Be Here 34

10 2 0
                                        

Irun lalu pergi ke luar ia tidak kuat berada di sana, menyadari Ailee sedang kritis karena banyaknya darah yang hilang, ia menyesal harusnya ia tidak hanya melihat tapi benar-benar memastikan kalau darah ditangannya bukan darah Ailee.

Ternyata ada luka yang cukup dalam di tubuh bagian belakang Ailee, sepertinya tertusuk sesuatu saat ia terjatuh tadi, tapi Ailee sendiri tidak sadar karena pikirannya sudah kalut melihat Changsub yang terluka dan darah yang terus keluar dari perutnya.

"Peniel...."

"Bang Seo...."

"Gimana, gimana Ailee...?" tanya Seo panik.

"Masih di ruang operasi...."

"Seo..."

"Minhyuk, gimana Ailee...?"

"Ikut gue, lo udah gak minum kan..?" tanya Minhyuk.

"Ailee masih butuh darah..."

"Ambil darah gue...." Seo mengikuti Minhyuk.

Tinggalah Peniel dan Jeje di ruang tunggu.

Irun sedang menghabiskan rokoknya di parkiran.

"Run...." Ada yang memanggilnya.

"Ta......"

"Makasih kalian udah cepet ngebawa Kak Soebi..."

"Ailee....?" tanya Rista takut-takut.

Irun menggeleng, "Gue gak tau..." jawab Irun sambil mengacak rambutnya sendiri.

"Lo sesayang itu yah sama Ailee...."

"Dia itu malaikat gue Ta....." ucap Irun sambil menatap langit yang entah mengapa mengembalikan ingatannya ke beberapa tahun lalu.

Flashback on.

"Ruuuun, jangan main ke sana, gak boleh kata Kak Seo...." Ucap Ailee kecil.

"Iya Run, nanti kita dimarahin..." Jeje juga memperingati Irun, mereka sedang bermain di pinggir sungai, mereka sedang liburan sekarang.

Orang tua Jeje yang mengajak mereka semua liburan di sebuah villa milik keluarga Yook. Villa yang memiliki halaman luas di depan dan di belakang dengan kolam renang yang besar dan sungai yang mengalir di belakangnya. Mereka liburan untuk merayakan natal dan tahun baru di sana, bulan Desember yang selalu basah menemani mereka.

"Iya Run, sungai itu bisa tiba-tiba meluap kata Om Yook.... Jadi kita jangan main di sana.." Ailee sekali lagi memperingatkan Irun.

"Sini deh, liat banyak ikan-ikan kecil di sini, ada kepiting juga....." teriak Irun.

Ailee dan Jeje tertarik, namanya juga anak kecil. Mereka semua akhirnya malah bermain di sungai sekarang, air yang jernih membuat mereka lupa akan peringatan dari para orang dewasa. Semalam hujan deras turun bahkan sampai dini hari.

Tiba-tiba yang ditakutkan terjadi, tiba-tiba air bah menghantam mereka, Irun tidak bisa berenang ia lalu terbawa arus, Ailee yang melihat Irun terbawa arus, berusaha menolongnya.

"Je, kasih tau Om..." teriak Ailee, beruntung Jeje tetap berada di pinggir sungai.

"Run...." Teriak Ailee, lalu ia melihat kepala Irun menyembul dari dalam air, beruntung sungai ini tidak bergitu besar dan dalam, Ailee berusaha meraih Irun. Akhirnya Ailee berhasil memegang baju Irun, ia lalu berusaha menarik tubuh Irun, mereka akhirnya berhasil menepi. Ailee tidak beruntung, saat akan naik ke daratan, ia terpeleset dan jatuh kembali ke air, Ailee sudah kehabisan tenaga sehingga ia sudah tidak sanggup berenang lagi atau menahan dirinya tetap di situ, ia akhirnya terbawa arus. Irun hanya bisa melihat Ailee yang hanyut sambil menangis.

"Irun...." Teriak Om Yook.

"Di mana Ailee..?"

Hyunsik sudah terjun ke sungai untuk menarik tubuh Ailee, ia melihat Ailee tidak jauh dari tampat Irun berdiri. Om Yook juga kemudian ikut turun ke sungai untuk membantu mereka. Setelah aman di daratan, Ailee langsung dibawa ke dalam villa. Beruntung Ailee kembali bermain keesokan harinya.

"Ailee, terima kasih...." Ucap Irun kecil.

Ailee hanya nyengir menampilkan giginya yang ompong dibagian depan.

"Irun janji, mulai sekarang Irun yang akan menjaga Ailee...." ucap Irun.

Ailee mengangguk lalu memeluk Irun dan mengecup pipi Irun.

"Ailee seneng, Irun gak papa.... Ailee sayang Irun...." Lalu mereka kembali asyik dengan lego di depan mereka.

Flashback off.

w(I')ll Be HereCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang