Roxy menatap ayahnya yang sedang duduk tenang sambil minum teh. Matanya menyiratkan kemarahan roxy ingin membunuh ayahnya ini. Namun jika di lakukan langsung maka yang tidak aman adalah keluarganya.
"Ayah sangat tenang, padahal maraknya kasus orang-orang mati tanpa sebab jelas " ujar roxy
"Tentu ayah juga tidak tenang, bagaimana mungkin ayah bisa tenang. Ayah juga butuh rileks sedikit karena ayah sudah tua" ujar aldero ayah dari roxy.
"Kau benar ayah, kemarin saat aku sedang tidur. Aku hampir mati karena berhalusinasi di cekik oleh mahluk aneh. Sangat mengerikan sekali" roxy membuat raut wajah seolah dia sangat takut dan juga khawatir. Aldero menaikan sebelah alisnya namun dia kembali fokus minum teh dengan tenang.
Keduanya hanya saling diam, roxy bangkit dari duduk nya dan melihat ke arah jendela. Matanya melihat halaman belakang rumah ini yang suram. Dari ingatan roxy di masalalu, tempat yang suram itu dulunya adalah taman dengan belasan bunga yang indah. Namun kini hanya menjadi lahan tandus.
"Taman itu dulu sangat indah, kenapa kini jadi suram?" tanya roxy
"Tak ada gunanya merawat bunga yang pada akhirnya akan busuk, layu, kering dan berakhir MATI. Bukan kah lebih baik dari awal tidak merawatnya. Selain itu tak ada yang merawat dan paham bunga " ujar aldero
"Ayah, aku adalah anak mu yang penurut, bahkan kita memiliki sisi yang sama. Atau bahkan aku jauh lebih darimu. Tolong nikmati masa TUA mu dengan baik ayah, aku tidak ingin melihat genangan tinta merah yang akan membasahi tanganku nantinya" setelah mengatakan kalimat itu roxy menepuk bahu ayahnya dan pergi meninggalkan aldero.
Raut wajah keduanya sama - sama menunjukan tanda ketidak sukaan. Aldero menatap penuh benci ke arah roxy. Sosok bayangan hitam pekat keluar dengan mata merah.
" kenapa tidak membunuhnya? " bisik mahluk itu
"Belum saat nya, biarkan putriku hidup dengan nyaman dan bahagia dulu. Sebelum aku menari di atas mayatnya nantinya " aldero menyeringai.
Roxy menatap 3 orang khusus yang di latih edgar. Mereka kini diam menjaga dan memata matai aldero. Roxy menyeringai kala sora memberi tanda dari lantai atas. Dimana sora telah melakukan pekerjaan nya. Akan roxy pastikan pesta yang dia adakan. Akan berubah menjadi festival yang meriah untuk ayahnya nanti.
Usai berkunjung roxy berniat menemui belina, ada yang ingat, ya mantan istri lucas. Ada beberapa hal yang mau dia diskusikan terutama masalah dovani. Karena belina lebih tahu soal dovani maka roxy juga harus mencari cara agar lebih cepat mengatasi manusia satu ini.
Mungkin dovani tak se berbahaya ayahnya yang gila ke kuasaan. Namun sikap dovani yang menginginkan sesuatu yang bukan miliknya lah yang sangat merepotkan. Bahkan roxy yang mendengar desas desus rumor soal dovani. Bisa menyimpulkan jika anak ini, menyukai hal yang di miliki oleh orang lain. Semacam milik orang lain jauh lebih menarik dari pada yang baru atau tiruan.
Di sisi yang sama, lucas sudah bersama dengan 10 orang dari greja suci. Semua adalah usul dari roxy, yang sempat mengatakan agar istana dimana raja tinggal di beri berkat. Dan juga di pasang semacam doa pelindung.
Para pemberi berkat mulai melaksanakan rugas mereka. Dari memberi doa dan menyiramkan air suci ke tempat yang di anggap kotor. Beberapa pemberi berkat bahkan menyadari banyak nya energi negatif yang ada di istana. Terutama singga sana raja, mereka berfikir sepertinya ada niatan dari mahluk jahat unryk menyakiti raja.
"Lucas, terimakasi atas kerja kerasmu" derliza raja sekaligus sahabat lucas. Derliza sendiri percaya pada lucas maka dari itu dia mengijinkan apapun betuk acara atau usulan yang di katakan lucas. Apalagi ini masalah keselamatan, derliza cukup kaget saat lucas mengatakan ingin menyucikan istana dan memberi berkat ada istana.
"Bagaimana istrimu? Bukan kah dia sedang hamil? " tanya derliza
"Yah begitulah, kemarin malam, saat aku masuk ke kamar. Aku melihat roxy seperti mimpi buruk hingga membuatnya kejang-kejang . Betapa takutnya aku melihat itu, semua itu mirip seperti saat ibuku tiada" ujar lucas yang memijat kepalanya.
Derliza juga adalah satu-satunya orang yang mau berteman dengan lucas. Dia menyadari seberapa menderitanya lucas kecil dahulu. Mungkin dahulu derliza juga sama seperti anak kecil lain. Yang takut dengan lucas karena rumor keluarga agler yang di bantai dan hanya menyisakan lucas.
Padahal garis keturunan agler adalah tangan kanan terbaik raja.
"Jangan memaksakan diri, toh ada dovani juga disini. Pulang lah, roxy dan kandungannya jauh lebih penting. Sedangkan edgar, dia sepertinya tidak perlu di khawatirkan lagi" jelas derliza
"Anak itu, dia terlalu bantak mengambil DNA dariku. Padahal aku harap dia tumbuh jadi anak normal seperti anak lain" kata lucas
" tapi karena usahamu, edgar bisa menjadi seperti sekarang. Di tambah ada roxy yang juga bagus dalam mendidik tak ada yang harus di khawatirkan " kata derliza
Pulang bersamaan, edgar dan lucas duduk di kerwta yang sama. Keduanya hanya diam dengan lucas menatap ke arah luar begitu juga denfan edgar.
"Bagaimana soal penyelidikan mu soal ayah roxy? " tanya lucas
"Cukup minim informasi, namun ada salah satu dari orang yang aku kirim mengatakan. Aldero melakukan hal mencurigakan, di tengah malam, namun dia tidak jadi melakukan sesuatu karena bibi joana masuk ke ruangan" jelas edgar
"Kecurigaan kita, hanya perlu ada di presentase 70% agar bisa membyktikan jika aldero adalah dalang dari wabah aneh yang menimpa dua orang di istana. " jelas lucas.
Suara nafas terengah, kala terik matahari dan minimnya hembusan angin. Joana akhirnya bisa duduk dan menghindar daro dovani.
“aku harap tuhan melindungiku dan anak ku" joana mengelus perutnya, dia tak akan sanggup jika dovani tahu dia hamil dan. Dovani mencoba untuk melenyapkan bayi tak betdosa ini.
Tbc
Yahooo
KAMU SEDANG MEMBACA
I Make Duke Falling In Love ( END )
Romantikterbangun dengan tubuh yang berbeda membuat luna harus menahan nasib buruk dimana dia adalah istri seorang DUKE. yang di kenal kasar dan juga tidak memiliki simpati sama sekali. bahkan untuk sang anak sendiri Cover book : dari manhwa ( who made m...
