Semua melihat ke arah kereta, dimana banyak tamu undangan yang hadir. Dari banyak kalangan termasuk edgar yang sudah tiba di kerajaan camellia.
Saat pintu terbuka seluruh mata memandang bagaimana tampannya anak sulung keluarga agler. Bukan hanya itu edgar juga semakin terkenal kala raja rovalino selaku raja camellia menceritakan soal edgar.
Banyak rumor menyebar terutama mengenai putri sizu yang akan di tuanangkan dengan edgar. Pandangan mata yang risih menatap ke segala arah. Inilah kenapa edgar kadanng tak suka datang ke acara semacam ini.
"Edgar/edgar! " dua suara yang terdengar bersamaan, suara dari arah depan dimana sizu menyapa dan. Dari belakang dimana clarisa yang juga baru saja tiba. Edgar mengerutkan dahinya, kenapa dua wanita ini memanggil namanya bersamaan.
Sizu dan clarisa saling pandang namun mereka langsung saling memberi salam. Edgar mengira semuanya baik-baik saja, toh kelihat akrab dua putri kerajaan ini di matanya.
"Mari masuk, acara akan di mulai " sizu menyambut dengan ramah, clarisa juga ikut berjalan berdampingan dengan edgar. Sizu tak mau kalah, dia juga ikut berjalan di sebelah edgar.
Kala pintu utama di buka, semua mata memandang edgar yang di apit oleh dua putri kerajaan yang terkenal sangat luar biasa. Banyak pria bangsawan yang merasa iri. Bahkan tak tanggung-tanggung melayangkan tatapan sinis ke arah edgar.
"Semoga selalu berainar dengan terang dan di beri kesahan yang mulia Rovalino so camellia. " edgar memberi hormat di ikuti clarisa.
"Suatu kehormatan bisa di undang dalam acara besar oleh yang mulia Rovalino. Ayah saya mengirim ini sebagai hadiah " clarisa memberikan sebuah kotak pada raja dimana sebuah permata langka yang hanya bisa di temukan di daerah berbahaya dekat perbatasan.
"Sampaikan ucapan terimakasihku pada ayah mu putri clarisa dan edgar, senang juga karena kau bisa hadir " kata raja
Acara di mulai, acara ini sama seperti acara yang sudah - sudah. Hanya acara biasa, dan juga edgar bisa tahu di pesta ini akan banyak penjilat yang masuk hanya untuk naik tahtah.
"Edgar bagaimana kabar adik mu? " tanya clarisa
"Mereka baik, meski kadang sering menangis " jawab edgar
"Mereka masih bayi, jadi wajar jika menangis. Lebih tepatnya mereka hanya tahu menangis dan tertawa saat ini " kata sizu
Ketiganya berbincang, meski kadang edgar sama sekali tidak paham arah pembicaraan wanita. Dari bayi, lalu lanjut ke memilih baju, dan yang paling parah edgar tah paham yang namanya tamu bulanan.
'Aku seperti pria tolol di antara dua gadis ini ' batin edgar
Ya dia biarkan saja selama tak ada keributan. Fokua pada pesta, mata edgar menangkap sebuah minuman. Ya minuman itu baru saja di masukan sesuatu oleh pria yang berdiri di depannya. Mata edgar melihat pelayan yang membawa minuman itu ke arah nya.
"Putri sizu dan putri clarisa, silakan" sizu dan clarisa tentu mengambil namun baru saja akan mengangkat gelas. Keduanya tersentak kala edgar menahan lengan mereka.
"Ed? " panggil clarisa
Edgar tidak bicara sama sekali, dia mengambil dua minuman itu. Berjalan ke arah pria yang dia lihat memasukan sesuatu ke dalam minuman.
"Oi bung, kenapa menatapku begitu " ujar sang pria bangsawan
"Jawablah dengan jujur sebelum ku penggal kepalamu" ujar edgar yang membuat semua mata memandang ke arah mereka. Sizu maupun clarisa langsung di buat bingung kenapa dan ada apa?.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Make Duke Falling In Love ( END )
Romanceterbangun dengan tubuh yang berbeda membuat luna harus menahan nasib buruk dimana dia adalah istri seorang DUKE. yang di kenal kasar dan juga tidak memiliki simpati sama sekali. bahkan untuk sang anak sendiri Cover book : dari manhwa ( who made m...
