Chapter 6

914 104 26
                                        

"Hmppht"

"Yah Boa-yah berhentilah tertawa" ucap Yunho

"Haha tapi mukamu lucu sekali Yunho-ah"

Boa kembali tertawa sambil membersihkan wajah Yunho dengan alkohol. Tepat setelah Yunho berteriak kesetanan, Boa datang untuk mengajak Yunho makan siang. Namun yeoja mungil itu sangat kaget melihat wajah Yunho yang belepotan tinta serta seorang namja yang tengah memandang Yunho nyalang tanpa merasa berdosa. Boa langsung menyuruh namja itu pergi sebelum Yunho meledak dan menubruk namja itu seperti beruang mengamuk.

"Jja sudah selesai"

"Hmm gumawo. Apa kau sudah lapar? Ayo kita makan aku yang traktir"

"Ne~ kajja"

Boa bergelayut manja di lengan kekar Yunho, mereka berjalan menuju restoran terdekat untuk makan siang.

.

.

.

Malam harinya

Brukk

Yunho menghempaskan tubuhnya yang lelah di sofa depan televisi. Hari ini sungguh melelahkan, tanpa terasa hari sudah beranjak petang. Kulihat Jiji tengah asyik bermain dengan mainan tikus yang aku belikan beberapa hari yang lalu. Yah setidaknya masih ada yang menemaniku di malam minggu ini.

Sebenarnya Boa mengajaku kencan tadi tapi aku merasa tidak mood jadi aku menolaknya. Aku benar-benar merindukan istriku sekarang. Malam minggu seperti ini biasanya kami akan makan malam romantis di balkon atau pergi ke sungai Han untuk sekedar jalan-jalan. I think I need Joongie time now. Perlahan kupejamkan kedua mataku dan berusaha untuk rileks.

'Yunnie~'

Terdengar suara halus seseorang menyapa gendang telingaku. Aku tersenyum

"Waeyo Boo?"

Jangan berpikiran yang aneh dulu, aku tidak gila. Namun hal ini sudah menjadi kebiasaan bagiku ketika aku merindukan sosok istriku yang tercinta.

'Apa Yunnie lelah?'

"Ne Boo, Yunnie lelah sekali~"

'Hihi arraso Boojae akan memijat Yunnie agar capeknya hilang'

Kurasakan tanganya yang mungil mulai menyentuh pundaku lembut kemudian memijatnya. Mungkin ini terdengar mustahil, namun aku benar-benar merasakanya seolah halusinasiku ini nyata. Beberapa saat kemudian aku mulai merasa mengantuk. Kurebahkan tubuhku diatas sofa masih dengan mata yang terpejam.

"Kemarilah Boo aku kedinginan"

Aku menepuk tempat kosong di sampingku, kurasakan tubuh istriku yang ramping memeluk tubuhku yang besar. Ya Tuhan aku benar-benar merindukanya

"Boo..."

'Hmm?'

"Jangan tinggalkan aku. A-Aku tidak sanggup menjalani hidupku sendirian"

Tanpa terasa liquid bening itu mengalir dari mata musang yang tajam itu. Namja yang selalu dikagumi, dihormati bahkan dipuja oleh banyak orang itu terlihat sangat rapuh sekarang. Sebuah kelemahan kecil mampu meruntuhkan keagungan seorang Jung Yunho. Dan kelemahan itu adalah Jung Jaejoong.

'Joongie tidak akan pernah meninggalkan Yunnie. Joongie selalu ada disini' namja cantik itu menunjuk dada kiri suaminya

Yunho semakin menangis tersedu, dipeluknya tubuh mungil istrinya dengan erat.

"Aku mencintaimu..."

Jaejoong tersenyum 'Nado Yunnie...Nado...'

Yunho membuka matanya dan sosok cantik itu menghilang. Namja tampan itu tidak menemukanya di dalam pelukanya. Jung Jaejoong memang sudah pergi...membawa kebahagiaan Yunho bersamanya...

MAGENTA *COMPLETETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang