kakel adkel [nomin]

2K 213 7
                                        

"kak Jen kembalikan tas aku"

Jaemin sedari tadi berusaha mengambil tasnya dari jeno karna jeno mengambil darinya

"Ambil aja kalo bisa hahaha TANGKAP YANG"

Jeno terus terusan melempar tas jaemin dan bermain kucing kucingan dengan adkelnya tersebut

"Kak Nana mohon kembaliin kak Nana mau masuk"

"Ambil dulu baru masuk"

"Kak"

Jaemin berusaha mencari cara agar dirinya bisa mengambil tas tersebut dari tangan jeno, tiba tiba jaemin mempunyai ide dan mulai melancarkan aksinya. Saat tasnya sudah berada di tangan jeno, jaemin mulai menginjak kaki jeno dengan kuat membuat sang empu meringis dan jaemin mendapatkan tasnya kembali

"MAKASIH KAK JENOO"

"ck awas kau jaemin"

Jeno dan teman teman nya berniat untuk makan karna udah waktunya istirahat, tetapi sampai di sana dia melihat jaemin tengah makan dan Jeno pun tersenyum licik melihatnya

"Gue minta tolong beliin gue minum, kalian juga beli"

"Buat apa Jen?"

"Gue ada ide"

Saat jaemin tengah makan tiba tiba ada air membasahi bajunya dan juga rambutnya membuat jaemin mendongak siapa yang melakukan nya, saat jaemin mendongak rupanya kakel yang tadi mengambil tasnya

"Rasain hahaha mangkanya jangan injak kaki gue"

Jaemin hanya diam karna ga tau harus buat apa dan menjadi tontonan para siswa siswi di sekolah. Jaemin berjalan menuju toilet untuk membersihkan bajunya dan tubuhnya karna lengket dengan minuman yang di tumpahkan oleh jeno

"Shh lengket banget"

Saat jaemin tengah membersihkan bajunya tiba tiba jeno datang dan mengunci pintu toilet dengan perlahan dan tersenyum senang ketika ia berhasil membuat jaemin terkurung dan pergi dari sana agar tak ketahuan oleh orang orang

"Rasain Lo, mampus"

Saat jaemin sudah membersihkan tubuhnya, jaemin berjalan menuju pintu yang tertutup dan mulai membukanya, tetapi pintu itu terkunci dan membuat jaemin panik dan berusaha menggedor kuat agar ada yang mendengarnya

"Tolong aku"

"TOLONG AKU, AKU TERKUNCI DI DALAM SIAPAPUN TOLONG"

Berkali kali jaemin berusaha namun gagal bahkan jaemin mentap handphonenya karna sudah menunjukkan jam pulang membuat jaemin makin panik

"TOLONG AKU"

"KAK JEN BUKA PINTUNYA"

"KAK TOLONG BUKAIN KAK"

Hari makin gelap bahkan toilet di sana sudah tak ada lampunya membuat jaemin makin takut dan bahkan tubuhnya bergetar hebat

"Takut bunda tolongin Nana"

Jaemin mengotak Atik benda pipih di hadapannya agar dia bisa menelpon seseorang

"Bunda gelap takut"


"Ahh akhirnya selesai mandi juga"

Jeno merebahkan tubuhnya di kasur karna merasa tubuhnya sangat lelah, jeno mengambil bantal dan mulai untuk terlelap, saat dirinya mulai tertidur handphone jeno berdering dan membuat jeno merasa keganggu

"Siapa sih, hallo"

"Tolong Nana hiks"

Mata jeno terbuka lebar dan Jeno langsung duduk ketika ia di telpon oleh jaemin

"Halo jaem"

"Tolong Nana kekunci"

Jeno tak menyangka sudah 4 jam jaemin masih terkurung di toilet sekolah

"JAEM denger aku"

"Halo jaemin

"JAEMIN DENGAR AKU HAL- halo HALO"

Jeno melihat telpon itu di matikan oleh jaemin dan membuatnya panik

"Jaemin masih terkurung? Gue harus kesekolah"

Jeno mengambil jaketnya dan mulai pergi lagi karna sepenuhnya salah dirinya telah mengurung jaemin, butuh 20 menit jeno kesekolah akhirnya dia sampai dan berusaha membuka pagar sekolah tersebut

"Sial kekunci, mana ga ada orang"

Jeno mulai berfikir gimana caranya dia masuk dan Jeno mulai naik ke pagar dan masuk seperti maling, ia tak peduli sekarang karna yang Jeno pikirkan adalah jaemin masih terkurung di sana

Jeno berlari menuju toilet dengan sinar flash handphonenya dan akhirnya ia telah sampai dan Mulai mengetuk pintu tersebut

"Jaemin kamu didalam kan"

"Jaemin jawab ini kak jeno"

"JAEMIN"

Tanpa berpikir panjang Jeno mulai mendobrak pintu tersebut berkali kali dan akhirnya terbuka, mata Jeno mulai tertuju dengan jaemin memeluk tubuhnya sendiri bahkan handphone tersebut tidak lagi berada di tangan jaemin

"JAEM"

Jeno mendekati jaemin dan memeluk tubuh adik kelasnya tersebut dengan erat

"Bunda hiks gelap takut"

"Sstt ada kak jeno di sini Nana sekarang bisa keluar"

Jeno bisa merasakan tubuh jaemin bergetar ketakutan dan juga toilet tersebut tidak ada lampunya

"Nana lihat kak Jen"

Jaemin mendongak dan Jeno langsung menghapus air mata dan keringat jaemin

"Ayo keluar kakak bakal antar Nana pulang"

Jeno mulai mengajak jaemin keluar dan pergi dari sekolah tersebut, sepanjang jalan jeno melihat kaca spion agar bisa melihat jaemin di belakang, lelaki tersebut tertidur pulas di punggungnya membuat jeno merasa bersalah

"Maafkan aku na"

Pagi telah tiba dan membuat jaemin terbangun dari tidurnya, perlahan ia mengucek matanya dan jaemin tertuju dengan laki laki yang tidur di sofa kamarnya dengan jaket menyelimuti tubuh bongsornya tersebut

"Kak Jen"

Jaemin perlahan mendekati jeno dan mulai membangunkan laki laki tersebut hati hati

"Kak Jeno bangun"

"Kak Jen"

Jeno terbangun karna ada yang menggoyangkan badannya dan langsung duduk

"Eh na selamat pagi"

"Ehm pagi kak"

Jeno memandangi jaemin bahkan jeno tanpa sadar menyentuh pipi jaemin

"Kamu gapapa kan?"

"Nana gapapa kak terima kasih sudah nolong"

"Seharusnya aku meminta maaf na, maaf aku telah mengunci mu dan membuatmu ketakutan di toilet semalam"

"Sudah kak yang penting Nana sudah di rumah"

"Terima kasih Nana"

Jeno tersenyum manis dihadapan jaemin membuat jaemin terkekeh gemas

"Karna masalah selesai kita berdamai, dan kakak ga akan ganggu kamu lagi"

"Oke setuju"

Jeno mengeluarkan jari kelingkingnya membuat persetujuan dan disahut jaemin

"Kita teman yeyyy"

"Lucu banget bayi"

"Nana bukan bayi yaaa"

"Bayii huuuu bayi bayiii"

"Nana lempar bantal ya"

"Haha bayi bayii Nana itu bayiiii huuuuu"

Dan berakhir lah jeno kena lempar bantal oleh jaemin dan membuat mereka tertawa puas

one shoot nominrenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang