"Huft.." Setelah selesai membersihkan gudang yang awalnya begitu kotor, Jeongyeon pun kembali ke tempat lokernya dan bersiap untuk pulang.
Saat itu sudah cukup malam. Ia bekerja lembur hingga harus izin untuk tidak tampil di cafe. Dilangkahkan kedua kakinya menyusuri koridor. Disana sudah begitu gelap dan sepi. Hanya ada dirinya yang menunggu sendirian di depan lift.
*tuk.. tuk.. tuk..
Suara sepatu terdengar dari ujung koridor. Jeongyeon menoleh, dan melihat Mina berjalan dari kejauhan. Saat sudah cukup dekat dengannya, tiba tiba heels yang Mina pakai menjadi tidak seimbang sehingga kakinya tercengklak kesamping.
*krek!
"Akh!" Mina yang kehilangan keseimbangan pun limbung kedepan sehingga menabrak Jeongyeon.
*brak!
"Akh!!!" Lirih keduanya.
Namun alih langsung bangkit, Mina yang berada diatas tubuh Jeongyeon pun fokus menatap kedua mata indah gadis di depannya.
"Cantik sekali." Pikir Jeongyeon yang bertetapan dengan Mina.
"A-ah m-maafkan aku." Mina pun beranjak dari atas tubuh Jeongyeon dan mendudukan dirinya ke samping.
"Ah, tidak apa apa, nyonya." Jeongyeon pun bangkit dari posisi tidurnya, dan mendudukan dirinya.
"Apakah kaki anda sakit?" Tanya Jeongyeon.
"Ne, ini cukup sakit." Jawab Mina sambil berusaha membuka heelsnya.
"Tolong biarkan saya membantu anda." Jeongyeon pun segera mendekat dan membantu Mina melepaskan sepatunya.
"Astaga, kaki anda langsung menjadi biru." Ucap Jeongyeon sambil meraih kaki Mina pelan pelan.
"Akh.." Tanpa sadar Mina memegang lengan Jeongyeon.
"Apakah anda bisa berjalan?" Tanya Jeongyeon.
"Ntahlah, aku tak yakin." Mina masih menahan tangisnya.
"Kalau begitu mari saya bantu berdiri. Saya akan menggendong anda." Ajak Jeongyeon sambil meraih tubuh Mina.
"Siap?" Tanya Jeongyeon.
"Ne." Jawab Mina.
"Baiklah. 1.. 2.. 3! Hup!" Jeongyeon pun mengangkat tubuh Mina hingga wanita itu dapat berdiri.
"Akh! Sakit sekali." Mina langsung memeluk tubuh Jeongyeon untuk menopang dirinya dengan 1 kaki.
"Bertahanlah sebentar." Jeongyeon pun membawa Mina ke kursi terdekat dan mendudukannya disitu.
"Tolong tunggu sebentar, saya akan mengambil tas kita dulu." Ucap Jeongyeon sebelum berjalan kembali ke depan lift, dan mengambil tasnya dan tas Mina.
Karena membawa backpack, Jeongyeon pun memasukan tas tangan Mina ke dalam tasnya, begitu juga dengan sepatunya. Setelah itu, Jeongyeon pun memakai tasnya di depan. Ia berjongkok membelakangi Mina.
"Mari nyonya, saya bantu." Ucap Jeongyeon yang berhasil membuat hati Mina menghangat.
"Gadis ini.." Mina tidak dapat berkata kata.
Setelah naik ke gendongan Jeongyeon, Mina dibawa kedepan lift. Namun saat Jeongyeon menekan tombol lift, ternyata liftnya sudah dimatikan dari bawa oleh security.
"Eoh? Mati?" Tanya Mina.
"Ahh, sepertinya kita harus lewat tangga darurat, nyonya." Ucap Jeongyeon sambil menoleh dan tersenyum ke arah Mina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sunflower
FanfictionFull Chapter Love is easy. I love you, you love me, then let's live happily.
