"Ailee, ayo cepat turun, sarapan sudah siap...."
"Iya Kak Seo..."
Ailee, gadis berumur 20 tahun dengan rambut pirang sebahu lalu turun menuruni tangga, menuju ruang makan, di mana Kak Seo Eunkwang kakak pertamanya dan Kak Hyunsik kakak keduanya sudah siap di sana.
"Hari ini kamu ke kampus sama siapa?" tanya Seo.
"Jeje tadi bilang bakal jemput Ai Kak..."
Ailee lalu mengambil setangkup roti tawar, lalu ia oleskan dengan mentega dan selai coklat kesukaannya.
"Kak Seo dan Kak Hyunsik makan malam di rumah kan..?" tanya Ailee sambil menggigit rotinya.
"Makan dulu yang benar, jangan sambil bicara Ai...." Hyunsik mengingatkan.
"Iya sayang, Kak Seo usahakan untuk makan di rumah, Hyunsik bagaimana denganmu..?"
"Aku juga Kak, lagian pekerjaanku lebih fleksibel kok."
"Iya betul, yang perlu Ai khawatirkan itu Kak Seo..."
"Kenapa kamu khawatir Ai..?"
"Bukankah menjabat sebagai Executive Manager itu menghabiskan waktu Kakak..?"
"Liat tuh, lingkaran hitam di matamu Kak, apakah kau zombie..?" ledek Ailee.
"Gadis kecil ini sudah bisa meledekku..?"
"Ai bukan gadis kecil Kak...."
"Yasudah, Kak Seo berangkat duluan yah, Hyunsik kau jangan sampai lupa waktu karena kerjaan, kau juga Ailee, makan siangmu jangan sampai terlewat..."
"Lihatlah, siapa yang bicara...." ucap Hyunsik.
Ailee hanya tertawa mendengarnya.
Mereka lalu satu persatu berpamitan, tinggalah Ailee sendiri di meja makan.
SD Pertiwi
Ai/Je, kau di mana..?/
tanya Ailee pada Sungjae alias Jeje, sahabat Ailee di grup chat mereka. Grup itu terdiri dari 3 orang yaitu Ailee, Jeje dan Irun atau Ilhoon. Mereka adalah tiga serangkai, yang sudah bersahabat sejak sekolah dasar, makanya grup itu dinamai Grup SD Pertiwi, nama SD mereka.
Jeje/Gue masih nunggu Irun Ai, jangan marah
sama gue, marahnya sama Irun,
dia lama banget kayak cewek./
Ai/Ah kaliaaan.. oke deh, lagian sarapan gue belum selesai./
Jeje/Ai, bikinin gue roti dong, laper.../
Ai/Oke, seperti biasa kan?/
Jeje/Yes Ailee.../
Irun/Gue juga, bikinin Ai..../
Ai/Iya.. siap pak boss...../
Jeje/Ai, kita otw yaaah.../
Suara bel rumah Ailee berbunyi.
Ai/langsung masuk aja/
"Morning Ailee...." sapa Jeje.
"Morning.... Ini roti kalian, makan dulu, baru kita berangkat...." ucap Ailee.
"Memang istri idaman..." celetuk Irun.
"Jadi istri gue yah Ai..."
"Run, please deh..." Ailee mendelikkan matanya.
"Eh iya yah, jadi suaminya Ai tuh beruntung loh, iya gak sih..." Jeje nimbrung.
"Kaya raya, jadi gak usah pusing mikirin keuangan..."
"Yeee, ngimpi.. tetep aja lah, suami gue nanti harus yang mapan...."
"Tapi Je, serem....."
"Kenapa..?" tanya Jeje sambil menuangkan susu cair putih ke gelasnya.
"Emang tahan sama manjanya dia, terus belum abang-abangnya... Bang Seo sama Bang Hyun kan serem banget astaga..."
"Hahahaahaha, bener tuh, kebayang gak sih, di introgasi sama Bang Seo, terus diliatin sama Bang Hyun...."
"Kaliaaaan, jangan ngomongin mereka, gitu-gitu kesayangan gue tuh.."
"Iyalah kesayangan, apapun yang lo minta mana ada sih yang ditolak..."
"Ada..."
"Apaan..?" tanya Jeje.
Irun lalu menyenggol lengan Jeje.
"Apaan sih Run..."
"Lo, harus banget bahas ginian pagi-pagi..." bisik Irun pelan.
Jeje tidak mengerti apa maksud Irun.
"Udah yuk berangkat, telat nanti gue. Gue gak mau kena masalah sama dosen killer itu, malesin.." Ailee lalu merapihkan piringnya.
"Lo sih..."
"Apaan sih Run, astaga gue gak tau...."
"Udah-udah, ayo buruan berangkat...." Ailee jalan duluan ke depan.
Mereka sudah di dalam mobil Jeje.
"Ai, lo beres jam berapa?" tanya Irun.
"Kayaknya sore deh, tapi gue gak tahu sih, soalnya gue janji ketemu sama anak BEM nih..."
"Ngapain dah..?"
"Tanda tangan proposal Run.."
"Oh buat acara apa tuh namanya, ultah kampus..?"
"Yoih, eh lo juga kan panitia..."
"Yee, kita mah cuma perwakilan jurusan doang, gak penting...."
"Yodah, kabarin lo beres jam berapa yah..." ucap Jeje.
"Siap Jejeku..."
"Eh Je, gue lupa..."
"Apaan Ai?"
"Anak kelas gue ada yang titip salam buat lo, namanya Rosie..."
"Yoo...."
"Salam balik gak..?"
"Enggak..."
"Kenapa..?"
"Nanti pada baper, males..."
"Lebay lo Je, kayak banyak aja yang mau sama lo..." ledek Irun.
"Banyaklah..."
Tidak terasa mereka sudah sampai di parkiran.
"Guys gue duluan, bye....." Ailee langsung bergegas menuju kelasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
w(I')ll Be Here
FanficKenyataan pahit yang menampar Ailee seorang gadis cantik dengan segala masa lalu gelapnya, membuat Ailee selalu bersyukur ia memiliki malaikat penjaganya. Memiliki tangan yang selalu siap untuk ia genggam saat ia hilang arah. Memiliki bahu yang sela...
