11. Sigra vs Anthrax.

8.6K 344 6
                                        

Pintu warung Pak Dulah yang dibuka oleh seseorang membuat beberapa atensi mengarah ke sana. Seorang pemuda yang masih mengenakan seragam sekolah dengan jaket kulit berwarna hitam yang bagian punggungnya terdapat tulisan 'Sigra's.' adalah pelakunya. Pemuda itu menghampiri tempat duduk Carka yang mendengus melihatnya.

"Pasti ada maunya, kan, lo," terka Carka yang dibalas cengiran.

"Kali ini sama anak mana?" lanjutnya.

"SMA Pancaka," jawab pemuda itu. "Mau, ya, Car?" ucapnya memohon.

Carka menatap malas. "Temen lo banyak ngapain masih minta bantuan gue. Ogah, bisa kena lemparan panci emak gue kalau pulang babak belur."

"Ck, sekali ini aja, Car. Bantuin temen sendiri itu pahala loh."

"Lo bilang gitu dari setahun lalu, btw."

"Gak, gak, kali ini beneran, gue kekurangan pasukan."

"Lagian sok-sokan bikin genk, masih bocah SMA juga." Carka melanjutkan memakan kacangnya.

Pemuda itu menghela napas. "Kalau bukan karena mereka rusuh dan nyerang SMA gue, lo pikir gue mau bikin genk ginian?"

"Lo ladenin mereka ya makin jadi lah."

"Gak gue ladenin juga makin ngelunjak," bantahnya.

"Gue males, Rex. Jangan mentang-mentang gue bisa bela diri terus lo suruh ikut berantem terus, ya. Gak mau gue."

Arexon menjambak rambutnya frustasi, sulit sekali meminta bantuan Carka untuk hal satu ini. "Temen gue dibikin koma, Car. Lo pikir gue dan temen-temen gue bakal terima?"

Carka tahu bagaimana perasaan Arexon. Mengesampingkan posisinya sebagai leader, dia juga seorang teman yang pasti tidak akan tinggal diam melihat temannya terluka. Tetapi, mengambil tindakan saling serang bagi Carka juga bukan pilihan tepat. Meskipun tidak bergabung dalam genk Sigra dalam beberapa kali dirinya ikut serta dalam adegan baku hantam karena paksaan Arexon.

Arexon dan Carka sendiri kenal saat dalam tempat latihan pencak silat, keduanya bertemu saat SMP dan mulai berteman meski berpisah sekolah sampai saat itu Carka tahu bahwa Arexon membuat sebuah genk bernama Sigra. Genk itu dibentuk karena katanya sekolahnya sering sekali menjadi sasaran anak sekolah lain entah karena alasan apa.

"Lo yang punya musuh, gue yang ikut pusing," keluh Carka.

"Gue gak pernah nyari musuh. Mereka yang hobi mancing keributan," bantah Arexon.

"Sekolah lo rawan banget, sih, diserang. Perasaan Gentara adem ayem tentem banget tuh," cibirnya membuat Arexon ingin mencekik temannya saat itu juga.

"Itu karena sekolah lo banyak premannya."

Carka meringis. Dia tahu preman yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang pandai bela diri. Jadi, genk mana pun yang ingin menyerang Gentara akan berpikir ulang jika tidak ingin berhadapan dengan preman SMA'NTARA.

"Jadi, Car, mau, ya? Ayolah, bantu gue. Kalau ada lo pasti Sigra menang."

Carka mendelik menatap Arexon penuh dendam. "Lo tinggal nangkring di motor sedangkan gue yang babak belur, iyalah menang. Ketua macem apa lo."

"Ya, kan gue mantau kalau kayaknya perlu bantuan gue baru turun tangan," kilahnya.

"Lo sendiri pun gue yakin bakal menang."

"Kalau ada lo persentase kemenangannya lebih besar."

Carka menarik napas panjang kemudian menghembuskannya sedikit keras. Berdebat dengan Arexon memang tidak akan ada ujungnya. "Jam berapa?"

EGOIS : CARKA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang