First Love | BAB 6

35.7K 2.8K 107
                                        

Palembang, 2015.

Prisha satu SMA dengan Yudhistira.

Dan, satu kelas lagi.

Karena ... baik yayasan SMP maupun SMA milik keluarga Prisha itu tidak pernah me-rolling kelasnya. Jika mereka sekelas di kelas satu, maka akan sekelas sampai tiga tahun ke depan.

Begitulah yang dialami oleh Yudhistira dan Prisha. Namun, Prisha bersyukur akan itu.

Tiga tahun mengenal Yudhistira membuat Prisha tahu kalau dia laki-laki baik yang bisa diandalkan. Yudhistira adalah sahabat terbaik Prisha.

Dia tahu kalau Prisha merupakan gadis introvert yang susah memulai interaksi dengan orang baru, makanya ia selalu berada di samping Prisha selama ini. Yudhistira juga lah yang membantu Prisha agar bisa berteman dengan orang lain di kelas mereka.

Meski begitu, Prisha hanya ingin Yudhistira yang menjadi teman sebangkunya.

"Ngelamun aja," celetuk Yudhistira yang baru menempati bangku kosong di sebelah Prisha, membuat gadis itu menoleh padanya.

"Bingung mau ngapain."

"Udah bikin tugas?"

"Udah lah," sahut Prisha sombong. Padahal tugasnya hanya tentang paragraf-paragrafan di mata pelajaran Bahasa Indonesia. "Sha enggak malas kayak kamu. Kamu mah giliran bikin tugas selalu nunda, tapi giliran ketemu pacar semangatnya lebih-lebih mau ketemu presiden."

Yudhistira terkekeh. "Jomblo iri aja."

"By the way, udah dengar kabar burung belum, Sha?" lanjutnya.

"Belum ada burung yang ngasih kabar ke Sha, sih."

"Bukan itu maksudnya, Maimunahhhh!"

"Iiihhh! Nama Sha bagus gini diganti jadi Maimunah, potong kambing dulu sana!" Prisha bersedekap dengan raut kesal di wajahnya.

Bukannya merasa bersalah, Yudhistira malah tertawa puas. Dia selalu senang melihat sahabatnya kesal begitu.

Sedetik kemudian, Yudhistira meredakan tawa. "Eh, serius deh, Sha. Udah dengar kabar belum soal film terbaru yang dimainin oleh Kak Galih?"

Lantas, Prisha menggeleng.

"Kabarnya, ya ... karena film pertama kemarin banyak diminati oleh masyarakat, jadi film kedua ini dia bakal tour keliling Indonesia untuk promo-nya, sekalian sapa fans gitu. Tau nggak salah satu kota yang bakal dia datangi itu di mana?"

Prisha menggeleng lagi.

"Palembang."

Mendengar itu, Prisha langsung tergagap. "Kak Galih ... berarti ... bakal pulang?"

"Ya!" balas Yudhistira cepat. "Sembilan puluh sembilan persen kemungkinan karena hal itu sudah dia kabarkan lewat instagramnya."

Prisha tidak tahu. Dia menyembunyikan cerita instagram Galih dari berandanya meski mereka saling mengikuti. Entahlah, Prisha hanya tidak ingin berharap banyak.

Soal Galih.

Soal kebersamaan mereka.

Soal perasaan yang berbalas.

Prisha sadar, sudah waktu yang lama saat terakhir kali ia berbincang dengan lelaki itu.

Menurut literatur yang pernah dia baca, jika ia hanya menyukai seseorang, maka hal itu hanya akan bertahan selama empat bulan saja.

Namun, ini sudah bertahun-tahun. Dia tidak berinteraksi dengan Galih selama itu, tapi ia selalu memikirkan dan merindukannya. Artinya, Prisha bukan lagi di tahap suka.

First Love (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang