Jadi di sini ga ada unsur Boys love oke, ini brother ship.
Jaemin, dia adalah anak terakhir dari 3 bersaudara di keluarga na. Dulu dirinya adalah anak yang paling di sayang oleh kedua orangtuanya maupun kedua kakaknya. Hingga akhirnya semua berubah semenjak kematian kedua orang tua mereka, jeno dan renjun berubah 180° dari sifat lamanya. Mereka menganggap kalo kematian dari orang tuanya adalah kesalahan jaemin.
"JAEMIN"
Jaemin segera turun karna ia di panggil oleh kakak sulungnya renjun, jaemin berlari dan langsung melihat kedua kakaknya tengah duduk di sofa dengan tatapan dingin
"Iya kak"
Jeno langsung berdiri dan menampar pipi jaemin
"Udah berani ga masuk sekolah, ngapain aja seharian ini?"
Jaemin hanya diam sambil nunduk, dirinya benar benar takut dengan kedua kakaknya, renjun yang dari tadi duduk langsung berdiri dan menjambak kasar rambut jaemin hingga ia meringis
"Kenapa ga jawab punya mulut kan? Atau bisu"
"Maafin Nana kak sakit lepaskan lagian Nana baru sehari ga masuk sekolah"
"Oh sekarang udah berani ya hah"
"Ck kenapa aku menyesal mempunyai adik seperti mu jaemin, andai aja nyawa kedua orang tua kami bertukar dengan nyawa mu udah pasti tidak seperti ini"
Jaemin masih meringis, jambakan sang kakak ga main main
"Kak Nana bukan pembunuh sakit kak"
"Bukan pembunuh? Kau tau ANDAI AJA KAU TIDAK MEMINTA KEDUA ORANG TUA KU UNTUK PERGI KE TAMAN PASTI MEREKA ADA DI SINI SIAL"
"K-kak"
Renjun dan jeno menarik jaemin ke kamar jaemin, jaemin hanya bisa menerima kelakuan kedua kakaknya, bayangkan kedua tangan kakaknya memukul perut jaemin brutal dan juga menendang tanpa henti, jaemin hanya bisa menahan dan merintih kesakitan
"Ini hukuman mu sialan gara gara dirimu orang tua kami meninggal"
Jaemin tak menyuruh jeno dan renjun berhenti, tubuhnya di hantam kuat dan bukan itu saja, jeno menghantam kepala jaemin ke dinding berkali kali, setelah mereka melakukan itu mereka pun meninggalkan jaemin sendirian dengan luka yang parah.
Jaemin menggerakan bibirnya untuk terakhir kalinya
"M-makasih kakak"
Seketika jaemin kesadaran jaemin hilang untuk selamanya
Di lain tempat renjun dan jeno ketempat teman nya, mereka tak menyangka teman nya menyiapkan kejutan untuk mereka
"Wihh ulang tahun nih selamat ya"
"Iya sama sama makasih banget loh"
Haechan datang dan duduk di samping renjun dan jeno dan minum
"Oh ya Jen ga ajak jaemin?"
"Gua lagi ngasih hukuman karna dia bolos"
Haechan diam dan menatap mereka berdua dengan seksama
"Jen Jun, kalian tau kenapa jaemin tidak masuk tadi"
"Tau lah pasti lagi asik asik main game di warnet kan"
"Bukan Jen"
Jeno menatao haechan dan haechan langsung menaruh minuman nya kembali
"Kalian berdua tau kenapa jaemin ga masuk? Karna jaemin membeli hadiah ulang tahun kalian"
"Ck Lo bercanda kan"
KAMU SEDANG MEMBACA
one shoot nominren
Historia Cortajeno : seme/top jaemin : uke/bot renjun: seme/top
