Setelah Meita menyelesaikan pekerjaannya, Prisha diajak Yudhistira ikut bersama mereka ke Seaworld Ancol dalam acara jalan-jalan jadi turis ibukota. Katanya, Meita memang ingin bertemu Prisha karena mereka sudah lama tidak bertemu.
Jangan salah, Prisha cukup akrab dengan pacar dari sahabatnya itu. Meita punya sikap dewasa, dia tidak pernah terusik dengan keberadaan Prisha sebagai sahabat Yudhistira.
Sepulang kuliah, Prisha menjemput keduanya di kantor penerbit tempat Meita menerbitkan bukunya. Lantas kemudian berangkat ke ancol bersama.
Jalanan sore yang lumayan padat tidak menggagalkan niat mereka untuk jalan-jalan. Walau perlu waktu yang cukup lama untuk sampai di ancol, akhirnya mereka tetap sampai.
Di sana, Yudhistira yang membeli tiket. Sedangkan Prisha sendiri sudah digandeng oleh Meita. Ketika ingin masuk pun begitu, Meita melupakan Yudhistira di belakangnya dan malah asyik mengajak Prisha bicara sambil menggandengnya.
"Yang pacar siapa, yang digandeng siapa," gerutu lelaki tersebut, membuat Prisha tertawa jahil.
Meita tidak menghiraukan itu. Dia terus menarik Prisha ke akuarium demi akuarium untuk melihat berbagai macam jenis hewan laut yang ada.
"Masuk lorong akuarium raksasa, yuk!"
Ajakan Prisha langsung diangguki oleh Meita. Keduanya berdiri di atas eskalator berjalan yang ada di lorong tersebut, sambil meneliti hewan-hewan laut yang lewat yang jarang mereka temui di tempat biasa di luar sana.
Ketika melihat ikan pari melintasinya, Meita dan Prisha berdecak kagum, membuat Yudhistira geleng-geleng kepala.
Pacar Yudhistira itu kemudian merogoh saku baju kodoknya untuk mengambil ponsel, lantas diberikan pada Yudhistira. "Yang, fotoin aku sama Prisha."
Prisha mengangguk cepat tanda menyetujui ucapan Meita, lalu mereka mulai berpose dengan mengangkat dua jari di sebelah wajah. Yudhistira pun menurut saja.
"Sha seneng banget bisa ke sini!"
Karena penasaran akan pernyataan Prisha sebelumnya, Meita akhirnya bertanya, "Kamu belum pernah ke sini selama kuliah di Jakarta?"
"Belum," jawab Prisha dengan raut sedih. "Sha mah cuma apartment-kampus doang setiap hari. Palingan ke lokasi syuting atau mall gitu diajak sama Kak Galih."
"Lain kali ajakin aja Kak Galih ke sini lagi," usul Meita sambil tersenyum.
Galih. Seketika Yudhistira memicingkan matanya pada Prisha, membuat Meita kebingungan dan bertanya, "Kenapa, Yang?"
Dengan telunjuknya, Yudhistira menunjuk sang sahabat. "Kamu belum cerita apapun ke aku, Sha, soal Kak Galih."
Mereka bertiga melangkah keluar dari akuarium raksasa, lalu berpindah menuju sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk memajang berbagai macam hewan laut yang sudah mati dan dikeringkan untuk diawetkan.
Prisha berdehem-dehem sebelum menjawab perkataan Yudhistira. Dia meringis melihat sahabatnya itu menatap dengan tajam, begitupun Meita yang menatap penasaran. Meita tidak tahu kalau Galih dan Prisha pernah punya 'jarak'.
"Ntar aja ceritanya, Dhis, pas makan."
Yudhistira mendengus. "Awas aja kalau nggak cerita," ancamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love (Tamat)
ChickLitCinta pertama memang akan selalu membekas. Entah kenangan baik atau buruknya. -Galih Lesmana 📌 Cerita Pilihan Editor Wattpad HQ Bulan Oktober 2024 #1 in Acak 12-02-2023 #1 in Bocil 15-02-2023 #1 in Cintapertama 03-02-2022 #1 in Complete 20-08-2022 ...
