Jaemin terbangun dari tidurnya dan merasakan tubuhnya benar benar sakit dan lengket tapi dia tidak bisa bergerak sama sekali karna kaki tangan nya masih terikat, jaemin mengingat kejadian tadi malam yang sangat buruk baginya, menangis dan tidak bisa berbuat apa apa karna dirinya harus menjadi pemuas nafsu seorang Huang renjun
Pintu kamar dibuka memperlihatkan laki laki yang semalam yang memperkosanya hingga pagi, jaemin benar benar takut sekarang berhadapan dengan laki laki keturunan China tersebut
"Baru bangun? Apa tidur mu nyenyak setelah bercinta sepanjang malam hm"
Renjun mencengkram pipi jaemin dan melumat kasar bibir jaemin, jujur baru kali ini renjun merasakan bibir manis, lembut dan kenyal seperti bibir jaemin rasanya ia seperti sedang memakan permen gummy, renjun menggigit bibir jaemin dan menghisapnya dengan kasar, memasukan lidahnya menerobos mulut jaemin, mengapsen seluruh deretan gigi rapi jaemin dengan benar sedangkan jaemin tidak bisa meraup udara karna ciuman panas tersebut, ciuman itu terhenti dan renjun melihat wajah jaemin yang terengah engah namun sexy di matanya
"Kau tau na, sepertinya aku jatuh cinta kepada tubuh mu yang sangat indah ini"
Renjun mengelus pipi jaemin dengan lembut dan mengecup bibirnya singkat
"R-renjun aku mohon lepaskan aku, aku harus sekolah"
"Sstt sst mulai hari ini kau tidak lagi bersekolah karna aku tidak akan mengizinkan mu baby"
"Aku mohon hiks aku ingin sekolah Jun"
Renjun meremas penis jaemin dengan erat membuat sang empu meringis
"Sakit hiks jangan aku mohon hiks"
"Aku tidak bisa di bantah na, ingat Kalo kau membantah kau akan mendapatkan hukuman yang sangat parah"
Jaemin tak henti hentinya menangis karna penisnya terus di mainkan oleh renjun
"Sakit hiks udah cukup aku hiks mohon"
Renjun menyudahi dan langsung melepaskan ikatan kaki tangan beserta leher karna ia lupa memandikan tubuh laki laki manis ini, renjun menggendong tubuh ramping milik jaemin dan membawanya ke kamar mandi
Kalian kira jaemin akan mandi, tentu saja tidak karna jaemin harus memuaskan nafsu renjun terlebih dahulu, udah 2 ronde renjun melakukan nya di sana bersama si manis tersebut
"Ahh hiks aku nghh sakit hiks cukup akhhh"
"Aku hanya menyuruh mu untuk mendesah jaemin, semakin kau menyuruhku berhenti maka semakin gencar untuk memperkosa mu"
Renjun memukul pantat jaemin dan membuat jaemin meringis, tubuhnya berkali kali merosot tapi renjun belum berhenti karna menurutnya semalam adalah bagian pemanasan bagi dirinya dan jaemin
Renjun menjambak rambut jaemin hingga jaemin mendongak kan kepalanya hingga menghadap ke kaca wastafel
"Mendesah dan panggil nama ku"
Jaemin menangis karna lubangnya benar benar sakit dan membuat renjun naik pitam
"MENDESAH NAMA KU JAEMIN"
"Hiks ahh udah sakit hiks AKKHH RENJUN SAKIT HIKS KELUARKAN"
Renjun memasukan vibrator dan mengaktifkan getaran cukup tinggi membuat jaemin memekik kesakitan karna lubangnya serasa ingin robek dan tubuhnya terlonjak maju mundur
"Aku memintamu untuk mendesah panggil nama ku"
"Akhh lubanghh Nana ahhh ngghhh mau robek hiks akhhh"
"Apa peduliku?"
"Mau nghh KELUAAR hiks akhhh"
Renjun hanya tersenyum sinis karna jaemin tidak akan bisa mengeluarkan sperma nya
KAMU SEDANG MEMBACA
one shoot nominren
Short Storyjeno : seme/top jaemin : uke/bot renjun: seme/top
