Cieeee

6 1 0
                                        

"Tiger nyam-nyam apa?"

"Itu loh di, Snack gelasan warna kuning. Tahu nggak?"

"Oalah...masak Tante mama jelek ya?"

"Tidak, tapi kalau tutul-tutul begini seperti Tiger nyam-nyam"

"Kamu sudah selesai makannya?"

"Sudah"

"Kalau begitu kita ke kamar mandi dan bersihkan ini ya!"

Gue menunjuk tangan serta wajah Mada. Bocah kecil ini menurut saja dan menggandeng tangan gue untuk ke kamar mandi.

Gue mengambil beberapa helai tissue yang gue basahi dengan sedikit air lalu gue usapkan perlahan ke wajah Mada.

"Permisi sebentar ya, Tante mama akan usapkan tissue ini ke wajah Mada"

Tak ada jawaban, ia hanya tersenyum menggemaskan.

"Dingin" ucapnya sambil sedikit meringis karena merasakan suhu dingin yang secara tiba-tiba menyentuh permukaan kulit halusnya itu.

"Dingin ya?"

"He'em dingin,"

"Sebentar lagi ya, tangannya belum, ini dadanya juga belum. Nanti kalau Mada tidur malah digigit semut mau?"

"Tidak Tante mama,"

"Ya sudah makanya kita bersih-bersih terus ngapain lagi ya?"

"Main petak umpet Tante mama!"

"Ah enggak ah, nanti kamu acem lagi"

"Kan didalam"

"Tetap saja Mada! Kita main dikamar saja bagaimana?"

"Main apa?"

"Kamu membawa mainan tidak?"

"Aku membawa THOMAS dan TAYO Tante mama"

"Ya sudah kalau begitu nanti kita main THOMAS dan TAYO yey!"

Bukannya malas atau enggan, tapi waktu gue lihat di tasnya Mada hanya ada satu stel baju ganti. Kalau dia lari-larian nanti mau pakai apa waktu pulang. Ini saja sudah asem sekali, tapi bukan asem bau ketek kaya orang dewasa lebih ke asem tapi masih suka nyium baunya. Bau-bau bayi asem gimana sih.

"Sudah selesai yeeeyyy"

"Mada sudah wangi belum?"

"Masih acem tapi kan sudah bersih"

"Iya ya.. ya sudah ayo kita ke o'om Lingga Tante mama!"

"Let's go boy!"

Kami keluar kamar mandi sambil riang tertawa menyanyikan lagu anak-anak yang Mada hafal hanya setengah bait saja itu.

"Lanjutin dong masa cuma sepenggal?"

"Ndak hafal Tante mama.."

"Yah,, kok Ndak hafal sih"

Kata gue dengan memasang mimik lesu itu

"Ya memang Ndak hafal, Mada kan masih kecil"

"Memangnya kalau masih kecil kenapa?"

"Ya Ndak bisa hafal semua"

"Ya sudah sini Tante mama ajarin!"

"Horeyyyy..."

"Ikutin ya!"

Mada terlihat mengangguk antusias, lucu deh kalau begitu

"Balonku ada.."

"Ada.."

"Dari balonku dong, masak langsung ada"

Mada tersenyum geli sambil sedikit meringis karena gue toel pinggangnya

BENANG KUSUTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang