Srett
"Apa yang kau lakukan disini? Mengapa tidak tidur hm? Kau akan kedinginan nanti" Mr Jung menyampirkan sebuah selimut pada tubuh istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Ani eopsseo. Kau sendiri malah tak pakai baju" Mrs Jung melirik Mr Jung yang hanya memakai boxer warna hitam.
"Malas"
"Aigooo jja kita tidur aku mengantuk sekarang"
Aku meraih tangan suamiku dan menuntunya kembali ke kamar. Sebelum itu aku mengirim sebuah pesan singkat kepada namja evil kesayanganku.
Send
.
.
.
Ceklung
Changmin menghentikan acaranya nonton film "ehem-ehem" ketika mendengar ponselnya berbunyi.
"Umma?"
Hehehe. Namja yang dijuluki Lord Voldemin itu menyeringai ketika membaca sms dari ummanya.
Pembalasan akan dimulai
.
.
.
Esok harinya...
Pipip pipip pipip
Yunho terbangun ketika mendengar jam di sampingnya berbunyi. Plakk. Jam itu akhirnya berhenti berkicau. Yunho bangun dari tidurnya dan berjalan menuju dapur karena tenggorokanya terasa kering. Yunho baru saja akan mengambil air di kulkas ketika melihat sebuah note imut tertempel di pintu kulkas.
'Anda tidak boleh minum air dingin dan kopi! Anda bisa membuat teh hangat saja agar lambung anda dalam keadaan baik. Jika anda lapar anda bisa makan bubur yang sudah saya siapkan'
Yunho menutup kembali pintu kulkas itu dan beranjak menuju dapur. Terdapat sepanci bubur ayam di atas kompor, Yunho memanaskanya kembali. Namja tampan itu juga memasak air dan menyeduh teh bunga krisan. Setelah beberapa menit Yunho berjalan menuju meja makan dengan bubur dan teh krisan di tanganya. Dan sekali lagi dia menemukan sebuah note serta obat di sana.
'Ini adalah obat dari dokter. Anda harus meminumnya 3x1 sehari hingga sembuh atau maag anda akan datang lagi'
Yunho mulai memakan bubur yang telah dipanaskanya tadi. Namja berkulit tan itu tahu siapa yang meninggalkan note itu. Pasti orang itu juga yang mengantarkanya kemaren. Yunho telah meminum obatnya ketika bel apartementnya berbunyi. Siapa yang bertamu pagi-pagi begini?
Cklek
"Boa?"
"Ah Yunho-ah gwenchana? Kudengar kau sakit jadi aku langsung kesini"
"Ne. Tapi sekarang sudah baikan. Masuklah"
Boa melepas sepatu boot-nya dan menaruhnya di rak. Mereka berdua berjalan menuju ruang tamu. Namun sebuah pemandangan yang tidak terduga terpampang di depan mereka.
Kim Moonbin tengah tertidur lelap di sofa dan di atas perutnya Jiji juga tengah bergelung dengan nyaman. Hal ini sontak membuat Boa mengernyit tidak suka. 'Kenapa namja itu ada di apartement Yunho? Apakah namja itu tidur di sini? Wae? Dan kenapa Jiji bisa terlihat begitu akrab denganya?' batinya geram.
"Kim Monbin-ssi bangun"
Yunho menggoyang-goyangkan tubuh Moonbin a.k.a Jaejoong tapi namja cantik itu hanya menggeliat sebentar dan kembali melanjutkan tidurnya. Sedangkan Jiji sudah meloncat turun dan berlari menuju dapur.

KAMU SEDANG MEMBACA
MAGENTA *COMPLETE
أدب الهواةKehidupan Yunho tanpa sosok Jaejoong. Muncul beberapa orang yang membuatnya semakin goyah untuk setia. Seorang gadis bernama Boa yang selalu membuatnya nyaman dan juga seorang namja cantik bisu bernama Kim Moonbin yang selalu membuat hatinya berdeta...