Jarang sekali Galih Lesmana si aktor terkenal punya waktu senggang di akhir pekan. Namun, hari ini akhirnya hal itu terjadi.
Jika tidak ada Prisha—gadis favoritenya sejak kecil, Galih mungkin akan lebih memilih istirahat di apartment saja. Tapi, karena keberadaan gadis itu di dekatnya, Galih lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengannya kali ini.
Tidak ada Harun. Hanya mereka berdua.
Walau tidak bisa ke tempat ramai demi privasi Prisha tetap terjaga, Galih tidak merasa bermasalah. Melihat gadis itu menyuap sarapannya dengan lahap di pantry apartment saja sudah membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangan.
Sejak dulu, Prisha tidak pernah berubah. Dia masih gadis yang memiliki tingkah imut dan lucu meski umur sudah bertambah.
"Dari dulu, kalau lihat kamu makan, nafsu makan aku selalu meningkat." Galih membuka suara. Kekehan kecilnya menguar di seluruh ruangan.
"Sha laper banget, Kak." Bibir gadis itu mengerucut sambil sibuk mengunyah sarapannya. "Semalam nggak makan karena ketiduran lagi."
Mendengar itu, Galih berdecak. "Kebiasaan banget."
Prisha nyengir.
"Minggu besok aku mau ada acara gala premiere film, mau ikut?"
Kunyahan Prisha terhenti sejenak. "Kak Galih ngajakin Sha?" Dia menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, mau nggak?"
"Itu mah sama aja Kak Galih ngasih makan ke wartawan. Nanti pasti ada aja gosipnya."
Galih baru menyadari hal itu. "Oh, iya." Padahal dalam hatinya sangat ingin menunjukkan ke seluruh negeri kalau di baliknya ada gadis lucu yang selalu menjadi semangatnya. Meski gadis itu tidak tahu.
Bohong kalau Galih berkata ia tidak menyayangi Prisha seperti gadis itu menyayanginya. Karena, nyatanya mereka tumbuh bersama walau sempat terpisah beberapa tahun.
Itu pun Galih selalu menanyakan soal Prisha pada bundanya. Apapun tentang Prisha.
Tapi, Galih tidak bisa bersama gadis itu. Dia punya ketakutan tersendiri. Dan, ia ... masih terikat dengan orang lain.
"Film-nya tayang di bioskop mulai kapan?" Prisha bertanya kemudian, membuat Galih tersentak dari lamunannya sendiri.
"Minggu depan."
"Oke, nanti Sha nonton sama Kaila aja."
"Sama aku aja," ujar Galih cepat.
Prisha pun menggeleng tanda tidak setuju. Sama saja, jika berdua dengan Galih dan ketahuan para fans-nya, mereka juga akan memberi makan para netizen yang budiman.
"Nanti aku ajak Mas Harun buat jaga kita," imbuh Galih yang tidak menyerah membujuk Prisha.
"Tapi, Sha udah punya janji nonton sama Kaila."
"Oke, ajak Kaila. Dilan juga sekalian."
"Nanti dikira double date, Kak," keluh Prisha.
Perkataan Prisha membuat Galih terkejut. Hell, dia baru tahu kalau Prisha yang sekarang sudah lebih ceplas-ceplos dan tidak sepolos dulu—meski masih. Sepertinya Galih melupakan fakta kalau Prisha kecilnya sudah menjadi seorang gadis yang cantik.
Karena tidak mendapat respon dari Galih, Prisha jadi salah tingkah. Dia baru sadar kalau sepertinya ia salah bicara.
Kemudian, Prisha berdehem-dehem demi sedikit menetralkan suasana yang canggung. Gadis itu kembali menyuap sarapannya dengan Galih yang menatapnya intens sepanjang sarapan berlangsung.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love (Tamat)
ChickLitCinta pertama memang akan selalu membekas. Entah kenangan baik atau buruknya. -Galih Lesmana 📌 Cerita Pilihan Editor Wattpad HQ Bulan Oktober 2024 #1 in Acak 12-02-2023 #1 in Bocil 15-02-2023 #1 in Cintapertama 03-02-2022 #1 in Complete 20-08-2022 ...
