Warning21+++++
"Yah, ma kenalin ini Diandra. Dan Diandra kenalin ini mama sama ayahku"
"Diandra tante, om"
Mama lingga cantik meskipun mempunyai anak yang sudah memasuki usia dewasa. Wajah dan kulitnya bersih terawat. Sementara ayah lingga sangat mirip dengan nada menurut gue, matanya sedikit sipit serta hidung Bangir yang pas tidak berlebihan. Bibirnya pink bersih seperti punya lingga. Alisnya hitam tegas dengan bulu mata yang indah.
"Hai.. selamat datang dirumah kami diandra"
"Iya Om senang bertamu kalian"
"Kalau tidak salah kita pernah bertemu ya Diandra"
"Ah iya om"
"Itu loh ma di cafe langganan mama"
"MAZA"
"Ya,maza!saya tidak begitu mengingatnya, karena ya sering bertemu client juga di banyak cafe Diandra"
"Sibuk sekali ya om"
"Jelas, kami memiliki beberapa perusahaan dan beberapa anak perusahaan kamu berada diluar negeri. Papa kamu pembisnis juga? Barangkali jika cocok kami dapat bekerja sama?"
Mama lingga yang menjawab. Sementara itu gue hampir tersedak karena meminum teh dan kaget atas perkataan Mama lingga.
Gue tersenyum canggung dan menjawab pertanyaan mama lingga tadi.
"Bukan Tante, ayah sayahanya seorang tukang."
"Maksudnya arsitek"
"Bukan Tante hanya tukang biasa yang bekerja di proyek"
"Saya pikir arsitek. Soalnya melihat penampilan kamu barang mahal semua"
Gue merapatkan bibir serapat mungkin dan berkata "ini pemberian lingga Tante"
Mama lingga tertawa dalam kerapatan bibinya. "Saya sebenarnya sudah menduga hanya saja saya diam karena ini semua seleranya Sabrina Eleanor. Mantan pacar lingga yang dari Prancis. Kamu sudah tahu kan?"
Iya saya tahu karena saya pernah pakai baju bekasnya perempuan itu Tante
Kata-kata itu hanya tercekat dihati nggak bisa gue ucapin langsung. Rasanya kaya ada batu gede banget nyangkut di tenggorokan gue
Gue merasakan genggaman hangat di tangan gue. Lingga menggenggam erat tangan gue pandangan matanya seolah meminta gue untuk tidak mengambil hati perkataan mamanya
"Seenggaknya Diandra setia ma nggak seperti wanita itu yang diam-diam tidur sama temen aku sendiri"
"Kamu yang keras kepala lingga Sasa sudah bilang dia dijebak"
"Dan mama percaya? Aku sih enggak ya"
Justru kamu yang akan dimanfaatkan oleh wanita ini lingga. Buka mata kamu dia hanya seorang anak kuli bangunan sementara Sabrina adalah keturunan dari keluarga terpandang"
"Jadi Mama lebih memilih mempunyai menantu wanita murahan dari pada wanita baik-baik"
"Siapa yang kamu maksud dengan wanita baik-baik ? Dia? Mama yakin kalau dia sudah menawarkan tubuhnya untuk kamu lingga
"Mama, lingga stop! Dan kamu ma lingga dan Sabrina itu tidak berjoh mau kamu paksakan seperti apa tetap sama hasilnya. Mereka tidak akan bersama kamu sudah pernah salah memilihkan Paramitha untuk Bima yang berakibat kesengsaraan untuk mada. anak sekecil itu hanya ingin kasih sayang dari mamanya. Tapi apa yang Paramitha kasih? Sebuah penolakan. Papa yakin itu akan sangat membekas dipikiran Mada"
"Itu masa lalu pah. Dan soal paramitha dulu dia sudah memberi penjelasan kepada Bima bahwa ia tidak ingin memiliki anak terlebih dulu"
"Tapi mama juga yang merengek kepada mas Bima untuk membujuk istrinya supaya mau memiliki anak. Mama lupa apa gimana?
"Kok kalian jadi sepakat nyalahin mama. Dan kamu lingga cmmencari wanita yang sepadan dengan kami apa susahnya? Banyak wanita diluaran sana yang lebih dari wanita ini kenapa harus dia."
Oke. Dari tadi gue cuma nunduk dan nangis gue muak sebenarnya kenapa setiap orang kaya begini, dulu papanya agung. Sekarang mamanya lingga. Mereka nggak takut apa kalau posisinya dibalik.
"Udah Diandra ayo kita pergi!"lingga menckal dan menerik pergelangan tangan gue
Sesampainya disamping mobil lelaki disamping gue ini memeluk gue erat.
" Jangan dengerin mama ya pokoknya kamu sama aku aja" gue mengangguk dalam terserah dunia berkata apa yang penting kita saling mencintai kan. Gue juga berhak dicintai setelah apa yang gue alami.
Lingganmengemudi dengan kecepatan tinggi
Gue takut? Iya banget
Tapi gue cuma bisa elus tangannya bilangin suruh di a tetap berhati-hati.
Sesampainya dihalaman apartemen lingga langsung turun dan membukakan pintu mobil sampingnya untuk gue. Dia terburu-buru bahkan tak menghiraukan saapaan dari setiap penghuni apartemen yang mengenalnya. Bahkan sesampainya diapartemenbya ia langsung mendorong badan gue ke sofa. Tanpa berkata apapun dia langsung mencium bibir gue. Nggak kasar tapi nggak lembut juga. Melepaskan kancing demi kancing kemeja yang sedang gue pakai. Disitu gue memegang tangannya dan berharap dia berhenti. Tapi dia malah meminta persetujuan gue. Dan dengan gobloknya gue mengangguk.
Diandra sadar. No sex before marriage.. diandra stop! Seperti ada yang berteriak dari dalam diri gue . Tapi apa ini? Gue bahkan menikmati setiap hisapan bibirnya. Bahkan sekarang gue sudah tidak mengenakan kemeja. Tinggal bra dan itupun hanya menutup sebelah payudara gue dan yang satunya. Sudah dihisap secara lembut nan menggoda oleh lingga. Ia mencumbu secara bergantian gundukan sexy itu tergolong pas lah ya tidak kecil tidak besar juga. Tapi come on Diandra stop it! Tapi apa yang gue lakuin. Gue malah membiarkan lingga menjamah seluruh tubuh gue dan begitu tiba di bagian senitif dia melihat mata gue dan meminta persetujuan dan gilanya gue mengangguk. Ini bukan mabuk bukan juga bermimpi. Ini kesadaran penuh
Dia mengelurkan pusaka kekarnya. Perlahan tapi pasti ia memasukkannya kedalam milik gue. Sakit. Hal pertama yang gue rasain adalah sakit punya gue rasanya penuh karena memang punya lingga panjang dan berisi
"Tahan sebentar sayang biar kamu terbiasa lebih dulu" setelahnya dia mengecup bibir gue pelan dan lingga memaju mundurkan pinggangnya Tetu dengan itu yang masih menancap kuat sesekali ia menghisap puting tete gue secara bergantian.
Ada rasa aneh yang menjalar keseluruh tubuh gue. Geli, tapi nyaman lingga tidak kasar dia lembut.
Dari mana kegilaan ini.. gue belum pernah sebelumnya. Tapi nggak munafik juga ya gue kadang nonton film begituan . Sendiri tapi. Ya iya lah sendiri mausama sape masak iya beginian mau cob -coba.
Dia terus menghisap tetek gue. Sesekali memainkan jemarinya diarea itu.
"Aku finish sayang" gue yang memang belum tahu benar-benar tiddak tahu yang dimaksud lingga.
"M-maksudnya apa?
Lingga hanya tersenyum kepa
daku dan mengucapkan terima kasih. Setelahnya ia menuju tempat tidurnya dan gue cuma ngekor dibelakangnya. Gue masih dalam mode gila. Ia menepuk samping tempat tidur yang kosong. Gue menaiki tempat tidur itu dan ia langsung mendekap gue ke dalam pelukannya
"Tidur sayang jangan mikirin yang tadi terus"
Gue bergidik dan tak lama ikut terlelap.
Jangan lupa cap jempol yaaa👍👍👍👍
KAMU SEDANG MEMBACA
BENANG KUSUT
ChickLitDiandra Saputri seorang pegawai cafe biasa yang harus bertahan hidup membiayai ekonomi serta pendidikan adiknya selama kepergian sang bapak. Belum lagi gunjingan serta cemoohan yang harus diterimanya. Membuat diandra harus semakin tahan banting dib...
