First Love | BAB 29

35.3K 2.1K 29
                                        

Hari ini adalah hari terakhir Prisha mengajar di sekolah yang penuh dengan murid nakal. Galih sudah menunggu di depan ruang guru untuk membantu membawakan barang yang akan diangkut dari meja kerjanya selama dua tahun.

Selagi Prisha membereskan barang, Galih sudah dikelilingi oleh para guru senior untuk dimintai foto bareng. Ternyata, satpam yang kemarin langsung memperbolehkan Galih masuk itu mengenalinya dan saat ia meminta berfoto bareng tadi, akhirnya semua guru ikut meminta berfoto bareng.

Melihat bagaimana letihnya Galih meladeni para guru senior yang kebanyakan ibu-ibu itu membuat Prisha yang mengamati dari meja kerjanya di dalam ruang guru terkekeh. Namun, meski letih, Galih tidak menghilangkan senyum.

Prisha sedang memasukkan barang-barangnya ke sebuah kardus kecil saat Anton datang kepadanya. "Bu Prisha, itu beneran Galih Lesmana?" tanyanya, membuat gadis itu mendongak dan ikut menatap Galih di depan pintu.

"Iya, betul, Pak," jawab Prisha sambil tersenyum.

"Kok bisa kenal?"

Sekali lagi, Prisha tersenyum. "Kita tetangga."

Anton pun manggut-manggut saja. Ia beralih menatap Prisha kemudian. "Bu Prisha beneran mau pindah, ya?"

"Saya resign, Pak." Tangan Prisha tetap bergerak memasukkan barang-barang di meja kerjanya ke dalam kardus.

"Kenapa tiba-tiba?"

"Saya mau menikah, Pak."

Prisha bisa menangkap raut terkejut dari Anton, namun kemudian lelaki itu cepat-cepat menetralkan ekspresinya. Untungnya, Anton tidak banyak bertanya tentang siapa calon suami Prisha. Dia langsung pamit setelah basa-basi sebentar.

Setelah meja kerjanya sudah kosong, Prisha mengangkat kardusnya, lalu menghampiri Galih di depan ruang guru sana.

"Permisi, Ibu-Ibu," sapa Prisha sambil menunduk kecil saat menghampiri gerombolan tersebut.

Galih langsung mengambil alih kardus yang dibawa oleh gadis favorite-nya. "Biar aku yang bawa," ujarnya. "Mau langsung pulang?"

"Kak Galih udah selesai foto-fotonya?"

"Udah, kok!" Salah satu guru senior menjawab antusias. "Bu Prisha kok bisa kenal sama Galih Lesmana, sih?!"

"Kita tetanggaan sejak kecil."

"Enak dong tetanggan sama artis!"

Tawa Prisha pun menguar di udara. "Ya, ada enak dan nggak enaknya, Bu. Ngomong-ngomong, kita pamit duluan, ya?"

"Hati-hati, Bu Prisha, Mas Galih." Guru senior lain ikut membuka suara. "Semoga betah di tempat kerja barunya ya, Bu Prisha."

Mereka memang tidak tahu alasan kenapa Prisha memilih resign, yang tahu hanya Anton karena lelaki itu sempat bertanya tadi.

Setelah Galih ikut berpamitan, mereka berjalan menuju parkiran mobil. Saat mereka melewati parkiran motor, para murid nakal menyapa bersamaan, "Ibu cantik!"

Prisha berhenti, begitupun Galih. Gadis itu kemudian menoleh dan melambaikan tangannya.

"Ibu cantik kayak mau pindahan aja!"

"Saya memang mau pindah." Kekeh Prisha.

Refleks, para murid nakal itu turun dari motor yang mereka duduki. "Beneran, Ibu Cantik?!"

"Iya, kalian jangan nakal terus. Kasihan guru-guru pusing ngadepin kalian."

"Yah ... kenapa pindah, Bu?"

"Ikut suami."

"HAH?!" teriak mereka bersamaan dengan wajah syok. "Bu cantik mau nikah?!"

"Iya."

First Love (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang