Part 18

33.8K 1.4K 458
                                        

Hai?
Part kemarin kenapa sepi 😭😭😭

Gaes yang mau gabung GC WHATSAPP silahkan PC ya atau bisa langsung chat ke nomor ini 0895-6047-59933

Buat yang mau gabung GC coba cari ( pecinta mas bucin atau pake tautan t.me/rarevanwp) ya gpp walaupun cuma 2 orang yang gabung wkwkwkw yang penting kita seru" an ya.

Ditunggu kehadiran kalian😘😘😘😘

Nanti kita seru - seruan disana ya!!!
Ku kasih spoiler dan jadwal update🤣😘🤗😘
Thank you 🤗

Nanti kita seru - seruan disana ya!!!Ku kasih spoiler dan jadwal update🤣😘🤗😘Thank you 🤗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***
"Ayo nananina, Ta!"

"Nananina apa, Van? Lagu? Yang Nina bobok itu, kan?" tanya Reta merasa bingung dengan kemauan Revan.

"Bukan. tapi nananina itu ... " jawab Revan gantung bingung harus menjelaskan bagaimana.

Reta yang melihat Revan bingung itu menguap. Tak kuat menahan kantuknya. Reta kemudian merebahkan tubuhnya di kasur dengan Revan yang masih duduk mencari jawaban sambil menggaruk kepalanya.

"RETA!" teriak Revan. Reta yang hampir terbawa oleh mimpi langsung kaget dan mendudukkan dirinya.

"Revan! Udah malem nananina -nya besok aja, aku ngantuk!" ucap Reta greget dengan kelakuan Revan yang tidak mengizinkan dia tidur padahal waktu sudah hampir dini hari.

Revan yang mendengar perkataan Reta langsung berbinar-binar. "Beneran? Besok nananina? Lo nggak boleh berubah pikiran! Deal!" bisik Revan di telinga Reta.

Reta hanya mengangguk mengerti supaya Revan segera pergi dari kamarnya. Sedangkan, Revan senyum - senyum tidak jelas entahlah membayangkan apa. Yang pasti yang baca lebih paham!!!

"Kamu kenapa masih disini?" Tanya Reta dengan mata yang setengah terbuka.

Revan mengerjapkan mata, "Hah? Gue tidur disini, ya?" izin Revan yang langsung merebahkan tubuhnya dan menarik Reta ke dalam dekapannya.

"Vann-"

"Udah diem atau mau gue cium!" ucap Revan yang langsung membuat Reta kicep dan menerima perlakuan Revan itu.

***

Tak seperti biasanya Reta yang biasa terbangun pada pukul 4 pagi, kini ia masih tertidur pulas padahal waktu sudah menunjukkan pukul 6. Entah terlalu nyaman berada di dekapan Revan atau karena terlalu lelah.

Berbeda dengan Revan yang sudah bangun sejak tadi, ia hanya memandang wajah polos Reta saat tidur. Tanpa ada niatan membangunkan sang empunya. Revan mengelus pipi Reta terasa lembut seperti kulit bayi.

"Lo pake pelet apasih?" tanya Revan sambil menyibak rambut yang menutupi wajah Reta.

Cup

MAS BUCIN  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang