Chapter 29

1.1K 120 13
                                    

Back to Korea

"Tuan Park tolong berikan klarifikasi tentang tuduhan penggelapan uang negara yang anda lakukan"

"Apakah berita itu benar?"

"Bagaimana dengan nasib perusahaan Park yang diberitakan bangkrut?"

"Apakah anda akan melakukan pembelaan?"

"Tuan Park tolong katakan sesuatu"

"Tolong beri jalan! Minggir!"

Hiruk pikuk terjadi di depan loby Park Ltd. Para pencari berita tidak berhenti mengerubungi Mr Park untuk menggali fakta setelah munculnya suatu artikel di dunia maya yang membeberkan korupsi yang dilakukan namja tua bermarga Park tersebut. Mr Park hanya bisa diam. Beberapa saat kemudian muncul beberapa orang berjas rapi dan langsung menunjukan surat penangkapan untuknya atas tuduhan korupsi milyaran Won milik negara.

Wuoooo

Clik clik clik

Bunyi jepretan kamera terdengar tanpa henti. Pencari berita itu semakin menjadi ketika melihat peristiwa itu. Keadaan semakin kacau balau.

.

.

Di sebuah mobil Lexus hitam yang terparkir di depan Park Ltd....Tiga orang namja tengah menyeringai senang melihat namja tua botak keluarga Park itu digiring menuju mobil KPK Korea (emang ada ta? Hahaha).

"Cheers!"

Ketiga orang itu bersulang dengan tiga buah kaleng jus jeruk di tangan masing-masing. Ini masih terlalu siang untuk mabuk-mabukan. So...yeah gitu deh...

Setelah dua tahun ini Changmin dan Kyuhyun bergulat siang malam untuk mengorek informasi untuk menjatuhkan Mr Park, usaha mereka membuahkan hasil. Mereka berhasil masuk ke system keuangan negara dengan kejeniusan mereka dan menemukan kejanggalan yang menuntun mereka pada fakta yang menunjukan bahwa Mr Park telah melakukan korupsi besar-besaran.

"Yeyy selamat tinggal mobil lama and welcome to me mobil baru hahaha" Kyuhyun tertawa lebar.

"Kita juga akan liburan ke Hawaiii baby~" Sungmin memekik gembira

"Marry me!" tiba-tiba Kyuhyun berteriak lantang

"Kyaaaaa~" Sungmin menubruk kekasihnya

Changmin tersenyum melihat tingkah dua sahabatnya. Namja jangkung itu menyalakan mobilnya dan beranjak dari tempat itu.

'Umma tugasku sudah selesai...'

.

.

.

"AAAARRGHHHHHHH"

Teriakan itu hanya dipandang remeh oleh semua orang. Karam menangis keras ketika kuku terakhirnya tercabut. Tangan dan kakinya berdenyut sakit dan mengucurkan darah segar.

"Hikss...hiksss ampun....tolong...lepaskan aku...hiksss"

"Ugghh...hoekk!"

Mrs Jung memutar bola matanya jengah melihat Ren yang tidak berhenti muntah. Namun terbesit rasa iba ketika melihat adik iparnya itu sudah lemas dan wajahnya pucat pasi. Hahh~ padahal dia masih belum puas.

"Jiwon-ssi"

"Ne Heechul-ssi"

"Saya rasa sudah cukup. Saya akan pamit sekarang, kasihan dongsaeng saya sudah lemas"

Jiwon melirik seorang namja cantik yang pucat duduk di samping Mrs Jung. "Baiklah Heechul-ssi. Tapi saya masih belum puas"

"Oh anda bisa melanjutkanya Jiwon-ssi. Saya percaya pada anda" senyum Mrs Jung

MAGENTA *COMPLETETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang