*Kamu yang minta aku untuk ga pernah nyerah sama semuanya, tapi pada akhirnya kamu yang justru menyerah atas semuanya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
"Sekian dari saya, terimakasih untuk yang sudah hadir. Kalian boleh meninggalkan kelas" Tutup dosen yang mengajar di kelasku pagi ini.
Setelah itu aku pun segera meninggalkan ruang kelas sendirian, karna Nida masih ada keperluan dengan dosen yang tadi mengajar. Berjalan sendiri seperti ini membuatku tidak tau harus kemana. Sampai akhirnya satu-satunya tempat yang aku tuju adalah perpustakaan. Setidaknya disana aku bisa membaca buku sambil mendengarkan lagu. Tidak buruk sepertinya.
-PERPUSTAKAAN-
Sampainya di perpustakaan aku pun menuju jajaran rak buku. Setelah berjalan mengelilingi perpustakaan dan tidak menemukan buku yang menarik minatku, aku pun memutuskan untuk mengerjakan tugas di perpustakaan. Mengambil tempat duduk kemudian membuka tugas milikku.
30 menit berlalu hanya aku, musik dan tugasku. Sampai akhirnya sosok dengan kemeja putih bercorak abu-abu duduk di sampingku kemudian menarik earphoneku.
"Heh! ga sopan!" Marahku perlahan, sambil melihat kearahnya.
"Ssstts! Gaboleh marah-marah, nanti diusir" Jawab sosok tersebut yang ternyata Nuggy sambil tertawa.
"Bawel" Balasku sambil memasang kembali earphoneku.
"Ngapain Lo disini?" Tanya Nuggy bisik-bisik.
"Makan." Jawabku ketus sambil mencoba fokus pada tugasku kembali.
"Semoga kenyang Ay" Balasan yang keluar dari mulutnya membuatku menoleh padanya.
"Apa Lo Ay Ay aja" Sewotku mulai mematikan lagu dan melepas earphoneku, bersiap keluar perpustakaan.
"Ya kan Aira, salah apa Gue ya"
"Daripada Lo sendirian disini ya kan, gaada temen. Mending Lo ikut Gue Air, Gue ada perlu di ruang pengurus. Nah disana Lo bisa lanjut ngerjain tugas Lo itu, dibantu oleh expert" Tawarnya sambil tertawa pelan.
"Gamau Gue kalo harus ke Bang Dirga lagi ya Ka, Gue jadi gampang curiga sama Lo ah" Jawabku membereskan buku ku.
"Ga perlu ke Dirga. Azka itu bercanda aja kemarin, pinter dia aslinya. Gue doang yang beban" Penjelasan Nuggy meyakinkanku, lagi pula kayaknya urusan Nida masih lama.
"Ok"
"Ok berangkat" Nuggy menutup obrolan meninggalkan ku lebih dulu.
-RUANG KEPENGURUSAN-
Sampainya di ruang kepengurusan, Aku dan Nuggy pun memasuki ruangan yang isinya ternyata tidak terlalu ramai tapi tidak bisa dikatakan sepi pula. Dari semua yang berada di ruang kepengurusan, yang aku lihat pertama kali saat memasuki ruangan adalah Dirgahayu. Sosok berkemeja hitam dengan celana putih nya sedang duduk sambil menaruh kaki kiri diatas kaki kanannya.
"Nah ini Nuggy. Kemana aja bos?" Tegur laki-laki yang tidak aku kenal siapa.
"Gue tadi ketiduran di perpus. Terus ketemu dia, Gue ajak aja kesini" Jawab Nuggy sambil tertawa, yang lain langsung secara spontan mengalihkan pandangannya padaku.
"Duduk Air, lanjutin aja tugas Lo tadi" sambungnya sambil menunjuk salah satu bangku disana. Kemudian berjalan kearah teman-temannya yang sedang fokus pada layar laptop.
"Eh iya Dir, Azka mana deh?"
"Ga dateng Dia" Jawaban yang didengar dari Dirga membuatku menoleh secara spontan pada Nuggy.
"Ka Nuggy"
"Ka Azka nya ga dateng" Jawabku bisik-bisik.
"Dir. Azka ga dateng?" Tanya Nuggy memastikan lagi yang hanya anggukan oleh Dirga.
"Yahh.. Sorry banget Ay ternyata Azka nya ga dateng" Sesalnya.
"Terus Gue disini ngapain Ka?" Tanyaku sedikit sewot.
"Lo tolongin kita cek CV aja. Nanti kalau udah selesai, Lo bisa deh dapet bonus diajarin Dirga. Gratis."
Pada akhirnya aku berakhir di ruang kepanitiaan dengan laptop dipangkuanku yang berisi CV serta data para pendaftar kepengurusan. Seluruh manusia di ruangan yang sama denganku pun melakukan yang hal yang sama denganku. Sampai akhirnya suara Dirga memecah kesunyian yang menyelimuti ruangan ini.
"Udah jam makan siang nih. Kalian istirahat sama sholat dulu aja" Suara Dirga terdengar memecah hening.
Mereka pun meninggalkan laptopnya masing-masing lalu beranjak keluar ruangan.
"Ay, Sholat Lo" Tegur Nuggy saat melihatku masih duduk memangku laptopku, tidak beranjak dari tempat.
"Lagi libur" Jawabku tanpa mengalihkan pandangan. Kemudian Nuggy pun pergi meninggalkan ruangan. Setelah Nuggy pergi aku pun merebahkan tubuhku di lantai ruangan, dengan masih memegang laptopku.
"Aduh enaknyaa.." Ucapku
"Siapa yang suruh tiduran?" Mendengar pertanyaan sarkas dengan nada suara sinis seperti itu membuatku menegakkan tubuhku kembali.
"Loh Ka Dirga, Aku kira udah keluar ruangan" Jawabku saat melihat siapa yang berdiri dihadapanku saat ini.
"Belum, selesaiin tugas dulu tadi. Lo kesini nyari Azka mau belajar ?" Tanyanya dengan pandangan kearah laptopku.
"Iya, tapi ka Azka nya ga dateng"
"Belajar sama Gue mau?" Tawar Dirga sambil menggulung lengan kemejanya.
"Gapapa Bang?" Tanyaku ragu, karena Ia adalah salah satu orang yang sibuk di acara pendaftaran kepengurusan ini.
"Gapapa. Lo siapin dulu aja materinya, Gue sholat dulu" Jawabnya menutup obrolan, lalu pergi meninggalkan ruangan.
*To Be Continued
Haloo teman-teman semuaa. Aku mau coba untuk nulis wattpad lagi nih. Kalau kalian baca boleh distar dan komen yaa jangan lupa share juga ke temen kaliann supaya makin banyak yang bacaa nih. Semakin banyak yang baca, klik star, dan komen. Aku bakal semakin semangat juga buat nulis dan upload. Kalau gaada yang baca dan klik star nanti cerita ini bakal berakhir kayak cerita aku yang lain, yaitu aku unpublish dan masuk draftku aja.
Support satu sama lain yuk hihi. Sehat selalu semuanya.
See you next part.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOME OF US
Teen Fiction(DIUSAHAKAN SETIAP WEEKEND) Berawal dari kita ga kenal, sampe diakhiri dengan aku yang gamau kenal lagi (inginnya). Tetapi semua gapernah bisa aku tolak. Dampak kamu pada kehidupanku sudah terlalu banyak dan terlalu jauh. Aku cuma berharap kamu bis...
