Derliza dan marlina di ikuti domio berjalan tergesa - gesa kala mendengar kabar soal clarisa. Keluarga kerajaan rose langsung berangkat kala mendapat kabar. Jika clarisa di culik oleh para bandit.
Raja camellia langsung menyambut kedatangan derliza. Dia menjelaskan situasi yang terjadi. Hingga akhirnya derliza pergi dengan raja camellia menuju ruang bawah tanah untuk melihat para bandit.
Marlina ibu dari clarisa langsung menaning memeluk putrinya. Clarisa mengucapkan kata maaf berulang-ulang karena sudah membuat semua orang khawatir. Namun dari sekian orang mata clarisa tertuju pada edgar yang wajah nya sudah tidak enak di lihat.
Pastinya dia akan kena masalah nantinya, domio mengusap lembut kepala adiknya. Harusnya dia menuruti kata edgar yang melarang clarisa pergi. Tapi dia juga bersyukur kala edgar lah yang dia dan ayahnya kirim untuk menjaga clarisa.
Usai adegan drama semua orang keruang makan. Kecuali clarisa dan sizu, dua anak ini duduk sambil menghelah nafas.
"Apa edgar marah?" tanya clarisa
"Dia marah itu sudah pasti, hanya saja marahnya dia lebih ke khawatir. Dia bahkan sepanjang membawamu kemari tidak berhenti mengucapkan kata maaf karena gagal melindungimu. Kau sangat beruntung clarisa"
"Ya tapi aku masih tidak tahu apakah rasa khawatirnya padaku hanya sebatas , aku putri raja atau karena hal lain. Edgar sulit untuk di pahami" jelas clarisa
"Istirahatlah, edgar pasti akan menemuimu sebentar lagi. Aku akan mengambil baju ganti untuk mu" bisakah clarisa jujur, jika sizu memiliki sifat yang sangat lembut. Dia juga bukan gadis yang suka iri hati, dia besar dengan kasih sayang dan juga pendidikan yang seimbang.
Clarisa bisa membayangkan jika edgar bersama dengan sizu. Mungkin lelaki itu akan jauh lebih bahagia.
Criet
Pintu terbuka dimana sosok yang sedang dia perdebatkan dalam batinnya datang. Edgar membawa nampan berisi makanan serta beberapa buah. Clarisa sedikit menunduk dia melihat tatapan tajam edgar tadi membuatnya jadi takut.
"Kau merasa lebih baik?" edgar duduk di dekat ranjang clarisa.
"Emm.. Hanya rasanya agak mual, mungkin efek racun nya" kebisuan menyelimuti keduanya. Edgar yang tida membuka mulut, dan clarisa yang takut bicara.
"E ed ed... Maaf menyusahkan mu" clarisa memberanikan diri
"Apa kata maaf mu akan memperbaiki ke adaan clarisa. Dari awal sudah ku bilang jangan pergi kesana, bahkan meski tujuan mu baik. Di sana berbahaya tidak kah kau memikirkan konsekuensinya . Lihat sekarang!" marah edgar pada clarisa yang membuat gadis itu menunduk.
"Aku .. Aku hanya tidak bisa menahan diri ed!" clarisa menangis
"Kenapa kau harus menahan dirimu?, disanapun kau hanya berkeliling mengamati. Kau bisa minta aku atau bahkan orang lain yang melajukannya!" edgar semakin marah, clarisa merasa agak tertekan karena edgar memarahinya. Seperti edgar tak peduli betapa sakitnya hati clarisa saat mendengar kalimat itu.
"Maaf kan aku" lirih clarisa, edgar menghelah nafas, dia ingin bicara lagi hingga , sizu datang menepuk bahu edgar
"Hentikan ed, tunggulah di luar biarkan clarisa mengganti pakaiannya dulu" edgar langsung keluar, dengan sizu menutup pintu. Clarisa langsung menangis memeluk sizu.
"Edgar hanya kalut dia mencintaimu clarisa. Dia mengutuk dirinya karena membuat mu dalam bahaya. Saat dia melihatmu sekarat di rumah bandit, edgar langsung membunuh semua yang ada di sana. Dia mencintaimu, rasa cintanya padamu itu besar. " sizu mengusap lembut rambut clarisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Make Duke Falling In Love ( END )
Romanceterbangun dengan tubuh yang berbeda membuat luna harus menahan nasib buruk dimana dia adalah istri seorang DUKE. yang di kenal kasar dan juga tidak memiliki simpati sama sekali. bahkan untuk sang anak sendiri Cover book : dari manhwa ( who made m...
