13. Carka, Putus, Yuk?

13.5K 388 12
                                        

"Veve." Panggilan itu membuat Velua yang sedang terpejam sambil bersender di tembok membuka matanya. Sudah lama dia tidak mendengar Carka memanggilnya dengan nama itu. Ya, memang bukan nama spesial, Veve hanyalah panggilan iseng yang Carka berikan untuknya.

"Lo berangkat sama siapa tadi?" Carka mengambil duduk di depan Velua dan memutar kursi entah siapa pemiliknya.

"Supir."

"Bukannya supir lo nganterin om Abyan?"

"Supir bus."

Carka membulatkan mulutnya menanggapi. Merasa ada yang janggal dengan kekasihnya, Carka menatap serius Velua.

"Lo kenapa?" Bahkan nadanya pun berubah drastis.

"Lagi males aja."

Carka menarik dagu Velua agar menatapnya, meneliti ekspresi gadis itu yang tidak sehangat biasanya. "Begadang lagi?"

Carka tahu, jika Velua kurang tidur mood gadis itu akan turun pagi-pagi sekali seperti ini.

Tak ingin memperpanjang obrolan Velua hanya mengangguk seadanya. Kedua temannya memang baru pulang jam 9 tadi malam dan dia justru lanjut marathon untuk mengalihkan otaknya agar tidak mulai overthinking.

"Keliatan mata pandanya." Carka mengelus bawah mata Velua yang sedikit menghitam. "Apa yang ganggu pikiran lo?"

Terlihat seperti tipikal cowok peka, bukan? Memang, tapi sayangnya Carka terlalu bodoh untuk mengerti perasaan Velua.

"Lo." Jawaban Velua membuat keadaan hening sejenak sebelum akhirnya Carka mengajak Velua untuk ke halaman belakang.

"Ayo cerita."

Carka menatap tepat ke mata Velua yang berkabut, terdapat banyak emosi yang susah Carka jabarkan.

"Cerita apa? Gue cuma capek," kilah Velua mengalihkan pandangan.

"Lo kenapa, sih, Vel?"

"Harusnya gue yang nanya. Lo kenapa lakuin ini, sih, Car? Lo gak capek mainin perasaan cewek? Gue aja lelah liat tingkah lo."

"Jadi karena ini. Vel kita udah bahas sebelumnya--"

"Gue tau. Tapi, mau sampai kapan? Udah berapa banyak orang yang lo kecewain? Lo gak takut kena karma? Kalau bukan lo seenggaknya pikirin perasaan anak lo nantinya kalau perasaannya dimainin."

"Sekarang coba kita ganti posisi. Lo jadi gue dan gue jadi lo. Lo cuma diem saat gue lagi sama cowok lain. Lo juga cuma diem saat liat gue ngepost jalan sama cowok lain. Lo gak boleh deket sama cewek manapun dan gue boleh deket sama cowok siapapun. Sanggup?"

Velua mengeluarkan semua unek-uneknya yang membuat Carka diam. Entah karena merasa tertohok atau karena dia kehabisan kata untuk membalas.

"Carka lo sanggup?" ulang Velua melihat keterbungkaman Carka.

"GAK. GUE GAK SANGGUP." Bahkan baru membayangkan saja rasanya Carka ingin meninju siapa pun yang mendekati Velua.

Velua manggut-manggut. "Lo gak sanggup buat jadi gue dan atas dasar apa lo selalu uji gue?"

"Terus mau lo apa Velua?" Carka mengepalkan tangan menahan emosi. Bertengkar dengan Velua adalah salah satu hal yang dia hindari.

Velua menarik senyum tipis. Pertanyaan itu adalah yang dia tunggu karena tidak mungkin dia langsung meminta putus. Carka terlalu rumit untuk disederhanakan.

"Carka ...," jeda Velua. Dia sudah menyiapkan diri jika Carka kembali meledak. "Putus, yuk."

° ° °

EGOIS : CARKA ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang