Chapter 5

1K 107 14
                                        

"Nnnn"

Moonbin terlihat mulai sadar dari tidurnya. Ah kepalanya terasa berdenyut sakit dan badanya juga sakit semua. Eoh apa itu dihidungnya? Apakah dia mimisan?

Perlahan diambilnya sebuah kapas yang ada di lubang hidungnya sebelah kiri. Namja cantik itu mencoba untuk duduk, dirabanya keningnya yang terasa berdenyut dan benjol. Ah ini semua gara-gara namja Jung gendut itu!

Namja cantik itu mulai memperhatikan keadaan di sekitarnya. Dirinya tengah duduk di sofa empuk berwarna hitam, di sebelah kirinya terdapat sebuah meja dengan beberapa tumpuk buku di atasnya. Terdapat sebuah jas berwarna putih yang menggantung di dinding, membuat namja putih itu mendekat dan membaca name tag yang ada di dada sebelah kiri jas itu.

Dr. Kim Woobin?

"Kau sudah sadar?"

Moonbin terlonjak kaget mendengar suara seseorang yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya. Jung Yunho. Namja itu berdiri angkuh di depan pintu dengan tangan terlipat di dada, aura mengintimidasi menguar kuat dari tubuhnya. Moonbin merasa risih dengan pandangan tajam namja bermata musang itu. Dengan cepat diraihnya tas selempangnya yang ada di sofa dan beranjak dari ruangan itu.

Srett

"Yah! Mau kemana kau? Setidaknya ucapkan terima kasih pada orang yang sudah menolongmu! Namja tak tahu aturan!"

Moonbin sedikit meringis ketika merasakan lenganya diremas kuat oleh Yunho. Dihempaskanya tangan Yunho kuat-kuat kemudian dia mulai berbicara menggunakan bahasa isyarat. Yang tentu saja tidak dimengerti oleh namja Jung di depanya.

"Yah aku tidak mengerti apa yang kau katakan, pakai ini"

Yunho memberikan sebuah kertas dan pulpen kepada namja cantik itu yang langsung menuliskan sesuatu di sana.

'Ne terima kasih Tuan Jung karena telah membuat hariku sial. Terima kasih karena telah membuat hidungku mimisan dan kepalaku benjol. Semoga Tuhan membalas perbuatan baik Anda'

Namja cantik itu kemudian menyerahkan kertas itu pada Yunho. Namja bertubuh beruang itu menerimanya dan langsung membacanya. Muncul kerutan di keningnya, emosinya kembali naik, diremasnya kertas itu kuat-kuat.

"Neo!"

Tap tap tap

"Yunho-ah apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak?"

Seorang namja tinggi kurus memasuki ruangan itu. Namja itu memakai jas dokter berwarna putih seperti yang tergantung di dinding. Ditanganya terdapat seekor anjing kecil yang kakinya tengah diperban.

Namja itu adalah Kim Woobin suami dari sepupu Yunho, Jung Jessica. Woobin adalah seorang dokter hewan, kebetulan kejadian tadi terjadi di dekat klinik Woobin. Klinik dimana Yunho sering membawa Jiji untuk cek kesehatan.

"Ah mianhae hyung. Aku akan pergi sekarang, ada rapat di kantor. Gomawo atas bantuan hyung. Aku pergi dulu ne? Salam untuk Sicca"

"Ne hati-hati Yunho-ah"

Yunho menyeret Moonbin keluar dari klinik itu lewat pintu belakang. Dimasukanya tubuh kurus Moonbin ke dalam mobil mewahnya kemudian dia juga masuk dan duduk di kursi kemudi.

"Kau benar-benar namja tidak tahu terima kasih. Semua ini tidak akan terjadi jika kau tidak berlari duluan. Jadi ini salahmu bukan salahku"

Moobin memandang wajah tampan Yunho tidak suka. Semuanya salahnya?

"Dan sekarang kau ikut aku ke Jung Corp. Mulai saat ini kau adalah sekretarisku. Jangan mencoba lari lagi atau kau akan merasakan akibatnya"

Yunho langsung mengunci pintu mobil itu ketika dilihatnya namja cantik di sampingnya berusaha keluar. Moonbin memandang Yunho benci dengan mata bulatnya yang dibuat setajam mungkin. Haha Sorry Kim, you didn't look scary at all.

MAGENTA *COMPLETETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang