2

91.1K 6.4K 85
                                        



Roxy duduk sambil minum teh,  pagi ini dia mencoba pendekatan lagi.  Dia juga belum tahu sosok ayah dari edgar yang bernama lucas.  Namun ada yang aneh dari sikap edgar,  kenapa anak itu terlihat takut sekali.  Seberapa kejam sosok roxy ini,  memikirkan bagaimana ketakutannya semua penghuni tempat ini membuat nya sakit kepala. 

"Nyonya  ada surat untuk anda " roxy membuka surat yang berisi cap aneh. Ah dia tidak tahu surat apa ini, namun saat dia membaca sebuah undangan makan malam bersama keluarha KIRI.

' siapa lagi KIRI? keluarga kerajaan lain kah?'

Acara ini akan di adakan 2 minggu lagi,  lalu apa yang akan dia lakukan di sana.  Apa yang biasanya di lakukan keluarga bangsawan seperti mereka.  Memikirkan ini menambah beban fikiran roxy saja. 

"Yosh menemui putra imutku edgar akan membuat hidupku lebih baik "












Roxy menatap edgar yang sibuk berlatih panahan.  Tangan yang begitu indah menarik busur,  meski sedikit gemetar karena menahan panah pada tali.  Roxy ingat dia juga mengikuti ekstra panahan saat SMP. 

"ED! "

"Ibu" edgar tersenyum pada roxy,  membuat wajah roxy langsung cerah.  Memang anak tampannya ini membuat dia jadi lebih baik.  Roxy mengusap kepala edgar yang membuat beberapa orang langsung syok.

'Apa ini?  Apa aku melakukan hal yang aneh! '

Wajah roxy terlihat langsung tegang dan panik.  Edgar yang sadar mengalihkan suasana dengan menarik tangan roxy.

"Ibu bagaimana panahan ku tadi? " tanya edgar

"Ehhh...  Keren sekali,,  yahhh memang edgar ku terbaik sekali" dengan wajah gembira seperti ibu yang bangga.  Edgar langsung blushing mendengar pujian yang begitu tulus dari ibunya.  Beberapa pelayan berfikir roxy mungkin sedang ber akting. 

"Tapi akan lebih keren jika menarik dengan tenaga yang kuat,  dan berusaha agar panah tidak goyah"

Roxy mengambil panah dan anak panah.  Edgar dengan wajah datarnya,   menatap sang ibu.  Yang di mana dia tahu.  Ibunya ini tidak pintar dalam bidang apapun termasuk hal seperti ini.  Roxy dengan gaya yang sigap membuka sedikit kakinya . Tangannya menarik busur dengan indah. Persis saat dia berada di masa sekolahnya ketika menjadi luna.

Wush~~~~~~~~~

TAK




panah masuk dengan sempurna, edgar terpana dengan ibunya. Roxy tersenyum meski sudah jarang dia ternyata masih bisa melakukan nya.

"Yah... Aku kira kemampuan ku menurun ahahahahahhahaha......"

Roxy seketika kaku saat melihat semua orang menatapnya. Lagi dan lagi dia melakuan hal yang membuat mereka syok. Pasti semuanya menganggap roxy aneh. Seketika roxy jongkok di bawah membuat semuanya panik.

"Emm... Apa aku aneh... Semuanya menatapku seperti mahluk aneh...jahat sekali jahat sekali..." kata roxy dengan gaya bicara seperti anak kecil dengan aura suram.

"Ib ib ibu ti tidak begitu, itu karena ibu membuat mereka terpana" kata edgar, seketika wajah roxy menatap edgar dengan raut seperti anak kecil. Membuat edgar mau tertawa. Dia tidak tahu jika sang ibu punya sifat seperti anak kecil.

"Edgar.... " roxy membuat edgar tertawa dengan wajah menangis bahkan ingusnya keluar. Sontak saja semua orang di buat makin heran, untuk kali pertama seorang putra tunggal dari agler tertawa.

"Ibu bagaimana jika kita makan siang?" dengan tidak peduli mau di bilang jorok atau apa. Roxy mengusap ingusnya, edgar menarik tangan sang ibu mengambil saputangan dan mengusap ingus sang ibu.  Keduanya langsung berjalan masuk menuju ruang makan.







I Make Duke Falling In Love ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang