Renjun berlari dan langsung masuk kerumah tanpa mengucapkan salam dan langsung membanting tasnya di hadapan jaemin membuat jaemin kaget
"Astaga renjun"
"Ck ngapain mama ke sekolah tadi? Mau bikin renjun malu iya?"
Jaemin berdiri dan mengambil tas renjun sambil senyum
"Kan mama ngambil dagangan mama Jun"
"Ck masalahnya semua orang tau kalo aku anak mama"
"Emang kenapa masalahnya renjun"
Renjun merampas tasnya dari jaemin membuat jaemin melepaskan nya
"mau tau masalahnya apa? GARA GARA LO GUE DI PERMALUKAN DI SEKOLAH DAN JUGA GUE DI KATA ANAK MISKIN SAMA TEMAN GUE"
jaemin kaget dengan bentakan renjun dan memegang dadanya
"Jun apa kamu bentak mama"
"Kalo iya kenapa? Ck gue capek hidup miskin"
Jaemin tersenyum ketir dan langsung membawa semua adonan kuenya ke dapur
"Jun maafin mama udah buat renjun malu"
"Maaf Lo ga guna lagi, dan karna Lo gue udah malu buat sekolah lagi"
"Nak sekarang mau kamu apa"
"Gue mau Lo pergi dari kehidupan gue jauh jauh"
"Nak.."
Renjun menatap jaemin dan berdecih pelan
"Iya keinginan gue adalah LO PERGI DARI KEHIDUPAN GUE DAN JANGAN MUNCUL DI HADAPAN GUE LAGI"
Jaemin merasakan sakit di dadanya dan ia langsung masuk ke kamar, saat di kamar jaemin hanya bisa menangis dan memeluk figura dirinya bersama renjun saat kecil
"Hiks apa kehadiran mama bikin renjun kesal hiks maafin mama Jun mama janji hiks ga bakal bikin renjun marah dan mama bakal pergi sayang"
Jaemin mengecup figura itu dan beranjak pergi dari kamar tersebut
2 hari jaemin tak ada di rumah membuat renjun bertanya kemana ibunya pergi tapi ia masa bodo toh palingan ibunya akan pulang, saat renjun sedang menonton tv sambil memakan cemilan nya
"Berita kali ini seorang truck menabrak seorang lelaki berinisial njm, di duga supir mengantuk dan menabraknya hingga kepalanya terguling ban besar truck tersebut"
Renjun kaget karna ia tau inisial itu
"Ga mungkin kan"
Renjun langsung pergi mencari jaemin, wajah paniknya masih terhias di wajahnya.
"Mama di mana"
"MAA"
Renjun mencari ke tempat biasanya jaemin kunjungi tapi tak ada satupun seseorang melihat jaemin
"Ga mungkin itu Mama kan"
"Bukan mama bukan ayo cari mama"
Renjun mencari jaemin hingga larut malam, air mata renjun mengalir dan ia langsung terduduk lemas di lantai rumahnya
"Mama renjun jahat ya hiks"
"Mama pulang hiks maafin renjun hiks"
"Tuhan kembalikan ibuku hiks aku membutuhkan nya"
Renjun menangis menjadi jadi dan menatap figura jaemin sambil memeluknya
"Mama hiks berita tadi bohong kan hiks mama pulang renjun mohon renjun sayang sama mama hiks"
Saat renjun menangis pintu terbuka dan menampilkan lelaki cantik masuk dengan membawa makanan untuknya dan juga renjun
"Renjun"
Renjun membalikan tubuhnya menatap jaemin dan sekantong makanan dan langsung berlari memeluk tubuh jaemin
"Hiks mama dari mana aja kenapa mama ga pulang selama dua hari hiks"
"Mama kerja njun dan liat mama dapat makanan dari hasil kerja mama"
Renjun membawa jaemin duduk dan langsung menatap jaemin yang tersenyum menatapnya
"Mama kerja apa hingga ga pulang"
"Mama kerja menjadi tukang cuci piring dan mama ga pulang karna mama takut renjun bakal marah sama mama jadinya mama tidur di sana"
Renjun menggeleng dan memeluk tubuh jaemin erat
"Mama jangan kerja ya nanti mama sakit renjun ga mau mama pergi cukup hari ini aja mama kerja oke"
"Anak mama udah gede ya"
Jaemin terkekeh melihat renjun menangis di pelukan nya
"Renjun janji sama mama, renjun ga bakal bikin Mama nangis ga bakal"
"Iya njun mama tau kok renjun sayang sama mama"
"Mulai hari ini renjun ga akan malu punya mama hebat seperti mama dan renjun janji ma, suatu saat kalo renjun sukses renjun bakal bikin Mama bahagia"
Jaemin tersenyum dan mengangguk, tangan nya sibuk mengelus pipi sang anak dan mencium pipinya
"Makasih renjun"
KAMU SEDANG MEMBACA
one shoot nominren
Short Storyjeno : seme/top jaemin : uke/bot renjun: seme/top
