"Ayo, baris!" Seruan dari Pak Guntur a.k.a guru olahraga membuat murid yang sedang bermain di lapangan mulai berkumpul dan membentuk barisan.
"Baik, berhubung hari ini bu Susan lagi izin jadi olahraganya kita gabung dengan kelas 11 Ipa 6, oke?"
"OKE, PAK!" sahut mereka yang lebih di dominasi kaum hawa. Semangat para gadis langsung membara melihat kelas gudangnya pria tampan akan bergabung dengan mereka untuk 45 x 2 menit ke depan.
Ada si kapten basket dengan tubuh tinggi atletisnya. Senyum manis ditambah lesung pipi yang membuat mereka akan kehilangan kekuatan tulangnya dalam sekali kedip. Sayangnya si kapten sulit untuk didekati meskipun terlihat ramah.
Lalu ada Carka Zuleuw, pemimpin para buaya SMA Gentara. Anak bungsu keluarga kaya raya yang tidak akan melewatkan kesempatan untuk menggoda para gadis walau di depan kekasihnya. Ini jauh lebih mudah didekati, tapi dengan resiko patah hati dan sakit hati yang tinggi.
Selanjutnya ada Virgo yang mereka anggap sebagai pengikut Carka. Si murid baru yang sikapnya sebelas duabelas dengan Carka dan poin pentingnya, dia yang paling mudah untuk dijadikan pacar.
Sebenarnya masih ada beberapa, tapi mereka bertiga adalah visualnya IPA 6.
Saat ini kedua kelas sudah saling berhadapan. "Nah, kita pemanasan dulu sebelum mulai penilaian, ya. Hari ini kita akan lomba lari. Siap?"
"SIAP/ENGGAK." Jawaban bertolak belakang antara kubu adam yang ingin tebar pesona dan kaum hawa yang tidak ingin ngos-ngosan.
"Oke, semuanya setuju, ya. Sekarang Carka maju ke depan pimpin pemanasan," titah Pak Guntur mempersilakan Carka berdiri di antara dua kelas tak lupa dengan gaya mengibas rambut dan kedipannya membuat beberapa gadis memekik.
"Pacar lo makin hari makin minus aja akhlaknya," cetus Coslyn pada Velua sembari mengikuti gerakan Carka yang menolehkan kepala ke kanan.
"Mau diruqyah juga gak mempan. Setannya udah mendarah daging," balas Velua melirikkan matanya ke arah Carka sebentar.
"Minat bales?"
Pertanyaan atau lebih seperti tawaran dari Berlian menghentikan gerakan Velua sejenak. Gadis itu menoleh ke belakang. "Maksud lo?"
"Bukannya--"
"VELUA, BERLIAN, PEMANASAN YANG BENAR JANGAN NGEGOSIP."
Ucapan Berlian terpotong oleh teriakan Pak Guntur dari pinggir lapangan yang sedang mengawasi.
"Nanti gue jelasin," bisik Berlian.
°
°
°
Carka berlari kecil mengejar Velua yang beberapa meter di depannya bersama kedua temannya tentu saja.
"Vel!" panggilnya sedikit kencang agar Velua yang sedang mengobrol mendengar dan hasilnya Velua menoleh dan berhenti untuk menunggu dia sampai.
"Apa?"
"Mau ke mana?"
"Monas," jawab Velua asal.
"Heh, yang bener."
Velua mengangkat seragam batiknya. "Ganti baju. Ada apa?"
"Bentar." Carka merogoh sakunya untuk mengambil hp dan mengotak-atiknya sebentar sebelum menunjukkannya pada Velua.
"Eh, kalian duluan aja, bentar lagi gue nyusul," pinta Velua pada teman-temannya yang masih menunggu. Setelah keduanya pergi, Velua membaca isi chat yang Carka tunjukkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
EGOIS : CARKA ✓
Teen Fiction[ COMPLETE ] Dia Carka Zuleuw. Playboy tingkat dewa adalah julukannya. Carka suka memberi harapan, tapi tidak dengan kepastian. Digombalin buat ngilangin gabut? Ya begitulah Carka. Dia pacaran tidak lebih dari seminggu. Namun, bagaimana bisa dia ber...
