Changsub melihat mereka bertiga di parkiran.
"Kenapa tu cewek sampe segitunya, lebay banget..." Changsub lalu menghampiri mereka.
"Lo harus banget sampe nangis kayak gitu..." ucap Changsub tiba-tiba saat mereka sudah berkumpul.
"Bang, kalau lo ke sini cuma buat ngomong yang gak ngenakin mending lo cabut.." ucap Irun.
"Irun yang sopan sama Kak Lee..." ucap Ailee sambil menghapus air matanya.
"Gue mau minta maaf, barang lo jadi rusak. Gue ganti, jadi lo gak usah mewek gitu, lo nangis gara-gara ginian doang?"
"Bang, kalau minta maaf ya udah minta maaf aja, gak usah ada embel-embelnya lagi di belakang..." sekarang Jeje yang ngomong, ia juga kesal.
"Oke, sorry sorry.... Lo berdua juga kenapa sih...."
"Run, gue tetep gak suka sama perlakuan lo tadi ke Lala.."
"Bukan urusan lo...."
"Run, lo...." Changsub udah maju selangkah untuk menarik Irun.
"Udah udah, Run, Je, Ailee mau pulang..." Ailee menengahi Irun dan Changsub.
Irun dan Jeje mengangguk, lalu langsung menuju mobil Jeje, meninggalkan Changsub di sana sendiri.
"Gilak, Irun sama Jeje gak mandang gue siapa emangnya..."
"Santai Bro...." Hong mencoba menenangkan Changsub, Hong baru saja mendekat, ia hanya melihat dari jauh.
"Mungkin emang ada sesuatu kan. Gue juga sama anak-anak tadi kaget Irun marah kayak gitu."
"Jangan langsung ke rumah yaaaah.." pinta Ailee.
"Kenapa Ai?" tanya Irun,
"Kak Hyun di rumah, nanti bakal nanya-nanya kalau liat Ai kayak gini.."
"Yaudah mau ke mana dulu..?"
Ailee yang ditanya hanya memandangi boneka yang sekarang sudah berbentuk tidak jelas, karena udara di dalamnya sudah hilang.
"Argh, damn.... Kenapa gue jadi kepikiran muka tuh cewek sih."
"Kenapa dia harus nangis kayak gitu, itu kan cuma pulpen doang."
Changsub sedang di apartmentnya sekarang.
"Gue juga bisa beliin pulpen kayak gitu sebanyak yang dia mau."
"Run, nanti-nanti jangan kayak gitu lagi yah...." Ailee tau Irun laki-laki yang dingin dan punya aura sulit didekati, tapi Ailee tidak pernah melihat sisi Irun yang marah seperti tadi siang di kantin, itu menakutkan.
"Ailee, takut liat Irun kayak tadi...." Ailee melihat Irun dan Irun hanya mengangguk.
"Jeje juga, serem tau ngeliat kalian kayak gitu tadi..."
"Iya Ai.." jawab Jeje sambil mengelus lembut rambut Ailee.
Mereka sedang berada di taman komplek, hanya berjarak beberapa blok dari rumah.
"Sini pulpen sama bonekanya.." pinta Irun.
"Kenapa..?"
"Udah sini, kasiin ke gue..." Ailee lalu memberikan pulpen dan bonekanya.
Langit sudah gelap, mereka bergegas pulang, mereka tidak mau cari masalah dengan Seo dan Hyunsik karena adik bungsunya belum di rumah.
Kak Lee/gue minta maaf soal tadi yang di kantin/
KAMU SEDANG MEMBACA
w(I')ll Be Here
FanfictionKenyataan pahit yang menampar Ailee seorang gadis cantik dengan segala masa lalu gelapnya, membuat Ailee selalu bersyukur ia memiliki malaikat penjaganya. Memiliki tangan yang selalu siap untuk ia genggam saat ia hilang arah. Memiliki bahu yang sela...
