Sudah terhitung 2 bulan dovani selalu datang mengunjungi joana dan alin tanpa henti. Bahkan membawa banyak barang, joana sendiri melihat dan sudah menyadari ketulusan dovani pada mereka. Mungkin dia akan memberikan keputusan pada dovani.
Alin sudah mulai lancar berjalan gigi depannya yang sudah tumbuh seperti gigi kelinci. Alin tertawa saat berjalan ke arah dovani. Seperti tahu jika itu ayahnya.
"Jadi nona akan menerima tawaran tuan dovani? " tanya sora
"Sejujurnya masih ragu, tapi aku tak ingin egois sama sekal. Alin tetap butuh ayah, dan juga ayahnya masih hidup. Tidak ada yang salah jika aku menerima dovani. Toh dia sudah menujukan nya selama 2 bulan ini kan? "
Sejujurnya sora agak kagum, dulu joana bahkan tak bisa mengambil keputusan. Semenjak dia berani mengatakan perasaan sesungguhnya pada roxy. Saat itulah joana mulai menunjukan perkembangan.
Belum lagi karena joana kini menjadi seorang ibu. Mungkin saja itu juga menjadi faktor utama dia menjadi sangat dewasa dan bijak. Syukurlah fikir sora, nona nya sudah sangat matang dan bisa mengambil keputusan tanpa ragu sedikit pun.
Dovani sebenarnya ingin meminta ijin dari joana, jika dia ingin mengajak alin jalan-jalan dan berada di rumahnya selama sehari saja. Namun dovani ragu, jika joana akan mengijinkan dirinya. Mengingat jika joana sangat manyayangi alin.
"Bagaimana ini leno aku ingin mengenalkan alin pada semua orang di rumah ini " ujar dovani
"Kenapa anda tidak sekalian mengajak nona joana? Bukankah akan lebih baguh lagi jika anda langsung mengenalkan nona juga" dovani sendiri tidak kepikiran, jika dia mengenalkan joana langsung itu akan jauh lebih baik.
"Kau benar, aku akan menemu joana besok" dovani seperti mendapat sinyal bahagia. Dia kini tak sabar menunggu hari esok tiba. Agar dia bisa mengajak joana dan alin ke mari.
Akhirnya hari yang di tunggu dovani tiba, dia sudah siap dengan tujuannya yang ingin mengajak joana dan alin. Semoga saja ada hal baik yang akan menghampirinya.
"Sora, mana joana? " saat tak melihat wanitanya ada di sana. Sora mengatakan joana sednag mengajak alin jalan-jalan di sekitar area kebun. Tanpa banyak bicara lagi, dovani langsung menuju area dimana joana berada.
Dan tepat di bawah pohon joana sedang menyusui alin. Dovani berlari ke sana karena sudah sangat siap dengan apa yang ingin di sampaikan. Namun saat sampai di depan jaoana, wajah dovani blushing, dia melihat alin yang menyusu membuat dovani entah kenapa malah malu.
"Dovani" joana langsung menutup dadanya dengan kain hitam, dan membiarkan alin terus menyusu. Dia juga jadi salah tingkah, padahal tak perlu semalu ini karena hal seperti ini wajar. Dan juga dovani adalah ayah nya alin dan juga sudah pernah melihatnya telanjang jadi kenapa dia masih malu.
"Maaf, aku tak bermaksud mengganggu kau yang memberi alin susu" kata dovani yang dudu di sebelah joana.
"Jadi ada apa? Kau ingin bermain dengan alin lagi? " tanya joana
."lebih dari itu joana, ak aku ada hal yang ingin aku sampaikan padamu " joana menatap dovani yang seperti takut untuk mengatakan apa yang ingin di katakan. Joana merasa alin berhenti menyusu, langsung menarik anak nya dan memperlihatkan pada dovani.
Terlihat raut wajah senang dari alin kala melihat ayahnya yang ada di hadapanya. Dovani tentu dengan senang hati meraih si alin kecil.
"Jadi pangeran ku, merindukan ku " dovani mencium wajah alin membuat si kecil tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Make Duke Falling In Love ( END )
Romanceterbangun dengan tubuh yang berbeda membuat luna harus menahan nasib buruk dimana dia adalah istri seorang DUKE. yang di kenal kasar dan juga tidak memiliki simpati sama sekali. bahkan untuk sang anak sendiri Cover book : dari manhwa ( who made m...
