18

35.5K 3.1K 9
                                        







Pagi hari sudah tiba,  suara hujan mengawali pagi ini.  Jika sudah hujan bangun bahkan mandipun jadi malas.  Namun roxy harus bangun karena tugasnya sebagai duchess di sini.  Mata roxy menatap hujan di sertai petir. 

Namun paling membutnya kesal adalah,  hari ini dia harus bertemu ayahnya.  Tua bangka sialan fikir roxy,  dia sudah mau tidur hingga siang.  Dan juga merawat anaknya edgar yang sedang sakit. 

"Pagi " sapa lucas

"Pagi,  hari ini aku mau bertemu ayah ku,  dia meminta datang " sontak roxy melirik sekilas bagaimana ekspresi wajah lucas.  Terlihat datar dan penuh rasa curiga.  Sudah roxy duga,  dia juga yakin.  Lucas sudah pasti berfikir jika dirinya akan merencanakan hal baru pada dirinya dan edgar. 

"Baiklah titip salam ku pada duke simson " roxy menganggukan kepalanya. 


Tibanya di kediaman simson,  roxy di sambut dengan hormat.  Dengan wajah datar dia menginjakan kakinya.  Dan masuk ke dalam rumah,  ini pertama bagi roxy.  Yup karena di dalam tubuh ini bukan roxy yang dulu.  Matanya menatap rumah besar dengan interior super mewah.  Ya masih lebih mewah kediamannya. 

"Wow,  gadis ups,  wanita ja*l*ng pulang " sosok wanita dengan rambut merah.  Mata roxy menatap wanita ini,  siapa sebenarnya bajingan ini. 

"Oh?  Perbaiki dandanan mu!  Kau mirip badut" mendengar itu sontak wanita itu meremas gaunya.  Bagaimana bisa roxy se angkuh ini,  dulu dia bahkan bisa membuat roxy gila hanya karena perkataan nya. 

JOANA SEON SIMASON

Saudara dari roxy,  wanita yang di kenal adalah anak kesayangan keluarga simson.  Melihat pelayan disini juga lebih peduli padanya dari pada roxy. Kenapa?  Semua alan terjawab nanti. 








Pintu terbuka simson menatap putrinya,  tanpa basa - basi roxy duduk.  Dan samg ayah ikut duduk di depan roxy.  Sebenarnya roxy ingin ini cepat berakhir,  dia muak sekali.  Dan dia juga mau mencari tahu soal kehidupannya di masalalu. 

"Jadi ayah,  apa yang mau di bicarakan"

"Kau tidak bisa melakukan tugas mu?  BAGAIMANA BISA MEMBUNUH DUA ORANG ITU SANGAT SULIT BAGIMU! " kesal simson

"Hah?  Kau menyuruhku ke sini,  hanya untuk membahas itu? " kesal roxy

"Kau fikir!  Apa?!  TUGAS MU MEMANG HARUS MEMBUNUHNYA.  DENGAR ROXY!  kau harus membunuh lucas,  tujuan kita agar bisa menjadi tangan kanan raja.  Dan membuatmu menikah dengar raja! "

BHUG..... PRANG!!!!!!

meja kaca di depan roxy langsung hancur di pukul oleh roxy.  Jadi tujuan si tua bangka ini adalah menikahkan dia dengan raja.  Dengan menggunakan lucas sebagai perantara karena dia yang paling dekat dengan raja. 

"Menikah?  Dengan raja?  Otak MU yang sudah TUA BANGKA itu? Apa tak bisa di didik lebih baik!.  "

Simson terkejut melihat ekspresi wajah anaknya yang cukup menakutkan.  Seketika roxy,  mencekik leher ayahnya.  Membuat simson kesulitan bernafas. 

"Aku bisa membunuh mereka dengan caraku sendiri.  Tapi AKU JUGA BISA MEMBUNUH MU,  berhenti memerintahku,  jika tidak ingin aku lenyapkan tua bangka seperti mu"

Roxy menendang kursi hingga terpental.  Simson melihat roxy sangat beda.  Anak itu harusnya menurut padanya.  Sama seperti saat masih kecil,  tapi kenapa, kenapa sekarang semua berbeda. 








Roxy berjalan melewati lorong hingga saat dia akan masuk ke sebuah kamar dengan nama roxy.  Sebuah pelukan membuat roxy terkejut. 

"Nona!  Syukurlah anda baik-baik saja" wanita yang mengenakan baju pelayan. 

"Kau?  Ada apa? " gawat jika roxy tanya dia siapa maka semua akan curiga. 

"Tidak saya hanya khawatir nona,  dulu saat nona tidak mau menikah dengan tuan agler.  Ayah nona dan nona joana memukul dan menyiksa nona. Saya khawatir nona tidak bahagia"

' APA?  ADA KISAH SEPERTI ITU JUGA TENTANG KU! ' batin roxy

Roxy berfikir apa mungkin dia bisa mencari tahu soal roxy yang dulu pada wanita ini.  Daei wajahnya dia bukan tipe pembohong fikir roxy. 

"Ikut ke kamarku sekarang " pelayan itu mengikuti roxy,  untung roxy yang dulu menggantung namamya di pintu

"Jadi ada apa nona? " tanya pelayan yang bernama Sora aiki naka. 

"Sora,  aku mengalami sedikit kecelakaan beberapa bulan lalu.  Aku sedikit lupa soal diriku yang dulu.  Bagaimana aku dulu? "

Pertanyaan roxy membut sora terdiam keringat dingin keluar dari dahinya.  Bahkan dia tak berani menatap roxy.  Hal ini makin membuat roxy curiga akan apa yang sebenarnya terjadi pada roxy yang dulu.  Dan kenapa dia bisa menjadi sosok yang menakutkan bagi keluarga agler dulu. 

"Huh...  Kau takut?  Baiklah,  keluarlah datang padaku jika kau sudah siap menceritakan semuanya.  Aku akan istirahat disini "

Setelah sora keluar,  roxy langsung merebahkan diri.  Dia menatap langit-langit kamar.  Tak lupa dia melihat sekeliling kamar ini terlihat biasa saja tak ada yang menarik sama sekali.  Tanpa di sadari nyamannya tempat tidur membuat roxy mulai terlena hingga membuatnya memejamkan matanya. 














"Heh?  Dimana ini? " roxy membuka mata kala silau tersebut hilang.  Dia melihat ruang bawah tanah di mana hanya ada lilin sebagai penerangan.  Kakinya melangkah melihat apa yang ada di bawah sini. 

"ANAK SIALAN!  KENAPA TIDAK. BISA HUH! " roxy melotot kala melihat seorang anak kecil yang di pukul oleh pria dewasa. 

"Maaf ayah "

"Maaf?  AKU MEMINTAMU UNTUK MENARUH RACUN DI MINUMANNYA APA ITU SANGAT SUSAH!!!!! "

Roxy membekap mulutnya,  namun ada yang aneh warna mata dan rambut mereka sama.  Mungkin usianya sekitar 14 tahun. 

"Tidak mungkin itu aku " ujar roxy dia mendekati anak itu kala pria dewasa itu memukul si anak perempuan itu dengan rotan.  Bahkan membuat anak itu menangis sampai mengigit bibirnya. 


"HENTIKAN BODOH! " roxy berlari namun saat mencoba menyentuhnya dia tak bisa.  Terus melakukan berulang - ulang namun tak bisa.  Dia bahkam melihat anak itu sudah hampir tak sadarkan diri. 

Roxy menangis melihatnya dia langsung berjongkok di depan gadis itu. 

"Sial!  Kenapa kau di perlakukan begini! " teriak roxy pada anak gadis itu.  Namun tak mungkin di dengar,  saat roxy mengusap dan mencoba menyentuh. 

"Hiduplah dengan baik " senyum gadis itu menatapnya,  roxy terdiam. 


















"NONA!!!!  NONAAA!!!!!  NONA!!!! "

"HAH!  ...... " nafas roxy memburu dia menatap dimana sora berada di sebelahnya. 

"Sora ada apa ini? "

"Nona menangis tadi,  saya khawatir sekali.  Bahkan nona tidak bangun " kata sora,  roxy meminum air yang di berikan roxy.  Matanya menerawang melihat sekeliling.  Ingatan soal gadis itu terputar. 



' apa yang terjadi pada roxy dulu? ' batin roxy.













Tbc

Yahoooo double up NOH

CERITA AKAN FOKUS SEMENTARA KE! 

KENAPA ROXY BISA MENJADI ISTRI DUKE,  DAN KENAPA DIA BISA MENJADI VILLAIN,  DAN KENAPA DIA DI SIKSA KELUARGANYA.

I Make Duke Falling In Love ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang