two shoot [renno] pt1

1.7K 75 9
                                        

Renjun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karna ia sangat emosi dengan jaemin, laki laki itu memutuskan hubungannya dengan sepihak bahkan saat ditanya jawabannya aneh, dan parahnya ia melihat jaemin bersama laki laki lain dan berciuman membuat renjun semakin emosi. Di perjalanan renjun tiba tiba menurunkan kecepatan mobilnya karna melihat ada segerombolan orang di tengah jalan membuatnya bingung

"Ada apa ini"

Renjun menepikan mobilnya dan mulai keluar dari mobil tersebut, saat ia keluar, ia memasuki gerombolan orang dan melihat ada laki laki bersimbah darah dan satu lagi laki laki yang menangis tersedu sedu

"Ini ada apa ya"

"Tadi ada truk yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah sini dan di saat yang bersamaan ada kedua anak anak ini menyebrang jalan dan anak ini tertabrak"

Renjun mendekati laki laki yang masih memeluk seseorang yang telah meninggal tersebut

"Hiks sekarang aku tak punya siapa siapa lagi, maafkan jeno bunda ayah hiks telah membuat seno pergi"

"Em sebaiknya kita pulangkan ya kasihan dia"

Jeno laki laki yang menangis menoleh ke arah renjun

"Kami di usir hiks oleh paman dan bibi kami dan sekarang aku tak tau lagi mau kemana hiks karna kembaranku telah menyusul orang tua kami"

"Ikut aku saja tidak apa apa aku bukan orang jahat"

Jeno sedikit ragu tetapi ia mengangguk pelan dan mulai mengajak orang untuk mengangkat jasad tersebut ke mobil renjun

Setelah di makamkan renjun membawa jeno ke rumahnya dan berusaha berbaur dengan anak yang ia bawa kerumahnya sekarang

"Jadi orang tuamu meninggal  beberapa tahun yang lalu?"

Jeno mengangguk

"Sekarang aku sendirian, Seno ga ada, kami baru saja di usir sama paman dan bibi karna kami tidak sengaja membuat guci antik kesayangan paman hilang padahal itu bukan kesalahan kami berdua"

"Yasudah kau tinggal di sini saja dan tak apa aku sendirian aku juga sama sepertimu"

Jeno menoleh dan melihat ke arah renjun

"Tapi kita baru kenal"

"Ga masalah jangan takut dengan ku"

"Huh baiklah"

Renjun tersenyum dan berjabat tangan dengan jeno

"Aku renjun sepertinya aku lebih tua darimu"

"Aku jeno terima kasih"

Berbulan bulan jeno tinggal bareng renjun dan mereka mulai akrab dan bahkan renjun tidak masalah kalo Jeno menggunakan alat elektroniknya untuk bermain

"Renjun boleh tolong aku sebentar?"

"Boleh ada apa"

Renjun duduk di samping jeno dan melihat jeno menutup laptopnya

"Jadi gini, hari ini belanja bulanan kita habis jadi aku pengen belanja buat keperluan dapur"

"Wah habis ya, yaudah kita pergi ke supermarket sekarang"

"Yaudah aku siap siap dulu"

Jeno berjalan ke kamar dan bersiap siap. Di supermarket jeno membeli segala jenis bahan bahan makanan mulai dari sayur, buah bahkan cemilan. Di saat jeno sedang memilih, tiba tiba ada laki laki yang mendekatinya

"Kamu yang sama renjun kemaren kan?"

Jeno menoleh dan tersenyum ramah

"Ah iya, anda kenal renjun ya"

one shoot nominrenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang