Lingga Kawiswara Gumilar

12 4 0
                                        

Enjoyy reading😘😘😚

Kritik sarannya ya..

Jangan lupa vote dan komentar..

*****

"Tante mama!!"

Gue menoleh ke arah sumber suara itu, dan benar saja gue mendapati Mada yang tengah berlari kecil ke arah gue dan Mas Reza.

"Eh!" pekik gue kaget karena Mada dengan tiba tiba langsung memeluk gue

"Tante mama Mada kangen tahu tidak?" ucapnya lucu sambil mengerucutkan bibirnya.

Ini aneh, bahkan gue gak merasa seakrab itu sama Mada. Tapi kenapa bisa dia kangen sama gue?

"Kok tante mama diam saja sih?" Tanya Mada polos begitu melihat gue hanya diam

"Tante mama tidakk suka ya Mada datang ke sini?"

"E-eh enggak kok Mada. Mada datang sama siapa?"

"Sama o'om Lingga tante mama."
Om Lingga siapa? Apa mada memangil ayahnya om? Tapi masak iya.

"Om Lingga mana Mada?" tanya Mas Reza sambil menarik kecil tangan mada untuk mendekat kearahnya

"O'om Lingga diluar, lagi pesen om"

Tunggu dulu, mereka saling kenal? Kok bisa?

"Mas Reza kenal sama Mada?"

"Kenal lah di, Mada ini anaknya Bima sepupuku," jawab Mas Reza yang kini tengah memangku Mada

Masih saudara ternyata mereka dan apa benar dunia sesempit ini.

"Beneran mas? Jadi ayahnya Mada ini sepupuan sama Mas Reza?" Tanya gue yang masih sedikit tak percaya

"Iya Diandra. Eh tapi Mada kok panggil tante Diandra tante mama sih. Hm?" tanya Mas Reza kepada Mada disela-sela ciumannya yang diberikan kepada Mada secara bertubi-tubi itu

"Aku kira waktu ketemu tante mama kemarin tante ini mamaku om. Tapi tidak apa-apa deh, aku maunya tante Danda jadi mamaku, mau kan tante Danda?" Hah apa? Dikira Mada meminta menjadi seorang mama itu segampang membeli coklat apa. Tinggal comot lalu diberikan oleh sang penjual.

"Tante Diandra Mada, d i di a n dian d r a Diandra," ucap Mas Reza membetulkan ejaan nama gue

"Tante mama" ucap Mada kekeuh

"Pertanda nih di, barengan sama saya aja apa," ucap Mas Reza terus menggoda gue

"Apaan sih mas"

"Woy mas! Di depan rame banget tau gak , keteteran tuh karyawan lo. Gue sampai pesen sendiri ke pantry," ucap seseorang berperawakan tinggi tegap sedang berjalan ke arah kami bertiga.

Lelaki yang kini tengah duduk didepan gue ini terlihat akrab sama Mas Reza, dari perawakannya serperti yang gue bilang tadi. Dia tinggi, kulitnya kecoklatan cenderung kuning langsat. Wajahnya sedikit ada kemiripan dengan lelaki yang tempo hari datang kemari bersama Mada, yang gue tahu sebagai ayahnya itu. Tipe-tipe wajah tampan tapi manis juga, apa lagi kalau senyum ada cekungan kecil dipipi kanannya.

"Masa sih, di kamu kembali aja ke depan kalau begitu!"

Baru saja gue mau berdiri tapi  ada sebuah cekalan diseragam kerja gue..

"Tante mama sini aja temenin Mada ya"

"Ooohh jadi ini tante mama yang Mada maksud, dari tadi Mada minta anterin ke cafe lo terus mas. Katanya mau ketemu tante mama, gue pikir Mbak Daysi eh taunya bukan. Ngomong ngomong kenalin gue Lingga om nya Mada," ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke gue

BENANG KUSUTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang