5

70.1K 5.3K 56
                                        










Roxy berlarian kesana kemari melihat pasar.  Edgar menatap ibunya dengan wajah datar,  namun ada rasa gemas.  Tidak pernah dia melihat pemandangan di mana ibunya bahagia seperti ini hanya karena hal sederhana. 

"Ed coba ini! " roxy memberikan sebuah makanan yang entah apa itu edgar tidak tahu.  Namun dia tetap mencoba,  rasanya tidak buruk di lidah edgar.  Roxy kembali menariknya,  dia mengatakan jika ingin mencari sebuah sepatu untuk edgar. 

Matanya melihat toko yang lumayan ramai,  kakinya melangkah di ikuti para maid yang mendamlingi. 

' kyaa!!!!!  Sepatu yang indah,  aku mau edgar ku memakainya! '

"Ibu apa ibu ingin membeli sepatu? " tanya edgar dengan wajah polos,  astaga jantung roxy seperti mau meledak melihat betapa manis dan imutnya anak lelakinya ini.  Jika sudah dewasa pasti edgarnya akan menjadi idaman para wanita.  Dan saat itu roxy akan merasa sedih. 

"Ibu? " edgar agak panik melihat wajah ibunya yang terligat murung. 

"Edgar,  huaa ibu membayangkan kau tumbuh dewasa dan akan menarik banyak perhatian.  Huaaa bagaimana jika anak ku ini menikah" sedih roxy wajahnya bahkan sudah dalam mode chibi.  Edgar tertawa mendengarnya ibunya khawatir ternyata. 

"Jika edgar menikah,  wanita nya harus seperti ibu!  Semuahya harus mirip ibu" kata edgar,  roxy tertawa memeluk anaknya dengan sayang beberapa pengunjung menatap bagaimana edgar dan roxy. 




"Nyonya agler sebuah kehormatan anda datang mengunjungi toko kami" sosok pria membungkuk sopan pada roxy.

"Eh aku ingin mencari sepatu terbaik untuk anak ku edgar" senyum manis yang membuat pria yang ada di depan   roxy terkesimah.  Namun semua berubah kala hawa membunuh dari edgar menyapa.  Meski roxy tak menyadari namun semua pria yang menatap roxy tentu mengerti dan mengetahui arti tatapan edgar. 

"Ma mari ikut saya nyonya,  semua sepatu terbaik ada di bagian sini"



Mata roxy penuh dengan cahaya bintang,  dia melihat semua sepatu yang indah terpajang di dalam rak sepatu.  Edgar memilih diam,  dia tak terlalu pilih-pilih jika soal barang.  Apalagi ini di pilih langsung oleh ibunya.  Matanya menatap penuh selidik sang ibu.  Mesih belum bisa dia percayai sang ibu berubah. 

Yang dulu sangat kasar kini begitu lembut,  seperti bukan ibunya.  Mirip seperti itu tubuh ibunya namun dengan jiwa yang berbeda. 

"Ed..  Edgar! " sontak edgar tersadar kala roxy menepuk pipinya dengan pelan. 

"Maaf ibu aku melamun"

"Ehehhe...  Tidak apa  lihat ibu pilihkan sepatu yang terbaik!" 4 sepatu dengan bentuk berbeda, seperti sepatu untuk acara formal. Dan sepatu untuk pergi berburu dan berperang. Entah sepatu apa namanya, edgar mencoba satu persatu.

"Huaaa cocok untuk mu, ayo beli ini ed!" semangat roxy

"Aku terserah pada ibu" senyum manis yang membuat jantung roxy seperti di hantam puluhan panah cinta. Anaknya kenapa bisa se hebat ini dalam memberi serangan pada hatinya.














Di ruang kerja agler , lucas dengan wajah kesalnya meremas kertas. Dia harus di tahan dengan tumpukan tugas yang sialnya semakin bertambah. Dia marah karena roxy dan edgar keluar bersama tanpa dirinya. Iri pada anak sendiri itulah yang terjadi sekarang.

"Tuan lucas anda baik-baik saja?"

"Kenapa tugas ini sangat banyak!  Apa kau tidak bisa membuatnya menjadi sedikit! " bentak lucas , leza sudah keringat dingin.  Dia mana berani menjawab,  pasalnya ini adalah tugas seperti biasa. Dan biasanya tuanya ini tidak marah atau memaki seperti ini saat melihat tumpukan kertas. 

I Make Duke Falling In Love ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang