Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

29. Couple.

7.1K 260 0
                                        

Ulangan akhir semester ganjil berlangsung cukup lancar. Hanya ada keheningan yang terjadi selama ujian. Mungkin alasan utama keheningan terjadi adalah karena guru pengawas yang sedari tadi menatap memindai hingga gerakan sekecil apa pun beliau akan tahu.

"Waktunya sudah habis, selesai nggak selesai silakan dikumpulkan," perintah Bu Endang.

Beberapa murid merasa panik karena masih ada soal yang belum terjawab hingga membuat mereka meningkatkan kecepatan menulisnya dan cara berpikir.

"Saya hitung sampe 5 kalau belum ada yang ngumpulin saya anggap semuanya tidak mengerjakan."

"1."

"Bentar, Buuuu."

"2."

"Iya, Bu, sebentarrrr."

"3."

Sebagian besar murid kelas dengan tergesa mengumpulkan lembar jawabnya dan mendesah lega.

"4."

"Innalilahi, nilai X nomor 5 berapa woi?" tanya Radit. Dia mendumel kesal dan memberi jawaban asal padahal rumus yang ia gunakan sudah benar, tapi karena panik otaknya justru lemot untuk diajak menghitung.

"Liiii ... Ma. Yang tidak mengumpulkan dianggap alfa dan mengikuti ulangan susulan minggu depan, sekian, selamat pagi."

Radit langsung berlari sebelum Bu Endang melangkah keluar hingga membuatnya tersandung dan nyaris jatuh, tapi syukurlah guru paruh baya itu masih mau menerima lembar jawabnya.

"Ey, nanti kumpul kafe, yuk? Refreshing otak gitu," ajak Coslyn pada kedua temannya sambil menaik-turunkan alisnya.

"Ayo, aja sih, gue juga suntuk di rumah," sahut Berlian.

Velua hanya mengangguk dan memberi acungan jempol sebagai tanda setuju. Ketiganya langsung melipir ke kantin untuk mengisi perut.

°
°
°

"Amour, sini."

Coslyn menolehkan kepala ke beberapa arah untuk mencari sumber suara yang memanggilnya. Dia tersenyum kemudian menarik kedua temannya menuju meja Manuluver.

"Luvluv tumben bareng Carka? Temenan, nih?" tanyanya sembari duduk di tempat yang sudah Manuluver siapkan.

Manuluver mendengus. "Kepaksa. Udah pesen?"

Coslyn mengangguk.

Manuluver mengelus puncak kepala Coslyn membuat penghuni meja lain menatap julit. "Nanti ke apart, ya?"

"Gak bisa, Luv, aku mau main sama mereka." Tunjuknya pada kedua temannya.

"Di mana?"

"Kafe."

"No."

"Yaelah, Ver, biarin ngape posesif amat. Itu main doang bukan main ati," seloroh Virgo yang merasa gerah sendiri.

"Please, ya?" mohon Coslyn.

"Aku ikut, gak boleh bantah."

Coslyn menatap tidak enak kedua temannya yang pasti mendengar keputusan sepihak dari kekasihnya.

"Gue juga ikut, gak pake debat," ucap Carka membuat Velua menatap tak terima.

"Ih, kalian tu apaan, sih. Ini itu girls time, cowok gak boleh ikut tau."

"Gak ada penolakan!"

Satu meja menjadi hening mendengar suara tegas milik Carka juga Manuluver yang benar-benar tidak ingin dibantah. Velua dan Coslyn menatap Berlian dengan pandangan seolah mengatakan, "Gimana, nih?"

EGOIS : CARKA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang