27

28.5K 2.6K 30
                                        










Roxy menyambut lucas yang baru pulang, ya dia ingin lucas tak marah lagi. Namun betapa kaget dirinya kala lucas menariknya ke kamar. Para pelayan juga terkejut melihat aang tuan yang terlihat sedang tidak baik-baik saja.

Edgar yang baru datang tentu langsung mengejar ayahnya. Ya dia takut roxy aang ibu di perlakukan buruk oleh ayahnya.

"Lepaskan ibu! " ketegangan terjadi

"Edgar! Lepaskan tangan ibumu, ini urusan ku. Ini perintah! " edgar tersentak suara ayahnya begitu dingin bahkan membuat edgar gemetar. Roxy menatap edgar mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja.

Lucas langsung membawa roxy masuk tak lupa menutup pintu dan menguncinya. Edgar memukul pintu kamar itu, sial dia ternyata masih punya rasa takut pada sang ayah. Namun dia khawatir bagaimana sang ibu di dalam sana. Apa ayahnya tahu jika ibunya adalah reinkarnasi orang lain.

Ya edgar memang tidak tahu jika roxy sudah menceritakan soal reinkarnasi tersebut. Jadi wajar dia sangat khawatir kalau kemarahan ayahnya di sebabkan oleh hal itu.

"Tuan muda, ada putri clarisa yang berkunjung " leza memberi tahu edgar

"Clarisa? " edgar menatap kembali pintu kamar sang ayah, lalu menghelah nafas. Dia langsung pergi menemui clarisa tidak biasanya anak itu kemari tanpa memberi tahu lebih dulu fikir edgar.










Roxy di banting di atas ranjang oleh lucas, jika roxy mau dia bisa mengajak lucas berkelahi hingga satu di antara mereka patah tulang. Hanya saja itu tak bisa dia lakukan, dia harus tahu apa penyebab lucas marah sekali padanya.

"Ada denganmu? Kau mengalami hal sulit? Kau marah? " tanya roxy menyentuh wajah tegas pria di atasnya. Wajah lucas sangat menyeramkan, dia bahkan baru kali ini melihat wajah seram itu.

"Layani aku sampai aku tidak sanggup melakukannya lagi " mata roxy melotot, lucas sudah gila fikirnya. Namun roxy langsung menarik wajah lucas mencium pria yang ada di atasnya.

Tangan lucas membuka gaun yang di gunakan roxy. Bibir mereka saling menikmati satu sama lain. Roxy mencoba mengimbangi lucas, pasalnya lucas lebih agresif dari yang dia duga. Tangan roxy membuka pakain kerja lucas. Bisa tangannya rasakan tubuh lucas yang benar-benar menjadi idaman para wanita di luar sana.

Suara nafas terengah, lucas kembali memberikan tanda di leher dan dada roxy. Suara nafas dan juga desahan keluar. Roxy menyukai apapun yang lucas lakukan padanya. Meski dia tak tahu apa yang membuat lucas ingin melakukan ini.

"Aku ingin anak " bisik lucas menjilat daun telinga roxy.

"Yah lakukan, aku akan menerima semua yang kau berikan dan menjaganya dengan baik" mendengar kalimat itu dari roxy, lucas tanpa basa-basi. Melepas semua pakaiannya dan juga roxy.

Dia hanya ingin roxy benar-benar menjadi miliknya. Mebayangkan dovani menyentuh roxy, dan menjadikan wanitanya sebagai muliknya. Membuat darah lucas seperti mendidih.













Edgar memijat kepalanya kala dua gadis bangsawan ada di hadapannya. Bagaimana bisa keduanya datang bersamaan kemari. Leza dan denia selaku pelayan juga di buat terkejut kala melihat putri kerajaan camellia juga datang.

" jadi raja camellia, meminta agar aku mengijinkan mu tinggal di sini selama 1 minggu? Dan clarisa, kau juga sama" kedua gadis cantik itu langsung menganggukan kepalanya.

Namun beda dengan reaksi para pelayan mereka langsung bangga karena tuan muda mereka. Sepertinya memikat dua putri cantik, karena mereka sadar sizu dan clarisa. Memuliki rasa suka yang sama dengan edgar.

"Leza apa ada kamar yang kosong? " tanya edgar

"3 kamar sedang di renovasi tuan muda, ada satu kamar saja yang kosong. Jika putri clarisa dan putri sizu bersedia mungkin mereka bisa ada di kamar yang sama" ujar leza

Clarisa dan sizu saling pandang, keduanya menatap satu sama lain. Lalu menatap edgar, edgar tentu tak tahu harus apa.

"Tidak masalah kami akan berbagi kamar " ujar clarisa, sizu langsung terpukau dengan clarisa. Matanya berbinar dia tidak punya teman yang sebaya dengannya. Dan bagaimana nanti rasanya jika tidur bersama.

"Bagaimana putri sizu? " tanya edgar

"Sa sa saya bersedia" kata sizu, clarisa menilai sikap sizu bukan sikap yang di buat-buat. Clarisa tersenyum seperti nya sizu anak yang baik. Tak ada salahnya kan berbagi kamar dengan orang yang sebaya dengannya

"Baiklah jika sudah di sepakati, selama 1 minggu kalian bisa di sini. Dan ibuku mungkin juga akan di rumah, aku jarang bisa di rumah karena mengurus banyak hal jadi, aku akan tetap berusaha agar bisa menemani kalian "

Seluruh pelayan bersorak membuat 3 orang yang jadi subjek terbengong. Leza dan denia juga senyum-senyum sendiri mendengar sang tuan muda bicara bak seorang suami yang mencoba bersikap bijak pada dua istrinya.

"Leza denia antar mereka ya " kedua pelayan itu langsung mengikuti perintah sang tuan. Sementara itu edgar mengusap kepala clarisa dan sizu lalu pergi menuju ruangannya. Wajah dua putri cantik itu blushing karena perlakuan edgar pada mereka.

Para pelayan semakin di buat meleleh karena sikap manis tuan muda mereka.

"Mari putri" ajak leza







Skip



Roxy nyaris pingsan kala lucas membuktikan ucapannya. Lucas bahkan tertidur karena kelelahan. Roxy merasa lengket tapi dia tak bisa bergerak karena lucas memelukmya erat.

Mereka melakukan tanpa jeda, dan juga terus mengeluarkan di dalam. Ya saat roxy menyetujui untuk punya anak lucas tak mau satupun muliknya keluar di luar.

"Kau sampai marah tadi karena apa hum?, bahkan ini sudah malam. Edgar akan membunuh mu besok" ujar roxy

Roxy memeluk lucas mencium puncak kepala suaminya. Pikirannya masih menerawang, soal beberapa masalah. Besok dia harus menemui joana. Dan membuat joana, mengatakan segalanya. Joana juga bisa menjadi alat untuk nya.

"Selamat malam " yah pada akhirnya dia tak makan malam. Semua karena lucas perutnya sudah kenyang sendiri karena ulah lucas.











Tbc

Yahooo

Kita kektemu hari jumat dan sabtu depan.

I Make Duke Falling In Love ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang