"Huft.. Sampai juga." Jeongyeon menghela napasnya setelah sampai di depan gedung agensi tempatnya akan dilatih.
Jeongyeon melangkahkan kedua kakinya untuk masuk ke dalan gedung itu. Jeongyeon diarahkan untuk masuk ke dalam ruang latihan vokal oleh seorang staff.
"Annyeonghaseyo." Jeongyeon membungkuk pada seorang guru vokal yang ada disitu.
"Yoo Jeongyeon ya?" Tanyanya.
"Ne." Angguk Jeongyeon.
"Duduklah disini." Guru vokal yang terlihat begitu menakutkan itupun menyuruhnya duduk.
Jeongyeon menurut, dan tak lama setelah itu, mereka pun memulai latihan mereka.
.
.
.
"Lebih tinggi Jeongyeon!" Omel guru vokalnya.
"Lalala lala lalalala~" Jeongyeon kembali mengulang nyanyiannya dengan nada yang lebih tinggi.
"Lebih tinggi!" Ucap guru vokalnya lagi.
"Lalala lala lalalala~" Jeongyeon sudah mulai kesusahan.
"Naik lagi!"
"Lalala lala lalalala~" Jeongyeon terengah engah.
"Lebih tinggi!" Omelnya lagi.
"Huahhh aku sudah tidak kuat, seongsaengnim." Jeongyeon mengatur napasnya.
"Aku tidak menerima alasan!" Guru vokal yang cukup galak itu berhasil membuat Jeongyeon takut.
Hari itu adalah latihan yang begitu melelahkan baginya. Jeongyeon berlatih vokal sambil diomeli sejak jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Dirinya betul betul lelah, bahkan pada hari pertama dirinya berlatih. Saat itu ia baru menyadari bahwa pekerjaan itu tak semudah yang ia bayangnya. Selama ini ternyata caranya bernyanyi sama sekali belum bagus dan masih membutuhkan latihan. Guru vokal yang keras itu benar benar membuka mata Jeongyeon mengenai hal hal yang menjadi kekurangannya. Setelah latihan selesai di sore hari, Jeongyeon pun diperbolehkan untuk pulang.
"Huft..." Jeongyeon menghela napasnya.
"Aku bahkan tidak melakukan aktifitas fisik, namun aku begitu lelah." Keluh Jeongyeon.
Jeongyeon pun berinisiatif untuk menelpon Mina sambil berjalan pulang.
"Hai, sayang." Sapa Jeongyeon.
"Hai, bagaimana hari pertamamu?" Sapa Mina dari seberang.
"Hari ini cukup melelahkan. Tadi aku latihan sepanjang hari, dan saat ini aku sedang berjalan menuju cafe." Cerita Jeongyeon.
"Kamu masih bekerja di cafe?" Tanya Mina
"Tentu saja. Darimana lagi aku akan mendapatkan uang jika tidak bekerja di cafe?" Jawab Jeongyeon.
"Kau belum mendapat gaji dari pekerjaan yang baru?" Tanya Mina.
"Tentu belum. Aku masih dalam masa pelatihan. Setelah aku sudah cukup baik, dan aku sudah tampil, baru aku akan mendapatkan uang." Jawab Jeongyeon.
"Lalu bagaimana dengan keuanganmu? Aku bantu ya?" Tawar Mina.
"Tidak, aku tidak mau." Jawab Jeongyeon.
"Tapi uangmu takkan cukup nanti." Khawatir Mina.
"Tidak perlu, Mina." Ucap Jeongyeon meyakinkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sunflower
FanfictionFull Chapter Love is easy. I love you, you love me, then let's live happily.
