Just With You

983 148 7
                                        

Jeongyeon bangun dari tidurnya dan menyadari bahwa Mina sudah tidak ada di ruangannya. Ia melihat sekeliling dan hanya menemukan sofa dengan selimut yang telah dilipat rapih diatasnya. Selimut Jeongyeon yang kemarin malam ia pakaikan pada Mina yang terlelap diatas sofa.

"Ck, aku ingin makan buah." Gerutu Jeongyeon.







.
.
.









Siang hari ini Mina sedang berada di mobil dalam perjalanan menuju gedung agensi Nayeon. Hal itu karena pagi hari tadi ia dikabari oleh manager Jeongyeon, dimana Nayeon meminta untuk management Jeongyeon membatalkan kontrak dengan perusahaan Mina. Hal itu karena Nayeon ingin Jeongyeon untuk debut dibawah naungan angensi yang baru Nayeon bentuk.

"Saya ingin bertemu dengan Im Nayeon." Ucap Mina pada resepsionis.

"Apakah anda sudah membuat janji?" Tanya sang resepsionis.

"Aku tau kau akan datang kesini." Sebuah suara membuat Mina menoleh.

"Nayeon." Gumam Mina sebelum akhirnya berjalan menghampiri Nayeon.

"Mau apa kesini ibu direktur? Protes?" Tanya Nayeon sambil tersenyum menantang.

"Kau tak bisa seenaknya begini!" Marah Mina.

"Hahaha." Nayeon terkekeh.

"Memangnya kau siapa bisa bilang begitu?? Begitu management Jeongyeon membatalkan kontrak dan membayar biaya penalti, semua sah sah saja." Lanjutnya.

"Kau tidak bisa mengambil keputusan tanpa perjanjian dengan Jeongyeon!" Tolak Mina.

"Siapa bilang?? Jeongyeon sudah setuju sejak lama. Ini semua sudah kita rencanakan sejak awal, lagipula yang menyuruh Jeongyeon debut adalah aku. Dia pasti lebih memilih agensiku daripada kerjasama tidak pasti dengan perusahaanmu." Ucap Nayeon.

"Yak! Im Nayeon!" Mina menarik kerah Nayeon.

"Haishhh!!" Nayeon pun mendorong Mina.

Karena tidak seimbang, kaki Mina pun terkilir sehingga ia jatuh kebelakang.

"Akh.." Lirihnya.

"Kau ini benar benar tidak ada lelahnya yaa mengejar ngejar Jeongyeon! Berhentilah berusaha keras mengejarnya! Dia milikku!" Kesal Nayeon.

Mendengar kalimat yang dikatakan Nayeon bercampur dengan rasa malu karena jatuh di tempat umum dan rasa sakit di kakinya membuat air mata Mina tidak tertahankan.

*Greb.

Baru akan mengeluarkan air mata, tubuh Mina sudah diraih seseorang.

"Jangan menangis, kau hanya akan mempermalukan dirimu." Ucap orang itu sambil mengangkat tubuh Mina.

"J-jeongyeon.." Kaget Mina.

Jeongyeon mengangkat tubuh Mina dan membawanya ke sebuah kursi di dekat situ. Jeongyeon mendudukan Mina, dan melepas sepatu yang wanita itu pakai.

"Terkilir sepertinya adalah hobimu ya?" Tanya Jeongyeon sambil memijat kaki Mina.

"Jeongyeon, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Nayeon.

"Ah, Nayeon.." Jeongyeon pun berdiri dan berjalan menghampiri Nayeon.

"Kamu sudah sembuh? Aku sangat merindukanmu." Baru Nayeon akan memeluk wanita di depannya, Jeongyeon sudah memundurkan dirinya hingga menimbulkan tanya di benak Nayeon.

"Aku kesini bukan untuk menemuimu, tapi untuk menemuinya." Jeongyeon menunjuk ke arah Mina.

"Ne?" Bingung Nayeon.

SunflowerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang