"Changs, itu pulpen jadi ada di lo terus.. katanya mau diambil sama yang punya.." tanya Hong yang sampai hari masih melihat pulpen boneka berwarna kuning di tangan Changsub, Changsub sedang memainkan bonekanya.
Changsub hanya mengangkat bahunya. Cewek itu belum menghubunginya lagi.
Changs/Run, lo di mana?/
Irun/di depan prodi bang, kenapa?/
Changs/lo ke sini yah, kita di wardep/
Irun/oke bang, tapi gue gak bisa lama yah/
Changs/sibuk amat lo sekarang/
Irun/sorry bang, temen gue lagi sakit/
Changs/jeje?/
Irun/bukan bang, yaudah gue otw, gue sama jeje yah/
Changs/sip/
"Lo chat Irun?" tanya Hong.
Changsub mengangguk.
"Eh Changs, kayaknya anak Angkasa beneran udah kelewatan deh."
"Makanya gue mau ngomongin, suruh pada kumpul di wardep."
"Yooooo."
"Woy bang..." Irun dan Jeje sudah berada di wardep atau warung depan, di mana biasa menjadi tempat kumpulnya anak-anak tongkrongan kampus S, di sana sudah ada Changsub, Hong, dan anak-anak lainnya, dari berbagai jurusan dan fakultas.
"Wey Je, Run, udah lama banget kalian gak ikut kumpul, sombong banget dah..."
"Sorry bang, lagi banyak tugas..."
"Eh, Run lo pernah ketemu anak Angkasa?" todong Rian langsung, salah satu cowok yang ada di sana.
Irun menggeleng.
"Gue aja baru denger samar soal anak Angkasa, ada apaan sih Bang..?" tanya Irun pada Changsub.
"Biasa soal cewek sih, tapi kayaknya udah kelewatan, ya lo tau, mereka sama kita emang gak cocok aja."
"Cewek..?"
"Iya, mahasiswi kita ada yang dikerjain, makin dikerjain lah pas tau dia anak kampus kita..."
"Ya, awalnya kita nyoba ngomong baik-baik aja sih, tapi lo tau mereka panasan. Apalagi sejarah mereka kalah mulu kan..."
"Mereka kemarin bilang, bakal dateng ke kampus gara-gara ada yang gebukin anak Angkasa. Jadi bukan lo Run..?"
"Kagak bang, gue tau aja enggak."
"Oke, pertama gue mau nanya, siapa yang gebukin anak Angkasa, mau jadi sok jagoan atau gimana?" Changsub bertanya, semua lalu terdiam, anggaplah Changsub adalah kating yang paling disegani sekarang, dan kenyataan emang belum ada yang berhasil ngalahin Changsub.
"Tapi Bang, bisa gak sih, itu cuma akal-akalan mereka, ya cari alasan aja gitu. Lo udah tanya siapa anaknya yang digebukin, biar langsung tunjukkin juga siapa yang gebukin dia."
"Nah, bisa juga itu..."
"Yodah, jadi dari kalian gak ada yang pernah cari gara-gara duluan kan sama mereka?"
"Enggak Bang..."
"Eh Run, Je, tumben lo berdua aja, gak sama siapa tuh cewek yang rambutnya pendek..."
"Eh iya Je, Ailee gak masuk kenapa deh..." tanya salah seorang cowok yang sekelas dengan Ailee.
"Sakit dia..." jawab Jeje.
"Ah pantes, berkurang pemandangan indah jir, gak ada dia di kelas.."
"Heh, jaga mata lo...." ucap Irun.
KAMU SEDANG MEMBACA
w(I')ll Be Here
FanfictionKenyataan pahit yang menampar Ailee seorang gadis cantik dengan segala masa lalu gelapnya, membuat Ailee selalu bersyukur ia memiliki malaikat penjaganya. Memiliki tangan yang selalu siap untuk ia genggam saat ia hilang arah. Memiliki bahu yang sela...
