Kalau sekiranya nggak bisa nepatin, please, jangan janji.
。。。
Sepasang anak adam itu turun dan melepas helm masing-masing. Saling bergandengan tangan seperti ingin menyeberang melewati lapangan.
"Belajar yang bener, jangan tidur."
Gadis itu mendengus kesal. "Lo yang jangan tidur di kelas."
Carka tertawa renyah. "Ya lagian, guru ngejelasin kayak ngedongeng, siapa yang gak ngantuk coba."
Kaneira Juvelua satu-satunya kekasih Carka yang mampu bertahan sampai sekarang dibanding yang lain yang tak lebih dari 5 hari saja.
Pada awal keduanya pacaran, Velua pernah meminta untuk putus dan saat itu juga untuk pertama kalinya Velua melihat kemarahan Carka. Namun, lama kelamaan dia mulai terbiasa dengan semua sikap Carka.
"Nanti pulang bareng, tapi tunggu di halte, gue mau anterin Anya dulu," ujar Carka membuat kening Velua mengeryit.
"Anya siapa?"
"Anak IPS 2, gue udah telanjur janji kemarin sama dia."
Velua melepas tangkupan tangan Carka di pipinya. "Kenapa gak anterin gue dulu?"
"Gue udah janji sama dia, Vel. Gak enak kalau nyuruh dia nunggu lama."
"Terus maksudnya? Lo fine aja nyuruh gue nunggu, gitu?"
Carka menghela napasnya gusar. "Vel, udah, jangan ngajak ribut, masih pagi."
"Gue bisa pulang sendiri. Anter aja gebetan lo itu."
Cemburu, kesal, marah, sudah menjadi makanan pokok Velua dalam hubungannya dengan Carka. Terbiasa, tapi tetap saja terkadang dia merasa sebal di nomor sekiankan dengan gadis lain.
Tatapan Carka berubah tajam, raut wajahnya menjadi datar. "Lo pulang bareng gue, paham? Awas aja kalau sampe lo pulang duluan. Lagian rumah Anya deket, nunggu 20 menit gak bakal bikin lo mati, kan?"
Velua menghentakkan kakinya kesal. "Serah lo." Dia melangkah memasuki kelasnya.
。。。
Matematika adalah pelajaran yang mendominasi ruang penyimpanan otak Velua. Tangannya tak berhenti menulis jawaban soal yang sudah seperti perjalanan hidup, panjang sekali.
Dia bukan anak cerdas yang menjadi bintang sekolah, bukan juga anak introvert yang kutu buku, tapi kelemahannya memang sulit bergaul, dia canggung untuk memulai terlebih dulu. Toh, untuk apa juga memiliki banyak teman jika hanya menjadi contoh simbiosis parasitisme.
"Psstt ... Vel."
Velua melirik teman sebangkunya. Gadis yang selalu menggelung tinggi rambutnya dan poni pagar yang menutupi kening. Gadis barbar yang pernah menimpuknya dengan buku paket PKN pada awal jumpa, sebagai salam kenal, katanya.
Velua menaikkan sebelah alisnya.
"Nyontek dong, males gue bolak-balik buku itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
EGOIS : CARKA ✓
Novela Juvenil[ COMPLETE ] Dia Carka Zuleuw. Playboy tingkat dewa adalah julukannya. Carka suka memberi harapan, tapi tidak dengan kepastian. Digombalin buat ngilangin gabut? Ya begitulah Carka. Dia pacaran tidak lebih dari seminggu. Namun, bagaimana bisa dia ber...
