"Sudah lebih baik?" Tanya Jeongyeon sambil mengelus punggung Nayeon.
"Ne, gomawo." Nayeon tersenyum sambil menyeka air matanya.
"Ini, minum sedikit air." Jeongyeon memberikan sebuah botol air.
Setelah menenggak air beberapa kali, Nayeon menjadi lebih tenang.
"Jadi?" Tanya Jeongyeon.
"Jadi apa?" Nayeon bertanya balik.
"Apakah aku masih bisa berkesempatan untuk tampil bersamamu?" Tanya Jeongyeon.
Nayeon terkekeh.
"Ne, tentu saja." Angguk Nayeon.
"Yesssss!" Jeongyeon merasa begitu senang.
.
.
.
2 bulan kemudian...
Suara nyanyian terdengar memenuhi ruangan band di agensi yang menaungi Nayeon. Disana terlihat Nayeon yang sedang berduet dengan Jeongyeon yang juga mengiringi mereka dengan gitar.
"Bagaimana? Apakah sudah bagus?" Tanya Jeongyeon.
"Bagaimana jika kau juga itu menyanyikan bagian akhirnya juga?" Tanya Nayeon.
"Ah begitu ya, baiklah." Angguk Jeongyeon.
Keduanya pun mulai bernyanyi dari awal lagi. Dengan iringan gitar dari Jeongyeon, dan paduan suara merdu kedunya membuat penampilan mereka nanti akan menjadi begitu luar biasa. Setelah selesai berlatih, keduanya beserta staff yang lain pergi ke kafetaria untuk makan siang.
"Kalian duluan saja, nanti aku menyusul." Ucap Jeongyeon pada yang lainnya.
Ia mengangkat telpon dari Mina.
"Hai, sayang." Sapa Jeongyeon.
"Hai, kamu sedang apa?" Tanya Mina.
"Aku baru selesai latihan. Kenapa?" Tanya Jeongyeon.
"Bisakah kau kebawah sebentar? Aku ada di lobby." Tanya Mina.
"Kamu sudah pulang ke korea?? Kenapa tidak mengabari aku?" Tanya Jeongyeon yang begitu terkejut.
"Ingin mengejutkanmu." Jawab Mina sambil terkekeh.
Jeongyeon pun berlari kecil menuju lift dan turun ke lobby untuk menemui Mina.
"Jeongyeon!" Dari kejauhan Mina melambaikan tangannya ke arah Jeongyeon.
Melihat itupun Jeongyeon terkekeh dan segera berlari kecil menuju tempat kekasihnya berdiri.
"Hup!"
"Kya!" Mina terkejut saat Jeongyeon memeluk tubuhnya dan mengangkat wanita itu.
"Kenapa tidak mengabari??" Tanya Jeongyeon sambil menurunkan Mina perlahan.
"Surprise!" Canda Mina.
"Dasar." Jeongyeon terkekeh.
"Kapan sampai?" Tanyanya.
"Tadi pagi." Jawab Mina.
"Sudah makan?" Tanya Jeongyeon lagi.
"Belum, justru aku mau mengajakmu makan bersama." Ucap Mina.
"Baiklah, ayo." Ajak Jeongyeon sambil mengangdeng tangan Mina.
Mina pun membawa Jeongyeon ke restoran favoritnya. Sebuah restoran mewah yang terlihat begitu mahal. Sesampainya disana, mereka turun dari mobil dan langsung disambut dengan begitu sopan. Jeongyeon tidak henti hentinya mengedarkan pandangan kesekeliling restoran yang memiliki arsitektur klasik itu. Setelah duduk, mereka langsung di berikan buku menu oleh pelayan disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sunflower
FanficFull Chapter Love is easy. I love you, you love me, then let's live happily.
