Buat yang mau gabung grup WhatsApp masih bisa ya gaes!!! Kalo mau gabung chat aja ke nomer ini 0895-6047-59933 atau kalo mau link langsung, kalian follow dulu, soalnya kalo gak follow dikirim link hilang.
Jangan lupa buat vote dan komen!
Semoga sehat selalu ya kalian😘😘😘
Spam komen gaes!!!
***
Di taman itu terdapat dua anak kecil yang saling berkejaran. Mereka memilih bermain berdua dibandingkan bermain petak umpet dengan teman sebayanya yang lain.
"Ita ... pelan - pelan nanti kamu jatuh." suruh anak cowok yang mengejarnya.
"Ayo Ian kejar aku ... wlee," jawab Ita yang menoleh belakang sambil meletakkan lidahnya.
Bruk.
"Huaaaa ... Ian sakit." tangis Ita.
"Kan udah Ian bilangin jangan lari - lari. Jatuh kan."
"Huaaa Ian ... jangan marahin Ita huaaa."
"Ian gak marah Ita. Ian cuma ngasih tahu jangan bandel."ucap Ian sedikit tegas membuat tangis Ita tambah keras.
"Ian jahat huaaaa. Hiks."
Ian lalu berjongkok setelah sampai di hadapan Ita yang menangis keras itu. Ian langsung memeluk Ita menenangkan Ita yang terus menangis.
"Kaki Ita berdarah Ian. Ita nggak mau di potong kakinya. Nanti Ita nggak punya kaki. Huaa. Nggak mau dipotong."
"Ayo sini Ian obatin." Ucap Ian lalu merangkulkan tangan Ita kepundak kecilnya. Ita berjalan dengan satu kaki dengan di bantu Ian.
"Ita duduk di sini dulu. Ian mau cari obat dulu buat Ita."
"Ian jangan tinggalin Ita! Ita takut sendirian."
"Ian cuma sebentar kok."
"Gak mau." ucap Ita sambil bersedekap tangan.
"Ya udah ... Ian obatin pake daun ini aja. Biar gak infeksi ya?"tanya Ian yang langsung disambut dengan anggukan semangat dari Ita.
"Untung Ian masih punya air minum. Sini kakinya." suruh Ian agar kaki kecil Ita ada dipangkuan kakinya.
"Perih Ian. Sakit huaaa," tangis Ita saat air minum itu di siram dikaki Ita. Ian tidak menggubris tangisan Ita dan langsung memberikan daun yang sudah ia lembutkan ke luka Ita.
"Nah selesai."
"Udah?"
"Kaki aku gak bakal di potong kan?"
"Enggak, Ta. Itu cuma lecet kok."
"Beneran?"
"Iya!" kata Ian lalu mengusap air mata Ita. Ian lalu menarik bibir Ita agar Ita tersenyum.
"Makasih Ian."
"Sama - sama Ita. Ian janji akan selalu jagain Ita!"
"Janji?"
"Janji." Mereka menautkan kedua kelingking kecil itu dan tersenyum.
***
Revan kemudian melanjutkan membuka kancing celananya. Membuat Reta yang melihatnya langsung panik. "Van, jangan ihh. Kamu nggak malu apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MAS BUCIN
AcakWarning1821 "Ta," "Apa?" "Boleh minta Kiss?" "Hah ... kis?" "Iya." "Emm ... boleh," setelah berpikir sebentar. "Bener?" Intro aja dulu siapa tahu ada yang mau baca. Syukur" ada yang vote dan komen. Nggak mau maksa tapi pengen laj ada yang ngekom...
