8

8 0 0
                                        

"Excuse me, ini resep dari Dokter Lucas." Aku memberikan resep tersebut kepada resepsionis.

"Baik, saya akan mengambil obatnya terlebih dahulu." Ia langsung ke belakang pintu kasir.

"Ini Mrs, untuk obatnya diminum dua kali sehari untuk pencegah kecemasan."

"Baik, terima kasih." Aku langsung mengambil obat tersebut dan pergi menuju mobil Evgen.

"Kau curiga?" tanyaku kepada Evgen.

"About obatnya?" tanya Evgen. Kami masih berjalan menuju mobil.

"Ya, that's look weird." Aku meneliti setiap bentuk dari obat tersebut. Terlihat seperti obat pada umumnya, namun kita tidak tahu, kan? Apa saja material dari obat tersebut?

"We can check later." Evgen menghidupkan mobil menggunakan sensor matanya.

"I hope, i can do it too," ucapku penasaran, mengenai sensor mata untuk membuka mobilnya.

"Do you want?"

"Not now."

Aku langsung memasuki mobil dan melihat Evgen, yang sedang mengetikkan sesuatu pada laptop hologramnya.

"What happen?" bingungku.

"Aku melihat sekeliling dari bangunan tersebut, terlihat biasa saja. Namun, kau harus tahu, bahwa tempat tersebut dilindungi oleh sinar blue yang tidak dapat kuretas dengan mudah."

Evgen menampilkan hologramnya kepadaku. Terlihat ada banyak sekali ruangan yang tertutup, sedikit mencurigakan.

"Just it? What else can you do?" tanyaku.

"You can see my phone." Evgen memberiku handphonenya dan menyuruhku mengamati foto selfienya.

"What is this?" Aku hanya melihat dengan tatapan aneh, hanya foto Evgen yang terlihat alay menurutku.

"Huh, sinarnya." Evgen memberitahuku tentang sinar yang berada di samping fotonya.

"Kameraku memiliki sinar yang dapat mendeteksi keberadaan tempat tersebut, lebih tepatnya, seberapa canggih keamanannya."

"Okey." Aku memang melihatnya, 90% tembok yang digunakan memiliki daya tahan yang kuat, tidak mudah diretas. Serta kunci pengaman khusus. Data dari foto tersebut langsung tertulis di dalam handphone Evgen.

"Ternyata this is not about case, but this is enemy. Kurasa yang membuat pengamanan tersebut bukan orang sembarangan."

"Huh, aku ingin sekali menembaknya." Aku membuka tas gold dan memegang senjata Zrc 10. Pistol lipat mematikan.

"Wow, what are you doing with your gun?" panik Evgen, sepertinya ia tidak ingin mobilnya terkena masalah.

"Your car anti peluru, kan?"

"Of course, but you can't melukainya."

"Oh come on, this is car, not human." Aku menatapnya dengan tatapan malas.

"Are you kidding me?"

"Bagaimana kalau aku menembaknya dari luar? Aku ingin tahu seberapa kuat mobil ini." Aku yang memang ingin sekali menembak, keluar dari mobil dan menodongkan pistol, ke bagian depan mobil Evgen.

"Woa, woa, woa, what do you want to do?" panik Evgen sambil melindungi kaca mobilnya dari luar.

"I just wanna try, awas! Atau kau akan kutembak." Aku mulai menekan pelatuk dan..

Clandestine ( Sudah Terbit )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang