawar alisya.

"Gak apa-apa, kalau aku gabung?" Tanya haylan saya melihat Naira yang berada di kuris depan alisya.

"Ga apa-apa kok. Sini-sini gabung, biar seru." Ucap Naira.

Haylan tersenyum lalu duduk di samping mereka. Bentukan dari cafe ini sama hal nya dengan restauran. Meja satu dengan kursi yang sedang empat.

Selang beberapa menit, waiters datang membawa pesanan mereka.

"Silahkan dinikmati," ucap waiters itu sambil menaruh pesanan mereka.

"Terimakasih,"

"Terimakasih"

Ucap Naira dan alisya serempak.

"Mbak nya mau pesan apa?" Tanya waiters itu pada haylan yang baru datang.

Haylan menyodorkan tangannya meminta buku menu,"saya pesan ini sama ini saja."

"Baik. Mohon di tunggu ya mbak." Waiter itu kembali mengambil buku menu dan melangkah meninggalkan meja mereka.

"Mbak, mau cobain gak?" Tawar Naira untuk nasi goreng seafood nya.

"Boleh. Boleh"

Alisya menarik sedikit cadar nya ke samping dan menyantap nasi goreng Naira, "enak nai." Ucap alisya setelah selesai menguyah.

"Kalau yang itu enak gak mbak?" Tanya Naira menunjuk roti bakar alisya.

"Kamu mau coba?"

Alisya menyodorkan roti bakar itu pada Naira. Senyum-senyum dan mengangguk sambil tak henti nya menguyah, "ini juga enak." Ucap nya.

Haylan yang berada di sana hanya memperhatikan mereka saja. Tak ingin mengganggu alisya dan temannya itu. Mata haylan akhirnya menangkap sebuah cincin dengan mata berlian terselip di jari kanan alisya.

"Kamu udah nikah?"

Alisya menoleh ke arah tatapan haylan. Dia melihat cincin alisya, "iya. Belum lama ini" ucap nya malu-malu.

Bukan bermaksud tidak ingin mengundang haylan. Hanya saja saat Alisya kerumah sahabatnya itu, haylan sudah pergi ke Paris. Niat nya untuk mengundang haylan waktu itu terpaksa pupus.

"Maaf ya. Aku gak bisa hadiran nikahan kamu," ucap nya tak enak.

Alisya tersenyum, "iya. Gak apa-apa kok. Sekarang ketemu kamu aja aku udah seneng."

"Hmm. Jadi gak enak" ucap nya putus asa.

"Gak papa mbak. Nanti aja datang nya tujuh bulanan mbak Al," canda Naira tersenyum jahit pada alisya.

Alisya langsung melotot, "apaan sih kamu nai" ucap nya malu-malu.

Pernyataan Naira membuat pipi alisya kini merona merah. Untung saja dia menggunakan cadar, jika tidak Naira pasti mengolok-olok nya.

"Tapi, bener temen kamu ini." Haylan memegang pundak alisya dan tersenyum ikut menggoda.

"Ih. Kalian apaan sih!" Runtuk alisya.

Pikiran alisya kini hanya berfokus pada hubungan nya saja. Azka memberi kesempatan kepada nya saja sudah membuat nya senang. Dan masih jauh untuk berpikir untuk punya anak. Memikirkan nya saja membuat nya tak karuan. Saat dimana nanti dia akan menggendong anaknya dan menunggu Azka pulang dari kantornya. Dan makan bertiga bersama anaknya layaknya keluarga bahagia. Alisya benar-benar menantikan hal itu.

***

Jangan lupa vote and comen 👌
See you next part...

SecretCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang