Seperti ucapan Carka tempo hari saat di UKS. Cowok itu benar-benar menepati janjinya. Sekarang bahkan Velua meremat tangan Carka yang menggenggamnya padahal di sini seharusnya Carka yang merasa deg-degan, tapi justru Velua yang sejak tadi berkeringat dingin apalagi saat mereka sudah di seberang jalan di mana ada sebuah kafe tempat Carka akan menyelesaikan masalahnya. Kafe itu sudah Carka booking untuk hari ini. Kafe itu memang terletak tidak jauh dari rumah Velua sehingga mereka memutuskan untuk berjalan kaki.
Carka menoleh pada Velua yang tampak tegang. Lagi, dia menghapus keringat sebesar biji jagung di pelipis gadisnya.
"Kenapa lo yang nervous?"
"Nggak tau, nih, aduh."
Carka tertawa kecil melihat kegugupan Velua yang terlihat menggemaskan.
Setelah memastikan jalanan lengang, mereka menyebrang dan disambut oleh teman-temannya. Ya, mereka datang karena Carka bilang akan menjadi saksi padahal ini pembuktian pada Velua jadi membawa Velua saja itu sudah cukup rasanya.
"Lo serius mau lepas gelar playboy lo, Car?" tanya Oji memastikan untuk terakhir kali.
"Yakin. Gue lebih rela lepas gelar itu daripada lepas Velua dari sisi gue," jawabnya mantap.
Berlian dan Felix kompak berdecak melihat kebucinan Carka. Mungkin nanti mereka akan menjadi saksi bisu terutama Manuluver. Sungguh, sebenarnya dia tidak ingin ikut campur jika saja Coslyn tidak membujuknya untuk ikut entah apa manfaatnya jika dia ada di sini.
"Ngapain pada di luar?"
Satu lagi teman Carka yang baru datang. Si ketua geng Sigra's yang hobi ngaret membuat Berlian terkejut. Sama halnya Berlian, Arexon pun terkejut melihat gadisnya ... hmm ... gadis yang beberapa kali bertemu dengannya ikut di sini.
"Lo temen ceweknya Carka?" bisiknya.
"As you can see."
"Kebetulan ketemu lo, ada yang mau gue omongin."
Berlian menaikkan sebelah alisnya. "Apa?"
"Gak di sini." Arexon menarik tangan Berlian untuk sedikit menjauh membuat sang empu memberontak.
"Lepas, gue bukan bocil yang jalan harus lo gandeng."
"Diem, ntar lo nyungruk kek waktu itu."
Berlian mendelik. "Mulut lo minta dijejelin samsak, ya."
Seperti mereka, Manuluver pun menahan Coslyn yang ingin ikut masuk. "Di sini aja, Amour."
"Ih, Luv, tapi, kan Lyn penasaran."
"Jangan ikut campur, itu urusan mereka. Mau boba?"
Wajah merengut Coslyn berubah menjadi ceria kembali. "Mau lah, yuk beli."
Sedangkan itu Velua menghembuskan napas dalam sekali hentak sebelum melangkah masuk dan ketika pintu dibuka mereka menjadi sorotan. Ada sekitar 10 orang di dalam dengan beragam ekspresi. Oke, 10 orang belum apa-apa jika dibanding Carka sebelum berpacaran dengan Velua.
Dengan masih menggandeng Velua keduanya berjalan menuju panggung kecil yang biasa digunakan untuk menjadi panggung hiburan pengunjung kafe.
Carka mengetuk mic beberapa kali untuk mengetes apakah menyala atau tidak. Sebelum berbicara dia menghela napas terlebih dahulu.
"Itu cewek siapa? Pacarnya?"
"Kenapa tuh cewe dibawa my sweety ke sana?"
"Ini maksudnya apa sih?"
KAMU SEDANG MEMBACA
EGOIS : CARKA ✓
Fiksi Remaja[ COMPLETE ] Dia Carka Zuleuw. Playboy tingkat dewa adalah julukannya. Carka suka memberi harapan, tapi tidak dengan kepastian. Digombalin buat ngilangin gabut? Ya begitulah Carka. Dia pacaran tidak lebih dari seminggu. Namun, bagaimana bisa dia ber...
