"Pagi.."
Sudah hari ke 5 dimana Mina selalu menyempatkan diri untuk datang ke rumah sakit setiap pagi hari sebelum ia berangkat kerja. Hari ini seperti biasa dirinya selalu membawakan buah untuk diberikan pada Jeongyeon.
"Hey, apakah aku sudah boleh pulang?" Tanya Jeongyeon sambil memakan buahnya.
"Inikan baru 5 hari. Jadwalmu pulang 2 hari lagi, kamu masih harus beristirahat." Ucap Mina sambil merapihkan kasur Jeongyeon.
"Lihatlah, aku sudah tidak lemas lagi. Aku sudah sangat sehat." Ucap Jeongyeon yang sedang berdiri sambil menatap keluar jendela.
"Kamu masih harus beristirahat." Ucap Mina.
"Huft.." Jeongyeon menghela napasnya.
"Aku bosan harus terus sendirian disini. Kamu hanya datang di pagi hari dan setelah itu tidak ada lagi yang menemaniku disini." Jeongyeon mendekati Mina.
"Hmm.. Kalau begitu bagaimana jika nanti malam sepulang kerja, aku akan datang kesini untuk menemanimu?" Tawar Mina.
Jeongyeon terdiam.
"Mengapa kau melakukan ini?" Tanya Jeongyeon.
"Apa maksudmu?" Tanya Mina.
"Mengapa kau selalu memperlakukanku dengan baik walau aku selalu cuek padamu?" Tanya Jeongyeon.
Mina mengangkat kedua bahunya.
"Bukankah sudah jelas?" Tanyanya.
"Huft.." Jeongyeon menghela napasnya.
"Berhentilah mencintaiku." Permintaan Jeongyeon membuat Mina bingung.
"Kau harus mulai mencintai orang yang juga mencintaimu. Kau hanya membuang buang waktumu dengan mencintaiku." Ucap Jeongyeon.
Mina tersenyum, lalu meraih sebelah pipi Jeongyeon.
"Aku tidak membuang buang waktuku. Aku sudah mencintai orang yang tepat." Ucap Mina sambil mengelus pipi Jeongyeon.
"Istirahatlah, aku akan berangkat kerja sekarang. Nanti malam aku akan kembali untuk menemanimu lagi. Habiskan buahmu yaa.." Pamit Mina sambil membawa tasnya dan keluar dari ruangan Jeongyeon.
Setelah seharian beristirahat di kamarnya, Jeongyeon merasa bosan dan memutuskan untuk berjalan jalan ke taman rumah sakit. Disana ia bertemu dengan banyak pasien lain yang memiliki sakit lebih parah darinya. Jeongyeon pun memutuskan untuk duduk di sebuah bangku dan menatap langit sore.
"Boleh aku duduk disini?" Tanya seorang kakek.
"Ne, silakan." Angguk Jeongyeon.
"Kau sakit apa?" Tanya kakek itu.
"Aku tidak memiliki sakit berat. Aku hanya diminta untuk istirahat total oleh dokter. Seharusnya aku bisa melakukannya dirumah, tapi ntah bagaimana, seorang wanita membuatku untuk tetap berada di rumah sakit selama berhari hari." Jawab Jeongyeon.
"Siapa dia? Kakakmu?" Tanya kakek itu.
"Aniyo, mantan pacarku." Jawab Jeongyeon.
"Hohoho, senangnya masih dipedulikan mantan pacarmu." Kakek itu terkekeh.
"Bagaimana dengan kakek? Anda sakit apa?" Tanya Jeongyeon.
"Ada tumor sebesar kelereng di tubuhku." Jawab kakek itu.
Jeongyeon pun mengangguk angguk.
"Dulu saat muda aku punya seorang pacar yang cantik." Cerita kakek itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sunflower
FanfictionFull Chapter Love is easy. I love you, you love me, then let's live happily.
