Terhitung sudah 3 bulan semenjak kejadian itu jaemin berada di rumah mereka, jaemin tak bisa pergi dari sana dan selalu terkurung di rumah besar tersebut. Jaemin pernah lari dari rumah itu tapi ia di pergoki oleh renjun
Flashback
Jaemin bangun dan merasa sakit di seluruh badan nya karna menjamah tubuh renjun dan jeno. Air matanya mengalir dan tak lupa jaemin mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang penuh dengan gigitan dan juga memar merah di dada dan leher.
"Aku harus keluar hiks aku tak ingin berada di sini"
Jaemin perlahan turun dari kasur dan berjalan pelan, ringisan keluar setiap jaemin berjalan karna lubangnya sedikit perih. Jaemin keluar dan melihat segala arah dan keluar perlahan dan mencoba untuk tidak bersuara
"Shh perih"
Saat jaemin sudah berada di pintu keluar jaemin langsung bergerak cepat, saat ia ingin menggenggam knock pintu tersebut, tangan nya di genggam oleh renjun dan renjun tersenyum sinis menatap jaemin
"Mau kemana hm?"
"Lepaskan aku renjun"
Renjun mencengkram kuat tangan jaemin dan menarik paksa jaemin ke kamar, saat sudah di kamar renjun mendorong jaemin dan langsung menelpon jeno
"Jen kau pasti akan terkejut mendengar berita ini"
..........
Jaemin menangis dan menggeleng pelan tapi renjun malah menjambak rambut jaemin kasar
"Jaemin berniat ingin kabur Jen, hukuman apa yang pantas untuknya"
..............
"Oke aku tunggu kau di rumah"
Renjun mematikan telponnya dan menarik lebih kuat rambut jaemin
"Hiks sakit jangan hukum aku hiks"
"Aku tidak akan menghukum mu kalau saja kau tidak mencoba kabur dari sini"
Renjun menyibak selimut yang menutupi tubuh jaemin
"Kita tunggu jeno sepertinya dia punya ide untuk menghukum mu bunny"
"Hiks maafkan aku hiks jangan"
Tidak menunggu lama jeno pulang dan langsung menatap renjun yang tengah menjambak jaemin
"Wah ada yang mau kabur tadi"
"Hiks sakit renjun maaf"
"Jen Lo bawa kan?"
Renjun menunjukan paper bagnya dan tersenyum
"Aman jun kan ini untuk jalang kecil kita"
Renjun menggeret jaemin ke dalam red room dan mengikat tangan dan kaki jaemin, renjun mengikat tangan jaemin ke atas sedang kan kaki jaemin di ikat dalam keadaan ngangkang, Keadaan jaemin terbaring dengan dada membusung ke depan. Renjun dan jeno mengeluarkan alat yang di dalam paper bag tersebut dan menatap jaemin
"Sepertinya kau siap di hukum na jaemin"
Jeno menatap datar jaemin sedangkan jaemin menggeleng takut membuat jeno berdecih
"Jen mulai dari mana nih"
"Lo maunya dari mana"
Renjun menatap jaemin dan mengambil cambukan yang terpajang di tempat tersebut
KAMU SEDANG MEMBACA
one shoot nominren
Cerita Pendekjeno : seme/top jaemin : uke/bot renjun: seme/top
