One year later..
"Bunda, ini makanannya ingin dibawa ke mana?" ucapku ramah.
"Cukup letakkan di meja saja, Kieva. Makasih, ya."
Aku memeluk Bunda erat.
"Kau manja sekali sekarang," ucap Bunda sambil membalas pelukanku.
"Aku tidak ingin kehilangan sosok Bunda lagi. Terima kasih karena telah menolongku saat itu." Saat dengan Bunda, aku selalu nyaman dan bersikap manja. Seakan-akan, masa lalu kelamku lenyap begitu saja.
"Jangan seperti itu, kau membuat Bunda terharu."
BYURRR
Aku tenggelam ke danau. Ingin keluar, namun tak tergapai. Mencoba berteriak, namun tidak bisa, suaraku seperti dihantam oleh ribuan air.
Nafasku melemah, pergerakanku mulai hilang. Seperti sudah tidak ada tanda kehidupan.
"Mas, kamu ngeliat anak kecil gak?" ucap Bunda dari seberang jalan.
"Iya, itu seperti seseorang yang mengapung." Suami bunda, Zevan. Langsung mengejarku dan menolongku.
Ia langsung menarik tubuhku ke tepi jalan. Danau ini memang terhubung ke sebuah jalan, sehingga seseorang yang berlalu lalang akan melihatnya.
"Ya ampun Mas, kita harus membawa Anak ini ke Dokter, nafasnya mulai melemah," ucap Bunda Khanza sambil menangis.
Ayah Zevan langsung menghubungi ambulance dan menggendongku.
Setelah pulang dari rumah sakit, mereka membawaku ke panti asuhan. Saat itu, aku kira akan dibuang. Namun ternyata aku salah, mereka memang pemilik panti asuhan tersebut, serta merawatku dengan sangat baik.
Saat Itulah, di mana aku merasa memiliki sosok orang tua, serta di mana masa kelamku sementara hilang begitu saja, dan di mana aku mengenal Halton.
"Sebenarnya hari ini ada acara apa, Bunda?" tanyaku pada Bunda Khanza.
"Oh iya, Bunda belum pernah mengenalkan kamu kepada anak Bunda, ya?"
Aku menggelengkan kepala, tidak tahu.
"Nanti akan Bunda perkenalkan, siapa tahu kalian cocok," ejek Bunda.
Aku menggelengkan kepala tidak mau. "Aku sedang malas memikirkan percintaan, Bun."
"Hanya berkenalan, ia juga sama sepertimu."
Aku bingung, what my mom mean?
"Maksudnya, Bunda?'
"Sudahlah, kau tunggu saja. Boleh minta tolong ambilkan kuenya, Kieva?"
"Siap, Bunda." Aku menjadi anak penurut dan manis. Semenjak di gedung FBI, aku tidak pernah bersikap seperti ini. Membuatku merasa harus menjadi profesional. Hal tersebut sedikit memuakkan.
Sudah satu tahun lamanya, aku memutuskan keluar menjadi agen. Aku sudah berbicara baik-baik dengan Jenderal Gior. Semua hal yang terjadi, hanya membuatku tidak tenang. Itu sebabnya, aku memutuskan untuk ke luar dan pergi dari sana.
Aku memutuskan untuk tinggal bersama Bunda Khanza dan Ayah Zevan saja. Membantu mengurusi adik-adik kecil yang berada di sini.
Oh yeah, keadaan gadis kecil yang ingin dibunuh sudah baik, ia sudah dipulangkan kepada orang tuanya. Sesekali, mereka mampir ke panti asuhan untuk membantu, bahkan hanya sekedar bermain. Orang tuanya merasa berterima kasih, karena telah menyelamatkan anaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Clandestine ( Sudah Terbit )
Mystery / ThrillerApa harus jadi penjahat agar bisa dihargai? Titik tengah kuhancurkan dengan satu peluru. Aku menembakkan peluru kedua di tempat yang berbeda. Almond eyesnya menatap tajam. DOR "Two points." Lagi-lagi, aku menghantamkan peluru kedua dengan tepat. "G...
